Jadi Pilihan Ketiga untuk Pelatih Timnas Belanda, Xavi Hernandez:  Saya Tidak Peduli

Edwar Yaman • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:17 WIB
Pelatih kepala Xavi Hernandez berpose bersama Direktur Sepakbola KNVB Nigel de Jong selama perkenalannya sebagai pelatih tim nasional Belanda. (Rene Nijhuis/MB Media/Getty Images)
Pelatih kepala Xavi Hernandez berpose bersama Direktur Sepakbola KNVB Nigel de Jong selama perkenalannya sebagai pelatih tim nasional Belanda. (Rene Nijhuis/MB Media/Getty Images)

 

(RIAUPOS.CO) - Xavi Hernandez mengatakan dia tidak terpengaruh menjadi pilihan ketiga untuk posisi pelatih kepala timnas Belanda, saat dia diumumkan dalam peran barunya pada hari Selasa (25/88/2026).

Direktur Teknik Asosiasi Sepakbola Belanda (KNVB) Nigel de Jong mengatakan Xavi berada dalam daftar pendek empat kandidat untuk pekerjaan yang didambakan tersebut setelah mantan pelatih Manchester City Pep Guardiola dan Arne Slot, yang masih belum memiliki pekerjaan setelah dipecat oleh Liverpool pada akhir Mei. Keduanya menolak. Kandidat lainnya adalah Michael Reiziger, yang melatih tim muda Belanda.

Pelatih baru itu tidak gentar dengan nama-nama besar yang berada di depannya dalam proses seleksi.

 Baca Juga: Liverpool Kembali Memulai Pembicaraan Transfer Bradley Barcola dengan PSG

"Ya, ini bukan posisi yang buruk setelah Guardiola dan setelah Slot. Posisi ketiga. Setidaknya kita  berada di podium. Saya tidak peduli," katanya.

Xavi yang berusia 46 tahun telah menganggur sejak meninggalkan pekerjaannya sebagai pelatih Barcelona pada Mei 2024. Ia menggantikan Ronald Koeman setelah kepergiannya menyusul Piala Dunia, di mana Belanda kalah dalam adu penalti melawan Maroko di babak 32 besar.

Karier bermain Xavi dibentuk oleh pelatih-pelatih Belanda dan sekarang mantan gelandang Barcelona dan Spanyol itu ingin membalas budi dan meremajakan tim Belanda yang mengecewakan dengan gaya bertahannya di Piala Dunia.

Louis van Gaal, yang juga melatih Belanda, memberi Xavi debutnya untuk Barcelona. Gelandang itu tumbuh di klub Catalan tempat filosofi bermain legenda sepak bola Belanda sepanjang masa, Johan Cruyff, tetap kuat.

Baca Juga: Manchester United Mengkonfirmasi Perekrutan Gelandang Carlos Baleba dari Brighton 

Pada presentasinya Selasa lalu, Xavi terdengar seperti sedang mengenang kembali cita-cita "total football" dari tim Belanda yang dipimpin Cruyff pada tahun 1970-an saat ia menjabarkan ambisinya untuk gaya bermain Belanda.

"Kami ingin mendominasi permainan, mengambil inisiatif dengan bola," katanya.

"Dan pada saat yang sama, tujuan kami adalah untuk menunjukkan kepada semua orang sebuah tim dengan semangat, keinginan, dan ambisi."

Meskipun Belanda kesulitan menang di panggung sepakbola terbesar -- Oranje telah mencapai tiga final Piala Dunia dan kalah di semuanya -- Xavi memiliki sejarah kemenangan.

Dengan Xavi bermain di jantung lini tengah mereka, Barcelona memenangkan 25 gelar, termasuk empat Liga Champions dan delapan liga Spanyol. Ia juga menjadi kunci keberhasilan Spanyol selama empat tahun berturut-turut, di mana mereka memenangkan Piala Dunia 2010—mengalahkan Belanda di final di Johannesburg—dan Kejuaraan Eropa pada tahun 2008 dan 2012.

Baca Juga: Jarak Pandang Masih di Atas Batas Normal, Aktivitas Bandara SSK II Berjalan Lancar

Kini ia ingin memperpanjang kesuksesannya bersama Belanda.

"Kami akan mencoba mengubah beberapa hal. Kebiasaan baik, energi baru," katanya.

"Kami akan bekerja dengan penuh semangat, ambisi, dan keinginan agar masyarakat Belanda, 18 juta orang, bangga dengan tim kami."

Ujian pertama Xavi akan datang pada 24 September di Amsterdam ketika Belanda bermain melawan Jerman, yang juga memiliki pelatih baru—Jurgen Klopp. Mantan manajer Liverpool itu menggantikan Julian Nagelsmann, yang mengundurkan diri setelah kampanye Piala Dunia yang mengecewakan.

"Saya merasa bersemangat," kata Xavi.

"Saya merasa termotivasi karena, Anda tahu, kami bermain melawan Jerman, salah satu tim terbaik di Eropa dan salah satu pelatih terbaik dalam beberapa tahun terakhir, Jürgen Klopp. Jadi ya, ini tantangan besar sejak awal, tetapi saya pikir kami akan siap."***

Editor : Edwar Yaman
Sumber : espn.com
pilihan ketiga timnas belanda koeman xavi hernandez Guardiola