NAGOYA (RIAUPOS.CO) - Kontingen Indonesia menutup Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan menempati peringkat ke-16 klasemen akhir. Tim Merah Putih mengoleksi 5 medali emas, 11 perak, dan 23 perunggu. Lima emas tersebut sekaligus membuat Indonesia melampaui target yang ditetapkan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Sebelumnya, Indonesia ditargetkan membawa pulang empat medali emas.
Meski perolehan medali emas melampaui target, namun secara posisi Indonesia turun dibandingkan edisi sebelumnya. Pada Asian Games 2022 Hangzhou, Kontingen Merah Putih menempati peringkat ke-13.
Bulutangkis menjadi penyumbang emas terbanyak bagi Indonesia. Dua emas diraih melalui nomor beregu putra dan ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.
Baca Juga: Mencari Penebusan
Tiga emas lainnya datang dari cabang berbeda. Masing-masing dipersembahkan Rahmat Erwin Abdullah dari angkat besi, Desak Made Rita Kusuma Dewi dari panjat tebing, dan Nurisa Dian Ashrifah dari panahan.
Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia Todotua Pasaribu mengapresiasi perjuangan seluruh kontingen.
“Asian Games adalah ajang pertarungan yang penuh dengan tantangan. Tapi dengan koordinasi yang baik, dengan konsolidasi yang baik, kami dengan NOC, dengan Kemenpora dan khususnya para cabang olahraga yang mengikuti kompetisi ini, kita berkoordinasi dengan baik,” ujar Todotua, Ahad (4/10).
Baca Juga: Jika Menang Lawan Thailand, Ranking Indonesia Naik ke Posisi 113 Dunia, John Herdman Harap Dukungan
Seluruh rangkaian perjalanan kontingen selanjutnya akan menjadi bahan evaluasi. “Selebihnya nanti kita akan laporkan ke NOC dan juga kepada Kemenpora untuk menjadi suatu review bagi dunia industri olahraga nasional kita ke depannya,” tutur Todotua.
Cina Juara Umum 12 Kali Beruntun
Cina kembali menjadi juara umum Asian Games untuk ke-12 kalinya secara beruntun. Negeri Tirai Bambu itu menutup Aichi-Nagoya 2026 dengan capaian 169 medali emas, 89 perak, dan 83 perunggu.
Dominasi itu ditopang banyak wajah baru. Dari 815 atlet yang dikirim ke Jepang, 548 di antaranya berstatus debutan. Sebanyak 27 persen diantaranya bahkan merupakan atlet kelahiran setelah 2005.
Salah satunya adalah perenang 13 tahun Yu Zidi. Dia berhasil meraih tiga emas dalam debutnya di Aichi-Nagoya. Lalu, ada juga perenang 19 tahun Zhang Zhanshuo. Dia mengoleksi tujuh emas dari delapan nomor yang diikuti.
Baca Juga: PSPS Bungkam Semen Padang FC, Skor Tipis 1-0
Zhang menjadi perenang pertama dalam sejarah Asian Games yang meraih tujuh emas dalam satu edisi. “Saya sangat senang bisa meraih tujuh medali emas ini. Ke depan, tujuh emas tersebut akan menjadi motivasi yang lebih besar bagi saya,” ujar Zhang dikutip dari OCA.
Selain itu, ada juga Chen Yujie, 17, yang menjadi penentu kemenangan Tiongkok dalam estafet campuran 4x100 meter. Berlari sebagai pelari terakhir, dia melakukan come back dan membawa Cina unggul dengan selisih 0,09 detik dari Thailand.
Sedangkan di nomor lempar lembing ada Yan Ziyi. Atlet 18 tahun itu mencatat rekor Asian Games lewat lemparan 70,46 meter. Dia hanya membutuhkan satu percobaan untuk mencatat rekor tersebut.
Baca Juga: PSPS Pekanbaru Vs Semen Padang FC Masih 0-0 di Babak Pertama
“Asian Games kali ini sepenuhnya mencapai tujuan sebagai ajang pematangan tim. Para atlet tampil percaya diri, positif, dan terbuka, serta menunjukkan semangat, keteguhan, dan keberanian generasi muda Tiongkok di era baru,” ujar Gao Zhidan, Ketua Kontingen Cina dikutip dari Xinhua.(ka/fiq/bas/jpg)
Editor : Arif Oktafian