Mulut Mourinho Mulai “Bernyanyi” 

Tim Redaksi • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 11:10 WIB
Wasit Miguel Angel Ortiz Arias berbicara dengan pelatih Real Madrid  Jose Mourinho, saat pertandingan melawan Atletico Madrid di Stadion Metropolitano, Madrid, Ahad (20/9/2026). (OSCAR DEL POZO/AFP)
Wasit Miguel Angel Ortiz Arias berbicara dengan pelatih Real Madrid Jose Mourinho, saat pertandingan melawan Atletico Madrid di Stadion Metropolitano, Madrid, Ahad (20/9/2026). (OSCAR DEL POZO/AFP)

 

MADRID (RIAUPOS.CO) - Jose Mourinho menunjukkan wajah aslinya ketika Real Madrid asuhannya dikalahkan Atletico Madrid di Laliga, Ahad (20/9) malam WIB. Dalam laga jornada ketujuh di Riyadh Air Metropolitano tersebut, Real keok 1-2. Los Merengues –julukan Real– bermain dengan 10 orang sejak menit ke-50 setelah bek tengah Dean Huijsen dikartu merah. 

Insiden itu memancing Mourinho untuk melakukan kebiasaan “bernyanyi” lagi alias melontarkan ucapan-ucapan nyinyir terha­dap kepemimpinan wasit. The Special One –julukan Mourinho– merendahkan wasit Miguel Angel Ortiz Arias karena belum memiliki pengalaman memimpin laga besar di Laliga.  

Mourinho juga mengritik keputusan video assistant referee (VAR) karena merugikan timnya. Seperti tekel false nine Atletico Lee Kang-in kepada kapten-gelandang Real Federico Valverde. Di akhir laga, Valverde mengalami cedera engkel. 

Baca Juga: Tim Bulutangkis Memburu Tiket Semifinal Hari Ini

“Wasitnya kurang berpengalaman, hanya memimpin laga kecil. (Untuk) wasit VAR, dengan rekam jejak panjang, bisa lebih baik lagi. Selamat kepada komite wasit,” sindir Mourinho se­perti dilansir dari Madrid Universal. “Aku tidak ingin berkata ini (kesalahan wasit) direncanakan. Aku hanya mau percaya mereka salah,” imbuh pelatih yang telah menelan dua kekalahan dari total delapan laga bersama Real musim ini.  

Cholo Enggan Terpancing

Terpisah, entrenador Atletico Diego Simeone enggan terpancing dalam menanggapi komplain Mourinho. Dia memilih bersikap bijak. Cholo –julukan Diego Simeone– menyebut bahwa para pelatih –khususnya di Laliga– agar tetap menghormati keputusan wasit.  

“Saat seseorang melam­paui batas rasa hormat, maka hal itu berbahaya, tidak peduli apakah namamu Mourinho, (Hansi) Flick (pelatih FC Barcelona, red), atau Simeone, tidak semua hal bisa diterima. Anda tidak boleh melampaui batasan itu (protes wasit, red),” tutur pelatih yang telah mena­ngani Atletico sejak 23 Desember 2011 kepada Marca. 

Baca Juga: Raphinha Disamakan dengan Ronaldo-Romario Bikin Hat-trick Kedua dalam Jornada Ketujuh

Akui Kekeliruan

Tudingan Mourinho terhadap kepemimpinan wasit Ortiz Arias pada derbi Madrid telah mendapatkan perhatian dari Komite Teknis Wasit Laliga atau CTA. Dalam rilisnya, CTA mengakui kepemimpinan wasit memang “cacat”. Terutama dalam drama kartu merah Huijsen dan berbuah hadiah penalti untuk Los Colchoneros – julukan Atletico. Begitu pula dengan tekel Lee kepada Valverde. “Keputusannya membingungkan,” sebut CTA seperti dikutip COPE. 

 Selain Mourinho yang meluapkan kemarahannya di lapangan atas kepemimpinan wasit Ortiz Arias, Presiden Real Florentino Perez juga tidak bisa menahan emosinya. Seperti dilansir Mundo Deportivo, Perez terlihat uring-uringan di tribun VIP Metropolitano.(ren/dns/gem) 

Laporan JPG, Madrid

 

Editor : Arif Oktafian
real madrid jose mourinho atletico madrid