Tuntut Penyelesaian Bonus PON dan Peparnas, Atlet dan Pelatih Siapkan Aksi di Stadion Utama

Denny Andrian • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 15:16 WIB
Pelatih PON dan Peparnas 2024 menggelar rapat persiapan rencana aksi menuntut penyelesaian bonus prestasi di Kantor NPC Riau, Pekanbaru, Selasa (4/8/2026). PELATIH PON RIAU UNTUK RIAUPOS.CO 
Pelatih PON dan Peparnas 2024 menggelar rapat persiapan rencana aksi menuntut penyelesaian bonus prestasi di Kantor NPC Riau, Pekanbaru, Selasa (4/8/2026). PELATIH PON RIAU UNTUK RIAUPOS.CO 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI di Aceh-Sumatera Utara dan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVII di Solo digelar tahun 2024. Namun, hampir dua tahun berlalu, bonus prestasi atlet dan pelatih yang dijanjikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau belum juga tuntas. 

Bonus atlet dan pelatih peraih medali baru menerima 45 persen pada September 2025 dan dijanjikan sisanya dibayarkan tahun ini. Untuk itu, atlet dan pelatih berencana menggelar aksi di Stadion Utama Riau Jalan Naga Sakti Pekanbaru, Kamis (5/8/2026) pagi. 

Aksi untuk menuntut kembali hak mereka yang dijanjikan agar segera diselesaikan. "Kami sudah dijanjikan tahun ini diselesaikan sisa bonus 55 persen," ujar pelatih senam Riau Ahmad Markos.

Baca Juga: Dampak Teror Monyet, Sekolah Wilayah Terdampak di Tembilahan Terapkan Belajar Daring

"Kami tunggu awal tahun. Tak juga ada kejelasan. Sebelum Idulfitri kawa-kawan juga berharap bonus diselesaikan, tapi lagi-lagi tak kunjung dibayarkan. Terakhir katanya akan dibayarkan triwulan III sekitar Juli, Agustus dan September. Juli sudah berakhir dan dah masuk Agustus, tapi sepi saja. Makanya kami akan gelar aksi," tambahnya.

Para pelatih dan atlet telah melakukan persiapan aksi kali ini. Selasa (3/5/2026) mereka menggelar rapat persiapan di Kantor Nasional Paralimpik Committee (NPC) Riau. "Mohon kiranya pelatih mempersiapkan atlet untuk aksi dengan berpakaian olahraga baju PON," ujar Markos didampingi koordinator aksi atlet PON Deriswan dan Koordinator Aksi atlet Peparnas Yon Rizal.

Markos meminta pelatih dan atlet tidak boleh anarkis saat aksi besok. "Tetap bersemangat kawan-kawan. Semoga aksi damai ini bisa membuahkan hasil. Tidak boleh anarkis, kita lihatkan kalau kita semua adalah patriot olahraga yang selalu menjaga sportivitas dan menjaga kekompakan bersama," pesan Markos selaku Koordinator Umum Aksi.

Baca Juga: Dua Kecamatan di Meranti Krisis Listrik, PLN Akui Pembangkit Bermasalah Tanpa Cadangan

Meski demikian, Markos mempertanyakan kemana anggaran bonus 2024 dialihkan. "Di 2024 tersebut melalui pergub sudah diatur dan disetujui anggaran bonus Rp40 miliar. Hingga sekarang uang bonus PON dipermainkan. Kami sepertinya diremehkan dan tidak diperlukan lagi. Tapi, tolong perjuangan kami yang telah mengharumkan nama Riau dihargai. Kejadian seperti ini belum pernah terjadi di Provinsi mana pun," jelasnya.

Sementara itu, juru bicara aksi yang juga pelatih ski air Riau Martrab Binhar membandingkan dengan pola penghargaan di level nasional. Ia menilai, pemerintah pusat justru mampu bergerak cepat ketika menyangkut prestasi internasional. "Bonus SEA Games itu bisa cair dalam hitungan pekan. Di sini? Dua tahun. Ini ironis sekali," katanya.

Ia juga menyoroti peran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Riau dan Dinas Kepemudaaan dan Olahraga (Dispora) Riau yang dinilai tidak cukup kuat memperjuangkan hak atlet. "KONI seharusnya jadi garda terdepan, bukan diam. Dispora juga. Kami ini menunggu, bukan meminta lebih hanya menuntut apa yang dijanjikan saat pelepasan kontingen tahun 2024 lalu," kata dia.

Editor : Rinaldi
pon dan peparnas siapkan aksi stadion utama riau bonus atlet