SINGAPURA (RIAUPOS.CO) – Absen saat menghadapi Timnas Indonesia pada laga terakhir Singapura di Grup A Piala AFF 2026, Jumat (7/8/2026) lalu membuat Kyoga Nakamura frustrasi. Kendati akhirnya Singapura lolos ke semifinal berkat hasil imbang 1-1, Nakamura siap membalasakan rasa frustrasinya itu saat meghadapi Thailand di semifinal, Sabtu (15/8/2026).
Ya, Nakamura sebenarnya sangat ingin ambil bagian dalam pertandingan melawan Indonesia. Namun, gelandang berusia 30 tahun itu harus menjalani akumulasi dua kartu kuning dalam pertandingan-pertandingan sebelumnya.
“Saya benar-benar frustrasi dengan skorsing itu.
“Bahkan, rasanya lebih frustrasi dibandingkan ketika saya bermain,” kata Nakamura dikutip dari ESPN.
Baca Juga: Belanda Rekrut Legenda Barcelona Xavi Hernandez sebagai Pelatih hingga Piala Dunia 2030
Meski tidak dapat membantu tim secara langsung di lapangan saat itu, Nakamura tetap percaya kepada rekan-rekannya. Nakamura menilai Singapura memiliki kualitas yang cukup untuk mengamankan hasil yang dibutuhkan.
“Saya benar-benar percaya kepada tim. Kami punya kualitas,” ujarnya.
Menonton pertandingan dari tribun memberikan pengalaman berbeda bagi Nakamura. Sang pemain mengaku dapat melihat secara langsung besarnya dukungan suporter Singapura.
“Saya hanya datang untuk menonton. Dan saya benar-benar harus berterima kasih kepada para penggemar. Di lapangan, tentu saya bisa merasakan energi dan gairah mereka. Tetapi di luar lapangan, bahkan di fan zone, saya melihat betapa luar biasanya gairah dan motivasi mereka, bahkan lebih besar daripada kami sebagai pemain,” tutur Nakamura.
Nakamura sendiri sebenarnya lahir di Jepang dan pernah memperkuat tim nasional Jepang U-17 pada Piala Dunia U-17 FIFA 2013.
Baca Juga: PSG Kalahkan Aston Villa untuk Menangkan Piala Super Eropa Beruntun, Desire Doue Jadi Pahlawan
Namun, setelah tinggal di Singapura selama hampir enam tahun, Nakamura memperoleh kewarganegaraan Singapura pada 2024. Tantangan berikutnya bagi Nakamura pun tidak mudah.
Singapura akan berhadapan dengan Thailand yang berstatus sebagai tim tersukses dalam sejarah Piala AFF dengan tujuh gelar juara. Meskipun demikian, Thailand juga tidak datang dengan kekuatan terbaik. Sejumlah pemain utama mereka dipastikan absen sehingga peluang Singapura untuk memberikan kejutan tetap terbuka.
Nakamura tidak akan asing dengan mereka, karena menghabiskan setengah tahun musim lalu bermain di Liga Thailand 1 bersama Bangkok United. Meskipun ia menyadari kualitas mereka yang tak diragukan lagi, bahkan dengan susunan pemain yang kurang bagus, ia percaya Singapura memiliki apa yang dibutuhkan untuk mengatasi rintangan terbaru ini.
"Kami memahami mereka memiliki kualitas -- secara individu dan sebagai tim," kata jenderal lini tengah Lion City Sailors itu.
“Mereka memiliki pemain yang sangat bagus. Namun kekuatan kami [berasal] sebagai sebuah tim -- disiplin, semua yang kami lakukan, kami lakukan 100%. Itulah kekuatan kami. Dan jika kami bisa melampaui 100%, kami bisa melakukannya."
Baca Juga: Jelang HUT RI, Warga Tembilahan Masih Minim Kibarkan Bendera Merah Putih
Setelah hanya bisa menyaksikan perjuangan rekan-rekannya dari tribun saat menghadapi Indonesia, Nakamura mengaku siap kembali ke lapangan.
“Saya benar-benar frustrasi karena melewatkan pertandingan terakhir, tetapi ini adalah waktu yang sangat baik bagi saya untuk bangkit di pertandingan berikutnya. Karena saya tidak bisa berkontribusi kepada tim pada pertandingan terakhir, saya akan memastikan diri untuk berkontribusi kali ini,” ujarnya.
Singapura memang tidak banyak diperhitungkan sebagai kandidat utama juara ketika turnamen dimulai. Namun, keberhasilan menembus semifinal membuat The Lions saat ini hanya berjarak dua pertandingan dari peluang mengakhiri penantian panjang mereka. Pasalnya, Singapura terakhir kali menjuarai Piala AFF pada 2012.***
Editor : Edwar Yaman
Sumber : ESPN, jawapos.com