(RIAUPOS.CO) - Manajer Liverpool Andoni Iraola mengungkapkan frustrasinya setelah tidak dapat melakukan pergantian pemain sebelum Nottingham Forest mendapatkan penalti penting di Anfield pada hari Sabtu (29/8/2026) malam WIB.
Tim berjuluk The Reds itu pun perlu bangkit dari ketertinggalan untuk merebut hasil imbang 2-2 untuk pekan kedua berturut-turut di Liga Premier. Dalam laga ini Forest unggul untuk kedua kalinya melalui tendangan penalti Morgan Gibbs-White pada menit ke-70.
Wasit Sam Barrott memberikan penalti setelah Neco Williams berlari mengejar lemparan ke dalam cepat dari Liam Delap dan dijatuhkan oleh kiper Alisson Becker.
Baca Juga: Jalan Riau Banjir, Ratusan Kendaraan Mogok
Iraola sedang bersiap untuk melakukan pergantian pemain saat itu, tetapi karena wasit keempat tampaknya mengalami kesulitan teknis, permainan tidak dihentikan. Iraola, yang masih menunggu kemenangan pertamanya sebagai pelatih, mengatakan dia tidak punya penjelasan.
“Saya ingin melakukan pergantian pemain sekitar tiga menit sebelumnya. Saya pikir ada tiga atau empat kali bola keluar lapangan dan saya masih tidak tahu alasan mengapa kami tidak melakukan pergantian pemain,” ujarnya.
"Dia pasti mengalami beberapa masalah dengan papan atau semacamnya. Permainan pasti akan dihentikan karena saya ingin melakukan pergantian pemain, tetapi itu tidak terjadi. Ada lemparan ke dalam cepat karena kami menunggu pergantian pemain. Saya meminta pergantian pemain dan saya mengeluh pada saat bola keluar lapangan sebelumnya dan bahkan para pendukung berteriak. Semua orang menyadari situasinya, tetapi saya tidak tahu alasan mengapa mereka tidak melakukannya."
Baca Juga: Gol Victor Munoz di Menit-Menit Akhir Selamatkan Liverpool dari Kekalahan Lawan Forest di Anfield
"Untuk penalti, saya serahkan kepada Anda untuk memutuskan apakah itu penalti atau bukan."
Víctor Muñoz, yang melakukan debut kandangnya setelah kedatangannya dari Osasuna pada musim panas, mengamankan satu poin untuk Liverpool dengan gol penyeimbang pada menit ke-82. Liverpool membalas gol pembuka Dan Ndoye di babak pertama dengan gol penyeimbang pada menit ke-60 dari Alexander Isak.
Hasil tersebut membuat tim Iraola hanya mengumpulkan dua poin dari dua pertandingan pertama mereka setelah hasil imbang pekan lalu di Newcastle.
"Saya pikir sudah jelas, babak pertama buruk bagi kami. Kami belum cukup bagus, kami belum mengendalikan permainan. Kami banyak meningkat di babak kedua. Kami jauh lebih intens, jauh lebih cepat dalam menguasai bola, memiliki rasa urgensi yang lebih tinggi, jauh lebih baik, tetapi itu belum cukup untuk memenangkan pertandingan dan kami harus menyalahkan babak pertama. Saya frustrasi karena kami ingin menang, terutama di kandang," lanjut manajer asal Spanyol itu.
Manajer Forest, Oliver Glasner, yang juga belum meraih kemenangan bersama klub barunya, memiliki perasaan campur aduk tentang hasil tersebut.
Baca Juga: Memburuk, Kualitas Udara Pekanbaru Sangat Tidak Sehat
"Ya, saya rasa ada dua emosi. Semua orang merasakan hal yang sama. Kami sangat bangga dengan penampilan kami, cara kami bermain, jumlah peluang yang kami ciptakan dan mencetak dua gol, tetapi kami frustrasi dan kecewa dengan hasilnya,” ujar Oliver Gasner.
"Seharusnya bisa dan mungkin seharusnya kami menang, tetapi mungkin, dari menit ke-60-65, pertahanan kami tidak setajam sebelumnya," lanjutnya.***
Editor : Edwar Yaman