Transaksi tersebut cukup mengejutkan. Sebab, baru 14 bulan lalu Walter membeli porsi saham mayoritas Lakers dari keluarga Buss dengan rekor termahal 10 miliar dolar AS (Rp178,69 triliun). Artinya, dalam kurun waktu tersebut, valuasi Lakers meningkat 2,5 miliar dolar AS (Rp44,64 triliun).
Meski kesepakatan sudah tercapai, proses akuisisi belum sepenuhnya rampung. Kushner dan Iger masih harus menyelesaikan tahapan due diligence (verifikasi) sebelum mendapat persetujuan resmi dari Dewan Gubernur NBA (NBA Board of Governors).
Baca Juga: Sudah Bicara Bintang Ketiga
Negosiasi Hanya Tiga Hari
Proses negosiasi antara Walter dengan Kushner dan Iger berjalan sangat cepat. Kushner kali pertama menghubungi Walter pada Jumat (7/8). Lalu, kesepakatan tercapai hanya dalam tiga hari kerja. “Awalnya kami fokus mengejar tim baru di Vegas. Lalu ada informasi bahwa Mark Walter mungkin bersedia melepaskan sahamnya di Lakers,” ungkap Iger kepada California Post.
“Melihat nilai dan status ikonik Lakers, kami memutuskan peluang ini sangat masuk akal untuk dikejar. Kesepakatan akhirnya selesai dalam tiga hari, sesederhana itu,” imbuh pebisnis 75 tahun yang pernah memimpin The Walt Disney Company (2000-2012) tersebut.
Baca Juga: Di Semifinal, sman 1 Tandun Jumpa SMAN Plus Riau, SMAN 2 Tambang Lawan SMAN 1 Bangkinang Kota
Anak Usaha FIFA dan F1
Nama Kushner sebelumnya sempat menjadi sorotan dalam beberapa pekan terakhir. Melalui Thrive Eternal, dia terlibat dalam rencana investasi senilai 4,2 miliar dolar AS (sekitar Rp75 triliun) untuk membeli 20 persen saham anak usaha FIFA (FIFA Forward Enterprise). Namun, rencana tersebut kandas setelah mendapat penolakan dari sejumlah konfederasi sepak bola di dunia.
Keputusan Walter menjual Lakers terjadi saat beberapa unit bisnis co-owner Cadillac F1 Team itu sedang menghadapi penyelidikan otoritas federal. (ren/dns/jpg)
Editor : Arif Oktafian