Bulutangkis Pastikan Tambahan 4 Medali 

Tim Redaksi • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 09:30 WIB
Ganda campuran Indonesia Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah merayakan keberhasilan menyingkirkan wakil Korea Selatan Jo Sung Hyun/Jeong Na Eun dalam perempatfinal bulutangkis Asian Games 2026 di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Jepang, Ahad (27/9/2026). (PP PBSI)
Ganda campuran Indonesia Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah merayakan keberhasilan menyingkirkan wakil Korea Selatan Jo Sung Hyun/Jeong Na Eun dalam perempatfinal bulutangkis Asian Games 2026 di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Jepang, Ahad (27/9/2026). (PP PBSI)

ICHINOMIYA (RIAUPOS.CO) - Indonesia memastikan tambahan empat medali dari cabang olahraga bulutangkis Asian Games 2026. Kepastian itu didapat setelah empat wakil Merah Putih melaju ke semifinal di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Jepang, Ahad (27/9).

Keempat wakil tersebut adalah Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah di nomor ganda campuran, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin di ganda putra, Serta Alwi Farhan di tunggal putra.

Keberhasilan Indonesia mengamankan medali diawali oleh pasangan ganda campuran Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah. Mereka harus bekerja keras sebelum menyingkirkan wakil Korea Selatan, Jo Sung Hyun/Jeong Na Eun, dengan skor 21-9, 12-21, 21-19.

Baca Juga: Jelang Laga Lawan Malaysia, Ragnar Oratmangoen, Dean James, dan Emil Audero Meragukan Bisa Tampil

”Kami dari awal gim ketiga terus tertekan. Poin pun ketinggalan terus. Tapi, di poin-poin kritis, kami bisa membalikkan keadaan dan menang. Itu membuat lega dan selebrasinya cukup emosional,” ungkap Nita.

Amri juga senang bisa menyumbangkan medali dari sektor ganda campuran. Keberhasilan meraih medali pada nomor beregu sebelumnya turut meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri mereka.

”Pasangan Korea bermain sangat baik. Mereka punya speed yang bagus, defense yang kuat. Jeong Na Eun juga sangat tenang di lapangan. Tidak mudah memang hari ini (kemarin, red). Alhamdulillah, kami bisa mengatasinya,” jelas Amri.

Baca Juga: Aldila Sutjiadi Bersama Erin Routliffe Juara Singapore Open 2026, Gelar Ketiga dalam Empat Bulan

Tantangan lebih berat sudah menanti Amri/Nita pada semifinal. Mereka akan kembali berhadapan dengan pasangan Tiongkok Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping. Keduanya pernah bertemu pada semifinal Kejuaraan Dunia.

Fajar Ingin Upgrade Medali

Dari sektor ganda putra, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri juga berhasil mengamankan medali setelah menundukkan pasangan Korea Selatan, Kang Min Hyuk/Ki Dong Ju. Mereka menang melalui pertandingan tiga gim dengan skor 21-14, 20-22, dan 21-14.

Fajar memiliki target pribadi untuk meraih medali emas di nomor perorangan. Sebelumnya, dia telah mengoleksi medali perak pada Asian Games 2018 di Jakarta. ”Saya ingin menampilkan yang terbaik. Hari demi hari saya ingin kondisi saya terus membaik karena lawan juga makin ke sini semakin bagus. Intinya saya ingin upgrade medali,” ujarnya.

Baca Juga: Spanyol Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan Menjadi 39 Laga Usai Tumbangkan Inggris di Wembley

“”Untuk saya pribadi sangat senang bisa mendapatkan medali lagi untuk Indonesia. Ini Asian Games pertama saya dan berhasil dapat dua medali, tapi juga belum puas karena pertandingan belum selesai,” timpal Fikri.

Di sisi lain, Alwi belum terbendung setelah menaklukkan wakil Chinese Taipei Chou Tien Chen 21-10 dan 21-11. ”Masih ada perjuangan yang harus saya teruskan. Apapun caranya, harus bisa,” tegas Alwi.

Sayangnya, keberhasilan tersebut tidak diikuti Jonatan Christie. Unggulan pertama tunggal putra itu harus mengakhiri perjuangannya setelah kalah dari wakil Singapura, Loh Kean Yew, dengan skor 14-21, 19-21. Jojo, sapaan Jonatan mengakui keterbatasan waktu pemulihan menjadi kendala utama dalam pertandingan tersebut. \

Baca Juga: Asa Indonesia Tambah Emas Bulutangkis Asian Games 2026 Tetap Terjaga, Empat Wakil Lolos ke Semifinal

Dia mengaku belum sepenuhnya pulih setelah menyelesaikan pertandingan perempatfinal melawan wakil Srilangka Viren Nettasinghe pada pukul 02.00 dini hari. ”Kemudian, perjalanan ke hotel 50 menit. Baru bisa tidur mungkin pukul 3.30 dan sudah bangun pukul 9. Badannya sebenarnya pas datang ke sini masih seperti oke saja. Hanya pas dipakai main, power speed-nya sudah habis. Dipakai sedikit langsung lemas,” keluh Jojo.(fiq/bas/jpg)

 

Editor : Arif Oktafian
Asian Games 2026 bulutangkis indonesia fajar alfian