Zizou-Mancio Pamer Playmaker Adu Kreativitas Olise dan Tonali

Tim Redaksi • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 11:16 WIB
LINE UP PRANCIS V ITALIA. (JPG)
LINE UP PRANCIS V ITALIA. (JPG)

SAINT DENIS (RIAUPOS.CO) - Zinedine Zidane dan Roberto Mancini semasa aktif jadi pesepak bola dikenal sebagai playmaker andal. Kini, Zizou –sapaan akrab Zinedine Zidane dan Mancio –sapaan akrab Roberto Mancini– harus menularkan pengalamannya tersebut di timnas besutan masing-masing, Prancis dan Italia. 

Matchday ketiga grup A1 UEFA Nations League di Stade de France, Saint-Denis, dini hari nanti pun seolah jadi panggung adu pamer kreativitas pemain nomor 10 pilihan Zizou dan Mancio (siaran langsung RCTI/MNC Soccer Channel/K-Vision/RCTI+/Vision+ pukul 01.45 WIB). 

Zizou menunjuk Michael Olise untuk peran nomor 10 dan bukan playmaker Manchester City Rayan Cherki. Di sisi Mancini, Sandro Tonali yang ditunjuk Mancio berperan sebagai trequartista alias pengatur serangan Italia. Jika Olise telah mencatatkan satu gol dan satu umpan gol, Tonali berkontribusi satu umpan gol. 

Baca Juga: SMA Darma Yudha Siap Pertahankan Gelar Champion 

“Dia (Olise) punya bakat yang murni dan dia sangat suka bermain dengan bola. Anda bisa melihatnya. Dia merasakan permainan ini. Aku senang memperhatikan caranya memainkan bola,” kata Zidane tentang Olise kepada TF1. 

Permainan Olise sebagai nomor 10 pun diakui Thierry Henry yang menangani  wide attacker Bayern Munchen itu di Olimpiade Paris 2024. “Sekarang, kalian bisa menyaksikan Michael (Olise) dengan versi lebih matang,” klaim Henry.  

Transformasi Sandy

Yang mengejutkan adalah Tonali yang diberi peran nomor 10. Posisi asli Sandy –sapaan akrab Tonali semasa membela Newcastle United– bukan gelandang pengatur serangan, melainkan central midfielder (CM). Kemampuan Tonali sebagai nomor 10 muncul karena berada di tangan pelatih yang tepat. 

Baca Juga: Dramatis, Indonesia Hadapi Thailand di Final

Sejak Eddie Howe di Newcastle United, kemampuan Tonali sebagai pengatur serangan makin terasah bersama Roberto De Zerbi yang menangani Tottenham Hotspur musim ini. “Sandro pemain yang bisa menerangkan beberapa peran berbeda di lapangan. Dia telah mengambil peran yang lebih konstruktif di Spurs,” ulas Antonio Gagliardi, penasehat taktik timnas Italia, kepada Calciomercato. 

Cherki Terpinggirkan

Di sisi lain, skema 4-3-3 yang diusung Zidane membuat Cherki kehilangan peran sebagai gelandang serang di belakang penyerang alias pemain nomor 10. Padahal, di klubnya, Manchester City. Cherki jadi kreator gol lewat umpan-umpannya. Bersama Zidane, pemain 23 tahun itu harus mengambil peran sebagai salah satu dari trio gelandang.

Pengamat sepakbola Prancis Tony Chapron menyebut, Cherki tidak sesuai dengan karakter permainan Prancis era Zidane yang lebih bertenaga. “Menurutku, pihak yang paling rugi dengan taktik Zidane adalah Cherki. Dengan talentanya, performa Rayan (Cherki) menjadi biasa saja,” beber Chapron kepada Canal+. (ren/dns/gem)

Laporan JPG, Saint Denis 

Editor : Arif Oktafian
prancis vs italia uefa nations league michael olise