Tekuk Singapura 2-0, Indonesia Bawa Modal Penting Lawan Malaysia

Redaksi • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 11:25 WIB
Pemain Indonesia Ole Romeney (kiri) melakukan selebrasi bersama Tom Haye usai mencetak gol ke gawang Singapura dalam laga pertama Grup A Divisi I FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (25/9/2026).(IG TIMNAS INDONESIA)
Pemain Indonesia Ole Romeney (kiri) melakukan selebrasi bersama Tom Haye usai mencetak gol ke gawang Singapura dalam laga pertama Grup A Divisi I FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (25/9/2026).(IG TIMNAS INDONESIA)

 
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Indonesia mendapatkan modal berharga sebelum melawan musuh bebuyutan, Malaysia,  Senin (28/9) lusa. Di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (25/9), tim asuhan John Herdman itu  menundukkan Singapura 2-0 dalam laga pertama Grup A Divisi I FIFA ASEAN Cup 2026. Gol pertama dicetak Ragnar Oratmangoen pada menit ke-15. Gol kedua menit ke-74 dihasilkan lewat penalti Ole Romeney setelah pemain Singapura Safwan Baharudin terkena kartu merah karena melanggar Mitch Baker.

Hasil ini membawa Indonesia sementara duduk sebagai runner up Grup A di bawah Malaysia yang sama-sama mengumpulkan tiga poin namun kalah selisih gol. 

Harimau Malaya di laga sebelumnya menang 3-0 atas Bangladesh. Indonesia tak langsung me­ngambil alih dominasi permainan di awal babak pertama. Singapura coba mendikte permainan yang bertahan sekitar lima menit. Setelahnya, skuad Garuda langsung mengambil alih penguasaan bola dan mendapat kesempatan pertamanya pada menit keenam melalui sepakan Dean James yang memaksimalkan umpan Luke Vickery. 

Setelah tanpa henti menggempur pertahanan The Lions, Indonesia akhirnya memimpin berkat gol Ragnar Oratmangoen di menit ke-13. Luke Vickery membawa bola dari sisi kanan penyerangan sebelum melepaskan umpan yang disambut dengan sempurna oleh pemain Persib Bandung itu untuk membawa Garuda memimpin 1-0. 

Serangan dari sisi sayap menjadi andalan pelatih John Herdman untuk menusuk pertahanan Singapura. Dean James dan Luke Vickery menjadi momok bagi pertahanan Singapura di laga ini setelah beberapa kali melepaskan umpan yang mengancam gawang lawan.

Bahkan, kombinasi keduanya hampir memberi gol kedua Indonesia di menit ke-15. Sayang, Dean James terlambat menyambut umpan Vickery sehingga hanya berbuah tendangan gawang. 

Berselang 30 menit laga berjalan, Indonesia masih konsisten dalam menggempur kotak penalti Singapura. Indonesia memiliki kesempatan emas untuk menggandakan skor jelang waktu normal babak pertama berakhir.

Ragnar Oratmangoen berlari ke kotak penalti setelah mendapat umpan terobosan dari Ole Romeny. Namun, tembakannya melambung. Tak ada tambahan gol di sisa babak pertama. Skor 1-0 menjadi hasil akhir di paruh pertama. 

Babak kedua berjalan dengan lambat. Kedua tim tampak berhati-hati dalam menyusun serangan. The Lions mendapatkan tembakan tepat sasaran pertamanya di laga ini pada menit ke-57. Song Ui-young yang baru masuk langsung menjadi motor serangan Singapura. 

Dia melepaskan tembakan jarak jauh yang mampu ditangkap dengan mudah oleh Maarten Paes. Sekian menit berlalu dengan cukup monoton, Indonesia mendapat durian runtuh. Dimulai dari menit ke-69. Safuwan Baharudin melanggar Mitchell Baker tepat di depan kotak penalti. 

Wasit awalnya memberi kartu kuning. Namun, VAR menginstruksikan untuk meninjau kembali. Akhirnya, Safuwan diganjar kartu merah di menit ke-71. Petaka bagi Singapura tak sampai di situ. Setelahnya, wasit memberi hadiah penalti bagi skuad Garuda setelah pemain The Lions handball ketika Thom Haye melepaskan tendangan bebas. 

Ole Romeny yang maju menjadi eksekutor dengan lancar menuntaskan tugasnya untuk memberi gol tambahan bagi Indonesia di menit ke-74. Kendati unggul jumlah pemain, Indonesia gagal menambah pundi-pundi golnya di laga ini. Namun, skor 2-0 sudah cukup membawa Indonesia memenangkan pertandingan dan membalas hasil buruk ketika tandang ke Singapura pada Agustus lalu.(fiq/ttg/int/jpg)

Editor : Arif Oktafian
indonesia v singapura malaysia