Belanda Rekrut Legenda Barcelona Xavi Hernandez sebagai Pelatih hingga Piala Dunia 2030

Edwar Yaman • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:55 WIB
Mantan pelatih Barcelona, ​​Xavi Hernandez ditunjuk sebagai pelatih Belanda dengan kontrak hingga Piala Dunia 2030. (Fran Santiago/Getty Images)
Mantan pelatih Barcelona, ​​Xavi Hernandez ditunjuk sebagai pelatih Belanda dengan kontrak hingga Piala Dunia 2030. (Fran Santiago/Getty Images)

 

AMSTERDAM (RIAUPOS.CO) - Belanda telah menunjuk legenda Barcelona, ​​Xavi Hernández, sebagai pelatih baru tim nasional setelah pengunduran diri Ronald Koeman usai Piala Dunia 2026 yang mengecewakan.

Xavi (46), kembali ke dunia kepelatihan setelah dua tahun absen dari dunia sepakbola menyusul pemecatannya sebagai pelatih Barça pada tahun 2024. Ia telah menyetujui kontrak empat tahun dengan Belanda dan akan memimpin tim hingga Kejuaraan Eropa pada tahun 2028 dan Piala Dunia pada tahun 2030.

"Saya menganggapnya sebagai kehormatan yang luar biasa untuk menjadi pelatih kepala tim nasional Belanda," kata Xavi saat penunjukannya.

Baca Juga: PSG Kalahkan Aston Villa untuk Menangkan Piala Super Eropa Beruntun, Desire Doue Jadi Pahlawan

"Sebagai seseorang yang menerima pelatihan di akademi Barça, dengan pengaruh kuat dari Johan Cruyff dan Rinus Michels, di antara yang lain, saya merasa memiliki hubungan khusus dengan sepakbola Belanda. Anda bisa mengatakan bahwa saya sebagian adalah putra sepakbola Belanda. Pelatih-pelatih hebat lainnya, terutama Louis van Gaal, di bawah kepemimpinannya saya melakukan debut di Barça, dan Frank Rijkaard, juga memainkan peran penting dalam membentuk saya sebagai pemain dan pelatih."

Anehnya, Xavi juga menggantikan Koeman di Barça ketika ia mengambil alih Camp Nou pada tahun 2021, memimpin tim Catalan meraih gelar liga pertama dalam empat tahun pada musim berikutnya. Ia bergabung dengan tim nasional Belanda setelah kampanye Piala Dunia yang kurang memuaskan yang membuat mereka tersingkir di babak 32 besar oleh Maroko di Amerika Utara musim panas ini.

"Belanda memiliki budaya sepak bola yang kaya dan visi yang jelas yang juga sangat menarik bagi saya: sepak bola menyerang, berbasis penguasaan bola, dengan kreativitas, semangat, dan keyakinan," tambah Xavi.

Baca Juga: Dua Kebakaran Lahan Terjadi di Kampar, Tiga Hotspot Terdeteksi

"Tentu saja, tujuan terpenting adalah dan akan selalu untuk menang, tetapi saya lebih suka melakukannya dengan cara yang mencerminkan karakteristik tersebut dan yang dapat dinikmati orang.”

"Potensi untuk ini ada, serta fondasi yang kokoh untuk dibangun. Saya berharap dapat memulai tantangan ini bersama para pemain, staf, dan semua orang di Federasi Sepak Bola Belanda."

Setelah sukses bersama Barcelona dan Spanyol sebagai pemain, termasuk memenangkan Piala Dunia pada tahun 2010 dan Kejuaraan Eropa berturut-turut pada tahun 2008 dan 2012, Xavi beralih ke manajemen dengan klub Qatar Al Sadd pada tahun 2019.

Setelah sukses besar di Qatar, di mana ia memenangkan tujuh trofi, Xavi kembali ke Spanyol untuk menggantikan Koeman lima tahun lalu pada saat yang sulit dalam sejarah Barça baru-baru ini. Namun, ia membantu membalikkan keadaan di Camp Nou, membawa mereka meraih gelar LaLiga pada musim 2022-23 dan Piala Super Spanyol pada tahun 2023.

Baca Juga: Komitmen Plt Gubri Tingkatkan Infrastruktur, Tahun Ini Ruas Jalan Mahato-Manggala 8,9 Km Dirigid

Namun, ia tidak dapat mempertahankan kesuksesan itu, dan setelah musim tanpa trofi pada tahun 2023-24, ia digantikan oleh Hansi Flick.

Sejak saat itu, sumber-sumber mengatakan kepada ESPN bahwa ia telah menerima tawaran dari beberapa klub dan tim internasional, tetapi, setelah awalnya memprioritaskan cuti panjang selama setahun, tidak satu pun dari tawaran tersebut yang sesuai dengan keinginannya.

Dalam beberapa bulan terakhir, ia telah menyatakan keinginannya untuk terjun ke sepakbola internasional, dan kini Belanda memberinya platform tersebut saat ia mengambil langkah selanjutnya dalam kariernya.***

Editor : Edwar Yaman
Sumber : espn.com
belanda pelatih xavi hernandez Barcelona