INCHINOMIYA (RIAUPOS.CO) - Indonesia Raya kembali berkumandang di podium tertinggi bulu tangkis Asian Games 2026. Kali ini, giliran Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin yang mempersembahkan medali emas.
Mereka naik podium tertinggi setelah mengalahkan pasangan Cina Liang Weikeng/Wang Chang pada partai final ganda putra di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Jepang, kemarin (29/9).
Leo/Daniel harus melewati pertarungan tiga gim sebelum memastikan kemenangan dengan skor 18-21,21-13, dan 21-18. Hasil tersebut sekaligus mengantarkan Indonesia meraih medali emas ketiga di Asian Games 2026 dan menjadi emas kedua dari cabang bulutangkis.
Baca Juga: Luis de la Fuente Sebut Lamine Yamal Gunakan 'Keajaibannya' untuk Kepentingan Spanyol
Kemenangan Leo/Daniel terasa istimewa. Sebab, mereka telah mengakhiri penantian Indonesia di nomor ganda putra. Tradisi emas yang terjaga sejak Asian Games 2010 itu sempat terputus pada edisi Hangzhou 2022. Kala itu, Leo/Daniel tersingkir di babak kedua, sedangkan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto terhenti di perempatfinal.
Kini, Leo/Daniel kembali menempatkan Indonesia di puncak podium. Mereka menjadi pasangan kedelapan yang menyumbangkan emas ganda putra sejak nomor tersebut dipertandingkan pada Asian Games Jakarta 1962.
Sebelum Leo/Daniel, Indonesia pernah berjaya melalui pasangan Markis Kido/Hendra Setiawan di Guangzhou 2010, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan di Incheon 2014, serta Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon di Jakarta-Palembang 2018.
Baca Juga: Argentina Tidak Akan Terburu-buru Berikan Nomor 10 Milik Lionel Messi kepada Pemain Lain
Perjalanan menuju podium tertinggi kali ini tidak mudah. Leo/Daniel sempat kehilangan gim pertama. Namun, mereka mampu bangkit dan mengubah jalannya pertandingan. Daniel mengungkapkan, mereka terus saling mengingatkan agar tidak kehilangan fokus.
”Terima kasih kepada tuhan. Bersyukur kami berdua tadi saling mengingatkan di permainan tadi (kemarin, red). Terus juga kami bilang ke satu sama lain, kalau enggak sekarang kapan lagi (juara). Jadi, kami mau memaksimalkan kesempatan yang sudah diberikan,” kata Daniel.
Teringat Dukungan Keluarga
Leo menambahkan, komunikasi dan dukungan dari tim menjadi bagian penting. Mereka juga menjadikan hasil pertemuan sebelumnya melawan pasangan Tiongkok itu sebagai motivasi.
Baca Juga: Manchester City Terbukti Bersalah atas Semua Tuduhan Pelanggaran Keuangan Liga Premier
Kemenangan itu juga membawa emosi tersendiri bagi Leo. Di tengah sorak-sorai kemenangan, dia teringat keluarga yang terus memberikan dukungan dan doa. Sang istri, orang tua, kakak, serta keluarga menjadi sumber kekuatan selama menjalani persiapan.
”Ya pastinya ingat sama orang tua saya. Dan saya juga terima kasih sekarang untuk punya istri. Jadi istri saya mendoakan dan orang tua saya juga sama kakak saya, keluarga seluruh keluarga mendoakan,” tuturnya.
Bagi Leo, medali emas ini bukan hanya pencapaian pribadi bersama Daniel. Ada kebanggaan yang lebih besar karena mereka membawa nama keluarga dan Indonesia. Apalagi, keduanya menyadari bahwa bulu tangkis Indonesia tengah mendapat sorotan setelah prestasi yang dinilai menurun.
Baca Juga: Kiper Tanjung Verde, Vozinha: Dari Viral di Piala Dunia hingga Masuk Nominasi Kiper Terbaik 2026
”Ini medali yang sangat penting ya buat kita berdua, buat keluarga, buat seluruh Indonesia. Kita tahu kita disorot karena prestasinya turun,” ungkap Leo.(fiq/bas/jpg)
Editor : Arif Oktafian