BURSA (RIAUPOS.CO) - Italia melibas Turki 4-1 dalam laga kedua grup 1 League A (A1) UEFA Nations League di Yuzuncu Yil Ataturk Stadyumu, Bursa, Selasa (29/9). Bukan hanya menjadi kemenangan pertama pada periode kedua kepelatihan Roberto Mancini atau disebut Mancini 2.0 oleh beberapa media.
Kemenangan itu sekaligus menjadi obat bagi publik Italia pasca tragedi Zenica, 31 Maret lalu. Saat itu, Italia tersingkir dalam playoff kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa. Juara dunia empat kali itu dieleminasi oleh Bosnia-Herzegovina via adu penalti 1-4.
Penebusan Bastoni
Kemenangan kemarin pun jadi kemenangan pertama Italia pada laga kompetitif sejak tragedi Zenica. “Setiap kali aku teringat malam di Zenica, aku selalu sedih. Aku berutang budi kepada orang-orang Italia empat tahun ke depan. Aku harap kami akan menebusnya,” ucap bek tengah Italia Alessandro Bastoni kepada Rai Sport.
Baca Juga: Roadshow Honda DBL with Kopi Good Day 2026
Di balik tragedi Zenica, ada peran Bastoni yang mendapat kartu merah pada menit ke-41. Namun, kemarin, bek tengah Inter Milan berusia 27 tahun itu seperti menebusnya dengan menjadi pembuka kemenangan Gli Azzurri –julukan Italia– saat laga baru berjalan sembilan menit.
“Aku tahu potensiku dan apa yang bisa aku berikan untuk Italia. Dengan bantuan semua rekan setim, kami mencoba membawa Italia kembali ke tempat yang seharusnya,” tutur pemain yang punya koleksi 4 gol dari 44 caps tersebut.
Handuk Sakti Kayode
Kontribusi pemain belakang dominan dalam kemenangan Italia. Selain Bastoni, bek kanan Michael Kayode turut menyumbang gol. Debutan berusia 22 tahun asal Brentford FC itu juga mengancam lini pertahanan Turki lewat lemparan ke dalam. Peran throw-ins taker sudah dilakoni Kayode bersama The Bees –sebutan Brentford FC.
Baca Juga: Leo/Daniel Pulihkan Tradisi Emas Ganda Putra
Karena peran tersebut, Kayode selalu membawa handuk ke mana-mana dia bergerak. “Jujur saja, aku bingung melihat dia (Kayode) selalu membawa handuk di pinggir lapangan. ’Apa yang dia lakukan’, kataku pada saat itu. Tetapi, itu taktik yang bagus,” tutur gelandang Italia sekaligus pencetak gol kedua, Davide Frattesi, seperti dikutip dari Football Italia.
Dalam laga kemarin, kakak beradik Pio dan Sebastiano Esposito bermain bersama sebagai starter. Pio (Inter) sebagai striker dan Sebastiano (US Sassuolo) melakoni debut di sisi kiri. Esposito bersaudara mengingatkan publik Italia kepada Cevenini bersaudara, Aldo dan Luigi. Pada 111 tahun lalu, mereka menjadi starting XI kontra Swiss.(ren/dns/gem)
Laporan JPG, Bursa
Editor : Arif Oktafian