Raih Emas Panahan, Hani Ingin Umrahkan Ibu 

Tim Redaksi • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 10:18 WIB
NURISA DIAN ASRIFAH. (JPG)
NURISA DIAN ASRIFAH. (JPG)

OKAZAKI (RIAUPOS.CO) - Tidak ada target tinggi yang diusung Nurisa Dian Ashrifah saat menjalani debut Asian Games di Aichi-Nagoya 2026. Pemanah Indonesia yang akrab disapa Hani itu hanya ingin menikmati setiap pertandingan dan bisa melepaskan anak panah dengan nyaman. 

Namun, keinginan sederhana tersebut justru membawanya meraih medali emas nomor compound individual putri. Hani memastikan emas panahan pertama untuk Indonesia dalam sejarah Asian Games setelah mengalahkan atlet Filipina Amaya Amparo Cojuangco dengan skor 139-137 di Okazaki Chuo Sogo Park Multipurpose Square, Kamis (1/10). 

Kemenangan itu sekaligus menjadi pencapaian terbesar dalam karier atlet berusia 20 tahun tersebut. ”Dari awal saya tidak berekspektasi. Yang penting enak nembaknya,” ucap Hani.

Baca Juga: Timnas Indonesia Jumpa Thailand di Final FIFA ASEAN Cup, John Herdman: Terima Kasih Suporter 

Kualifikasi Tidak Berjalan Mulus

Perjalanan Hani menuju podium tertinggi tidak sepenuhnya mulus. Pada babak kualifikasi, pemanah asal Semarang itu hanya menempati peringkat kedelapan dengan koleksi 701 poin. Namun, posisi tersebut tidak membuatnya terbebani. 
Dia memilih fokus pada setiap tembakan dan berusaha menjaga kenyamanan selama bertanding. ”Sebenarnya dari kualifikasi saya cuma mencoba untuk menembak dengan nyaman. Hasil mengikuti. Ternyata, di sesi kedua saya bisa menaikkan skor dan akhirnya peringkat delapan,” tuturnya.

Lawan-Lawan Tangguh

Ujian pertama Hani pada babak gugur datang dari wakil India Chikitha Taniparthi. Lawannya bukan sosok sembarangan. Chikitha sebelumnya sudah mengoleksi dua medali emas dari nomor beregu putri dan beregu campuran (mixed team) Asian Games 2026.

Baca Juga: Roadshow Honda DBL with Kopi Good Day Sambangi SMA Darma Yudha, Siap Pertahankan Gelar Champion 

Pertandingan berlangsung di bawah terik matahari pagi. Posisi matahari yang tepat berada di depan arah tembak sempat menjadi tantangan tersendiri. Beruntung, Hani mengenakan topi sehingga tetap bisa membidik sasaran dengan baik. Kemenangan atas wakil India tersebut membuka jalan Hani menuju babak berikutnya. 

Namun, tantangan yang lebih berat sudah menanti. Kali ini, dia harus berhadapan dengan pemanah Korea Selatan Kang Yeon-seo yang tampil konsisten pada pertandingan sebelumnya. Yoohyun bahkan sempat mencatatkan perfect score. Meski demikian, Hani mampu mengatasi Yeon-seo dengan skor 147-143.

Adaptasi Cuaca

Selain menghadapi lawan tangguh, Hani juga harus beradaptasi dengan perubahan cuaca di arena pertandingan. Angin yang tiba-tiba bertiup cukup kencang membuatnya sempat panik. Padahal, sejak babak kualifikasi hingga pertandingan sebelumnya, kondisi angin relatif tenang.

Baca Juga: Dramatis! Atlet Panahan Nurisa Dian Sumbang Emas Kelima, Indonesia Lampaui Target Asian Games 2026

Di partai puncak, tantangan kembali datang dari perubahan kondisi cuaca. Angin semakin kencang seiring matahari yang mulai meninggi. Namun, Hani mampu menjaga konsistensi tembakannya saat menghadapi Amaya. Pertandingan berlangsung ketat hingga set keempat. Kedua pemanah saling mengejar poin sebelum Hani akhirnya memastikan kemenangan dengan keunggulan dua angka 139-137.

Ingin Umrahkan Ibu

Di balik keberhasilan Hani, ada sosok sang ibu, Nurlisa, yang menjadi sumber motivasi Hani. Medali emas Asian Games itu secara khusus ingin dipersembahkan kepada perempuan yang selalu mendukung perjalanan kariernya. 

Bahkan, sang ibu sudah memiliki harapan tersendiri jika Hani mendapatkan bonus dari pemerintah atas keberhasilannya meraih emas. Nurlisa ingin menggunakan bonus tersebut untuk menunaikan ibadah umrah.
”Jelas untuk ibunda tercinta. Pesan dari ibu cuma bilang kalau bonus dapat Rp3 miliar, ibu bisa umrah. Saya ingin mewujudkan harapan ibu,” kata Hani.

Baca Juga: Bangkitkan Semangat SMKN 4 Pekanbaru Roadshow Tim Honda DBL with Kopi Good Day 2026 

Minta Bonus Rp3 M Ditabung

Indonesia berhasil melampaui target empat medali emas di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 berkat tambahan emas kelima ini. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengapresiasi pencapaian ini.

Pemerintah telah menyiapkan bonus Rp3 miliar bagi peraih medali emas. Namun, jumlah yang diterima setiap atlet disesuaikan dengan kategori pertandingan. Yakni, perorangan, ganda, dan beregu.

Erick pun mengingatkan para atlet peraih medali agar bijak mengelola bonus dari pemerintah. Bonus atlet jangan digunakan untuk kebutuhan sesaat. Dia menyarankan agar sebagian bonus disimpan dan dikelola sebagai bekal untuk menghadapi masa depan. 

Baca Juga: Berburu Banyak Gol demi Tiket Final

Apalagi, karier seorang atlet profesional memiliki masa aktif yang terbatas. ”Saya sudah sampaikan (kepada para atlet peraih medali agar) bonus-bonusnya ditabung,” ucap Ketua Umum PSSI itu.(fiq/dns/jpg)

 

Editor : Arif Oktafian
Nurisa Dian Ashrifah Hani panahan Indonesia