IZMIT (RIAUPOS.CO) - Pergantian pelatih timnas Prancis dari Didier Deschamps ke Zinedine Zidane usai Piala Dunia 2026 turut mengubah formasi Les Bleus –sebutan timnas Prancis. Dari skema 4-2-3-1 bisa menjadi 4-3-3. Konsekuensinya, Zidane meminta kapten Les Bleus Kylian Mbappe berganti peran dari penyerang tengah ke wide attacker kiri.
Mbappe akan mengawalinya saat melawan Turki dalam matchday pertama grup A1 UEFA Nations League 2026-2027 di Kocaeli Stadium, Izmit, dini hari nanti (siaran langsung RCTI/Sportstars/RCTI+Vision+ pukul 01.45 WIB). Dengan Mbappe main di sayap kiri, maka false 9 Paris Saint-Germain Ousmane Dembele yang mengambil peran sebagai striker.
Sejak kekalahan Prancis oleh Spanyol dengan skor 1-2 dalam semifinal Euro 2024 (10/7/2024), Mbappe selalu bermain sebagai striker saat dimainkan sebagai starter. Sementara kali terakhir bintang Real Madrid itu main sebagai wide attacker kiri adalah saat membobol gawang Luksembourg dalam uji coba sebelum Euro 2024 (6/6/2024).
Baca Juga: Antonio Gamaroni dan Pramudya Jadi Wakil PSPS
“Ini adalah era baru dengan pelatih baru. Ini akan jadi perubahan bagi kami, tetapi aku pikir semuanya berjalan dengan sangat baik sejauh ini,” kata Mbappe mengisyaratkan bisa menerima peran baru dari Zizou –sapaan akrab Zidane– seperti dilansir dari Diario AS.
Les Bleus seperti Los Merengues
Perubahan skema main dari 4-2-3-1 menjadi 4-3-3 merupakan ide Zidane yang terinspirasi saat melatih Real Madrid (2016-2018 dan 2019-2021). Total sepuluh gelar dimenangkan Zizou bersama Real, termasuk hat-trick juara Liga Champions (2015-2016, 2016-2017, 2017-2018).
Presiden Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) Philippe Diallo berharap kesuksesan Zizou bersama Los Merengues –julukan Real– berlanjut bersama Les Bleus. Salah satunya di UEFA Nations League. Les Bleus pernah juara pada 2021 dan finis ketiga pada edisi terakhir (2025).
Baca Juga: Bulutangkis Putra Akhiri Puasa Emas 28 Tahun
“Zizou adalah orang yang paling cocok untuk memperpanjang masa keemasan kami. Bukan hanya untuk membuka potensi selalu main di semifinal (UEFA Nations League, red), tapi bisa melangkah lebih jauh ke final dan memenangkan gelar,” harap Diallo kepada surat kabar La Provence.
Guler Bisa Jadi Penerus Zidane
Bermain di Real Madrid sejak 2023, gelandang serang Turki Arda Guler kerap disebut sebagai penerus jejak Zidane yang pernah menjadi gelandang serang Real periode 2001 sampai 2006. Dini hari nanti, Zidane bisa melihat langsung Guler beraksi. Bagi Guler, laga dini hari nanti jadi kesempatannya beraksi di depan sang idola.
“Dia (Guler) memiliki sesuatu yang berbeda. Cara dia menerima bola, ketenangan di bawah tekanan, itu adalah seni bermain dengan keanggunan,” puji Zidane tentang pemain 21 tahun tersebut seperti dikutip dari Fanatik.(ren/dns/gem)
Laporan JPG, Izmit
Editor : Arif Oktafian