(RIAUPOS.CO) - Jurgen Klopp mengatakan kekalahan pertamanya sebagai pelatih Jerman -- kekalahan mengejutkan 1-0 di kandang melawan Yunani di UEFA Nations League pada Senin (28/9/2026) dini hari WIB adalah bagian dari proses saat ia berupaya untuk membangkitkan kembali tim pemenang Piala Dunia empat kali itu.
Pemain pengganti Yunani, Dimitrios Kourbelis, mencetak gol dengan tembakan yang dibelokkan pada menit ke-74, sedikit merusak suasana di Augsburg tempat Klopp melakukan debut kandangnya sebagai pelatih Jerman. Itu adalah kekalahan pertama Jerman dari Yunani, juara Eropa 2004.
"Itu bagian dari proses, tentu saja," kata Klopp kepada stasiun televisi ARD.
Baca Juga: PHR Dorong Ketahanan Energi dari Zona Rokan
"Susunan pemain, formasi, banyak perubahan -- itu semua 100% keputusan saya."
Jurgen Klopp mengawasi hasil imbang 1-1 melawan Belanda dalam pertandingan pertamanya sebagai pelatih pada hari Kamis. Ia melakukan lima perubahan pada susunan pemain awalnya pada Senin dinin hari. Tim barunya mendominasi babak pertama melawan Yunani dengan 77% penguasaan bola menurut Opta, meskipun tanpa menciptakan banyak peluang gol yang jelas.
Karim Adeyemi memaksa Konstantinos Tzolakis melakukan penyelamatan gemilang pada menit ke-32 tetapi kiper Yunani itu tidak banyak melakukan penyelamatan berarti.
Baca Juga: ISPU Kampar Capai 185, BPBD Tetap Waspadai Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang
"Sepakbola, begitulah adanya," kata Klopp kepada UEFA.com.
"Hasil imbang malam ini pun sudah cukup memuaskan, tapi kalah—itu terlalu berat. Saya rasa kami tidak pantas kalah, tapi tetap saja terjadi, dan inilah hasilnya.”
"Yunani punya rencana untuk pertandingan malam ini. Kami harus lebih yakin dengan apa yang kami lakukan. Dan saat itu, semuanya akan berjalan baik."
Tim tamu menjadi lebih ambisius di babak kedua, dengan Fotis Ioannidis melewatkan peluang besar, dan bek Jonathan Tah mencegah peluang lainnya, sebelum Kourbelis mengejutkan para penggemar tuan rumah.
Baca Juga: FIFA ASEAN Cup 2026: Tom Haye Kartu Merah, 10 Pemain Timnas Indonesia Tahan Imbang Malaysia 0-0
"Sejujurnya, kami tidak bermain cukup baik," kata Tah.
"Tentu saja kami kecewa dan marah ketika kalah. Tapi yang penting adalah kami tetap bersatu. Itu tidak akan berubah, euforia seputar pelatih baru. Jika kami tidak bermain bagus dan kalah, tentu saja tidak semua orang akan senang. Tapi kami bisa menebusnya di pertandingan berikutnya."
Jerman selanjutnya akan menghadapi Serbia di Munich pada hari Kamis sebelum bertandang untuk menghadapi Yunani di laga balasan Ahad depan.
Klopp mengatakan dia akan terus merotasi skuadnya.
"Kami akan mengubah skuad, mengubah tim," katanya.
"Hal baiknya adalah tim lawan belum tentu tahu bagaimana kami akan bermain, tetapi kami sendiri pun belum tahu bagaimana kami akan bermain, karena kami harus menyatukan kembali kelompok ini. Kami bisa mengambil banyak pelajaran dari pertandingan ini, dan kami akan melakukannya -- dan kami akan mengusahakannya."***
Editor : Edwar YamanSumber : espn.com