Marc Marquez Ungguli Bezzecchi 

Tim Redaksi • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 15:50 WIB
Pem­balap  Ducati Lenovo, Marc Mar­quez, merayakan kemenangan  setelah memenangi balapan MotoGP pada Grand Prix Aragon di Sirkuit Motorland, Alcaniz, Spanyol timur laut, Ahad (30/8/2026). (Pierre-Philippe MARCOU/AFP )
Pem­balap Ducati Lenovo, Marc Mar­quez, merayakan kemenangan setelah memenangi balapan MotoGP pada Grand Prix Aragon di Sirkuit Motorland, Alcaniz, Spanyol timur laut, Ahad (30/8/2026). (Pierre-Philippe MARCOU/AFP )

 

ALCANIZ (RIAUPOS.CO) - Pembalap Ducati Marc Marquez terus mengejar Jorge Martin (Aprilia) di puncak klasemen MotoGP 2026. Kemenangan Marquez pada Grand Prix Aragon, Ahad (30/8), memangkas jarak keduanya menjadi 19 poin (256-237).

Meski punya rekor dominan di MotorLand Aragon, kali ini Marquez harus bekerja ekstra sejak lap pertama. Dia sempat kehilangan posisi dari rekan setim Martin Marco Bezzecchi, dan kemudian dilewati Martin. Namun, Marquez tidak butuh waktu lama untuk merebut kembali posisi kedua di tikungan 15.

Marquez kemudian kembali mengejar Bezzecchi. Pada lap keenam, dia berhasil menyalip pembalap Italia tersebut di tikungan 15. Namun, Bez –sapaan akrab Bezzecchi– langsung membalas lewat akselerasi cepat dan menyamai kecepatan Marc di lintasan lurus.

Baca Juga: Djokovic Menangis, Catatan 20 Tahun Terhenti

Marquez dan Bez­zecchi kemudian melaju berdampingan dengan kecepatan lebih dari 300 km/jam. Efek slipstream dan aerodinamika membuat motor keduanya beberapa kali seperti tertarik satu sama lain. Bahkan, motor Marquez sempat terangkat sedikit di bagian depan saat berada di gigi keenam.

“Itu momen luar biasa, tetapi juga menakutkan. Dengan semua aerodinamika, pada kecepatan 300 kilometer per jam, motor kami seperti tertarik satu sama lain,” cerita Marquez seperti dikutip dari GPOne.

Adu Lama Melepas Gas

Saat momen itu terjadi, Marquez hanya memikirkan satu hal: siapa yang lebih dulu melepas gas. “Saat-saat seperti itu, kamu tidak memikirkan ibu, ayah, pacar, atau anjingmu. Kamu hanya berpikir siapa yang akan lebih lambat mengurangi gas. Itu momen yang penuh adrenalin, ketika seorang pembalap harus punya sedikit kegilaan, tetapi kegilaan yang terkendali,” tutur juara dunia tujuh kali MotoGP tersebut.

Baca Juga: Fernandes Jalani Pekan Sempurna 

Bezzecchi juga merasakan hal yang sama. Aliran udara membuat motornya beberapa kali bergerak mendekati Marquez. (ka/dns/jpg)

Editor : Arif Oktafian
MotoGP 2026 motogp aragon marc marquez