Tim Bulutangkis Putra Tantang Cina di Final

Tim Redaksi • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 11:32 WIB
Ganda putra Indonesia Fajar Alfian (kiri) dan Muhammad Shohibul Fikri melakukan selebrasi usai mengalahkan wakil Thailand pada semifinal beregu putra Asian Games 2026 di Ichinomiya, Aichi, Jepang, Rabu (23/9/2026). (Media PBSI)
Ganda putra Indonesia Fajar Alfian (kiri) dan Muhammad Shohibul Fikri melakukan selebrasi usai mengalahkan wakil Thailand pada semifinal beregu putra Asian Games 2026 di Ichinomiya, Aichi, Jepang, Rabu (23/9/2026). (Media PBSI)

AICHI (RIAUPOS.CO) - Tim bulutangkis beregu putra ditarget meraih medali emas pada Asian Games 2026. Target itu tinggal selangkah lagi dicapai. Itu seiring tiket final yang sudah berhasil digenggam Fajar Alfian dkk. Indonesia lolos ke final setelah menaklukkan Thailand 3-1 di Ichinomiya, Aichi, Jepang, Rabu (23/9).

Di partai puncak, Indonesia menghadapi Cina. Tim Negeri Panda itu kemarin lolos ke final setelah menaklukkan India 3-1. Sukses  Indonesia  melangkah ke final tak begitu mulus. Jonatan Christie yang tampil sebagai tunggal pertama belum berhasil membuka keunggulan setelah kalah dari Kunlavut Vitidsarn 17-21 dan 14-21.

Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri kemudian menjadi penyeimbang. Mereka berhasil mengatasi Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul 21-13, 21-19. ”Alhamdulillah bersyukur diberikan kemenangan hari ini (kemarin, red) dan bisa menyamakan kedudukan. Yang pasti kami tidak mau terpengaruh dengan partai pertama. Kami mencoba fokus untuk partai kami sendiri,” kata Fajar.

Baca Juga: Harry Kane Sebut Kekalahan dari Argentina adalah Momen Paling Menyakitkan bagi Inggris

Fajar mengaku sudah mengenal karakter permainan Pakkapon dari sejumlah pertemuan sebelumnya. Pengalaman tersebut membantu mereka mengantisipasi pukulan lawan. ”Mereka pasangan yang sangat bagus. Saya pernah bertemu saat masih berpasangan dengan Rian. Lalu, di Piala Thomas kemarin saat saya berpasangan dengan Joaquin. Pakkapon memiliki pukulan yang menyulitkan. Belajar dari pertemuan sebelumnya, kami sudah antisipasi,” tutur Fajar.

Kedudukan 1-1 membuat Alwi Farhan mendapat kesempatan membawa Indonesia berbalik unggul. Pemain muda tersebut menuntaskan tugasnya dengan mengalahkan Puritat Arree 21-15, 21-13. ”Alhamdulillah cukup senang bisa kembali dipercaya untuk turun sebagai tunggal kedua. Alhamdulillah bisa menyumbangkan poin. Bangga, tapi pastinya belum puas karena kita tahu target kami adalah medali emas,” kata Alwi.

Alwi menyebut para pemain Indonesia terus memegang prinsip now or never selama turnamen. Menurut dia, kesempatan tampil di Asian Games yang hanya datang empat tahun sekali, sehingga harus dimanfaatkan sebaik mungkin. ”Ini harus dijadikan hal yang sangat amat bermakna untuk bisa menyumbang medali emas untuk masyarakat Indonesia dan keluarga,” tutur Alwi.

Baca Juga: Demi Bela Filipina di Asian Games, Alex Eala Rela Didenda dengan Absen di WTA 1000 China Open

Setelah Indonesia unggul 2-1, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin tampil sebagai penentu. Mereka mengalahkan C. Charoenkitamorn/W. Thongsa-Nga dengan skor 21-15, 21-13. Kemenangan tersebut membuat Indonesia mengunci skor 3-1 dan memastikan tiket ke final. 

Tim Beregu Putri Raih Perunggu

Sukses tim putra gagal diikuti tim beregu putri.  Putri Kusuma Wardani dkk harus menyerah 0-3 dari Cina di semifinal.  Meski kalah, mereka tetap meraih medali perunggu. Putri Kusuma Wardani menjadi wakil pertama Indonesia, harus mengakui keunggulan Wang Zhi Yi dengan skor 15-21, 20-22. 

Indonesia kembali kehilangan angka pada pertandingan kedua. Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum takluk dari Liu Sheng Shu/Tan Ning 15-21, 18-21. Mutiara Ayu Puspitasari kemudian turun sebagai tunggal kedua. Namun, Chen Yu Fei masih terlalu tangguh dan menang 21-15, 21-12.(fiq/bas/jpg)

 

Editor : Arif Oktafian
Asian Games 2026 bulutangkis indonesia fajar alfian