SALZBURG (RIAUPOS.CO) - Pertemuan antara dua pelatih berkebangsaan Spanyol Luis Enrique versus Unai Emery, di berbagai ajang seringkali menghadirkan drama yang seru. Hal itu pula yang diharapkan tercipta ketika Lucho –sapaan akrab Luis Enrique– bersama Paris Saint-Germain (PSG) berhadapan dengan Emery yang membesut Aston Villa dalam Piala Super Eropa 2026 di Red Bull Arena, Salzburg, dini hari nanti (siaran langsung beIN Sports 1/beIN Sports Connect/Vidio pukul 02.00 WIB).
Duel di Piala Super Eropa merupakan kali kedua setelah edisi 2015 di Tbilisi, Georgia. Dalam laga di Boris Paichadze Dinamo Arena, drama sembilan gol terjadi ketika FC Barcelona besutan Lucho menang 5-4 via babak perpanjangan waktu atas Emery yang membesut Sevilla FC.
Remontada Camp Nou
Yang paling memorable dari duel keduanya adalah second leg babak 16 besar Liga Champions 2016-2017. Kalah 0-4 oleh Emery yang kala itu membesut PSG dalam first leg di Parc des Princes, Paris, Lucho mengantar Barca remontada dengan skor 6-1 dalam second leg di Camp Nou, Barcelona.
Baca Juga: Laga Pembuka, SMAN 2 Bangkinang Tantang SMAN 1 Tandun
Situasi serupa nyaris diulangi Emery bersama Aston Villa dalam perempat final Liga Champions 2024-2025. Emery nyaris membalikkan ketertinggalan 1-3 atas PSG asuhan Lucho dalam second leg di Villa Park, Birmingham. Sayang, Villa hanya bisa menang 3-2.
Saling Memuji
Emery menyebut rivalitasnya dengan Lucho hanya di lapangan hijau. “Bagiku, bersaing lawan Enrique sangat luar biasa. Sebuah tantangan besar melawan pelatih terbaik dunia,” puji pelatih kelahiran Hondarribia 54 tahun lalu itu seperti dilansir dari laman resmi UEFA.
Terpisah, Lucho sudah membayangkan situasi yang sulit di Red Bull Arena dini hari nanti. Menurutnya, The Villans –sebutan Aston Villa- besutan Emery musim lalu lebih baik dari saat keduanya bersua dua musim lalu.
Baca Juga: Enzo Maresca: Gantikan Guardiola di Man City Bisa Jadi Pekerjaan yang Mustahil, tapi Juga Privileg
Lucho juga bangga dengan duel sesama pelatih Spanyol di Piala Super Eropa kali ini. “Aku pikir ini momen hebat bagi sepak bola Spanyol di dalam konteks dunia dan aku dan Unai (Emery) harus bangga akan hal itu,” tutur pelatih 56 tahun asal Gijon tersebut.
Barisan Kehormatan untuk Fabian
Di antara penggawa PSG yang kembali setelah liburan dari Piala Dunia 2026, gelandang Fabian Ruiz paling ditunggu. Sebab, dia kembali ke skuad Les Parisiens –julukan PSG– usai membawa timnas Spanyol memenangi trofi juara Piala Dunia 2026.
Media-media Prancis menyebut, Fabian mendapat barisan kehormatan dari Marquinhos dkk. Bahkan, Lucho menyebut Fabian layak mendapatkan Ballon d’Or tahun ini seiring sukses menyandingkan kesuksesan di Piala Dunia 2026 dengan Liga Champions. ”Dia memenangkan Piala Dunia, Euro 2024, Liga Champions dua musim terakhir, dan UEFA Nations League. Sangat layak dapat Ballon d’Or,” kata Lucho kepada L’Equipe.
Baca Juga: Barcelona Menolak Tawaran 40 Juta Euro dari PSG untuk Ferran Torres
Reuni Singkat Digne
Belum genap sepekan bek kiri Lucas Digne memindahkan koper dari Aston Villa ke PSG, dia sudah harus berhadapan dengan mantan rekannya. Digne pun siap menjalani reuni singkatnya secara profesional. “Aku akan kembali ke mereka (pemain Aston Villa) hanya sebagai pribadi. Sebagai pemain, aku sudah berbeda,” ucap Digne dikutip dari laman resmi klub.(ren/dns/gem)
Laporan JPG, Salzburg
Editor : Arif Oktafian