Lakers Dijual Lagi dengan Rekor Rp223 Triliun

Tim Redaksi • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 11:19 WIB

Bintang LA Lakers LeBron James
Bintang LA Lakers LeBron James.(JPG)
 
LOS ANGELES (RIAUPOS.CO) - Los Angeles Lakers kembali mencatatkan rekor nilai penjualan tertinggi dalam sejarah olahraga profesional. Rekor itu tercipta setelah Josh Kushner dan Bob Iger sepakat membeli porsi saham mayoritas milik Mark Walter dengan nilai akuisisi mencapai 12,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp223,4 triliun. 

Transaksi tersebut cukup mengejutkan. Sebab, baru 14 bulan lalu Walter membeli porsi saham mayoritas Lakers dari keluarga Buss dengan rekor termahal 10 miliar dolar AS (Rp178,69 triliun). Artinya, dalam kurun waktu tersebut, valuasi Lakers meningkat 2,5 miliar dolar AS (Rp44,64 triliun).

Meski kesepakatan sudah tercapai, proses akuisisi belum sepenuhnya rampung. Kushner dan Iger masih harus menyelesaikan tahapan due diligence (verifikasi) sebelum mendapat persetujuan resmi dari Dewan Gubernur NBA (NBA Board of Governors).

Baca Juga: Sudah Bicara Bintang Ketiga

Negosiasi Hanya Tiga Hari

Proses negosiasi antara Walter dengan Kushner dan Iger berjalan sangat cepat. Kushner kali pertama menghubungi Walter pada Jumat (7/8). Lalu, kesepakatan tercapai hanya dalam tiga hari kerja. “Awalnya kami fokus mengejar tim baru di Vegas. Lalu ada informasi bahwa Mark Walter mungkin bersedia melepaskan sahamnya di Lakers,” ungkap Iger kepada California Post.

“Melihat nilai dan status ikonik Lakers, kami memutuskan peluang ini sangat masuk akal untuk dikejar. Kesepakatan akhirnya selesai dalam tiga hari, sesederhana itu,” imbuh pebisnis 75 tahun yang pernah memimpin The Walt Disney Company (2000-2012) tersebut.

Baca Juga: Di Semifinal, sman 1 Tandun Jumpa SMAN Plus Riau, SMAN 2 Tambang Lawan SMAN 1 Bangkinang Kota

Anak Usaha FIFA dan F1

Nama Kushner sebelumnya sempat menjadi sorotan dalam beberapa pekan terakhir. Melalui Thrive Eternal, dia terlibat dalam rencana investasi senilai 4,2 miliar dolar AS (sekitar Rp75 triliun) untuk membeli 20 persen saham anak usaha FIFA (FIFA Forward Enterprise). Namun, rencana tersebut kandas setelah mendapat penolakan dari sejumlah konfederasi sepak bola di dunia. 

Keputusan Walter menjual Lakers terjadi saat beberapa unit bisnis co-owner Cadillac F1 Team itu sedang menghadapi penyelidikan otoritas federal. (ren/dns/jpg) 

Editor : Arif Oktafian
Mark Walter NB bob iger los angeles lakers