PEKANBARU (RIAU POS.CO) -- SMAN 1 (Smansa) Rengat berhasil meraih kemenangan dramatis pada laga pembuka hari keempat Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau. Sempat tertinggal sejak kuarter pertama, Smansa Rengat mampu membalikkan keadaan pada kuarter pamungkas.
Naufal Two Putra Riska menjadi sosok penentu kemenangan atas SMAN 5 Pekanbaru (Fivers). Tembakan bebas yang dieksekusinya berhasil mengubah skor menjadi 27-26 saat pertandingan menyisakan sembilan detik.
Dalam pertandingan tersebut, Naufal mencatatkan tujuh poin dan lima rebound setelah bermain selama 25 menit. Ia juga membukukan persentase field goal sempurna, yakni 100 persen, dengan seluruh dua percobaan tembakan dua angkanya berhasil masuk ke ring.
Baca Juga: Aqua DBL Dance 2026 Riau Suguhkan Kisah Malin Kundang hingga Revolusi Musik
Bagi Naufal, sapaan akrabnya, pertandingan ini menjadi pengalaman yang menegangkan sekaligus berkesan. Pada penampilan perdananya di DBL Riau 2026, ia berhasil membantu tim melewati laga sengit yang menuntut ketenangan hingga detik-detik terakhir.
Perjalanan Smansa Rengat untuk meraih kemenangan tidak berlangsung mudah. Mereka mengawali pertandingan dengan tertinggal 8-12 pada kuarter pertama. Situasi semakin sulit ketika Fivers memperlebar keunggulan menjadi 20-11 pada kuarter kedua, kemudian menutup kuarter ketiga dengan skor 23-14.
Meski demikian, Smansa Rengat tidak menyerah. Memasuki kuarter keempat, mereka mulai memangkas ketertinggalan hingga akhirnya berhasil menyamakan kedudukan menjadi 26-26. Dalam situasi yang semakin menegangkan, kesempatan melalui tembakan bebas menjadi momen krusial bagi Smansa Rengat.
Baca Juga: Delapan Famiglia Hadirkan Naga Biru Dongker, Kobarkan Semangat SMAN 8 Pekanbaru
Naufal yang dipercaya sebagai eksekutor mampu memanfaatkan peluang tersebut dengan baik. Tembakannya membawa Smansa Rengat berbalik unggul 27-26 ketika pertandingan menyisakan sembilan detik. Keunggulan tipis itu akhirnya menjadi penentu kemenangan mereka dalam laga yang berlangsung dramatis.
"Rasanya lega sekali. Saya juga menyangka kalau free throw-nya bakal masuk, karena sebelumnya sudah latihan intens sebelum DBL ini," ungkap Naufal, pada Senin, (12/10)
Pengalaman menghadapi momen krusial menjadi bagian penting dalam perjalanan Naufal bersama Smansa Rengat. Namun, menghadapi tekanan dalam pertandingan ketat bukanlah perkara mudah. Ia mengaku berusaha menjaga ketenangan selama berada di lapangan.
Baca Juga: PSPS Pekanbaru Pemuncak Klasemen, Wako Agung: Energi Masyarakat Bawa Dampak Positif
"Aku cuma ikutin arahan coach aja," tuturnya saat ditanya mengenai caranya menghadapi tekanan dalam pertandingan sengit.
Bagi Naufal, basket bukanlah olahraga yang baru ditekuninya. Ia mulai bermain basket sejak duduk di bangku kelas VII SMP. Ketertarikannya terhadap olahraga ini tumbuh dari kebiasaan orang tuanya yang kerap mengajaknya menyaksikan pertandingan basket.
Bahkan, Naufal sudah mengenal atmosfer DBL sejak 2019. Kala itu, ia menyaksikan Smansa Rengat berlaga di partai final. Pengalaman tersebut menjadi salah satu momen yang membuatnya semakin mengenal kompetisi basket antar pelajar ini.
Baca Juga: PLN Raih Sector Champion dan Runner Up BUMN Layanan Terbaik CX100 Award 2026
Setelah merasakan langsung ketatnya persaingan di DBL Riau 2026, Naufal memiliki target yang ingin diwujudkan bersama timnya. "Karena saya ingin melaju ke babak selanjutnya dan juara di DBL Riau 2026," pungkasnya.
Kemenangan atas Fivers melalui comeback pada kuarter terakhir menjadi modal penting bagi Smansa Rengat. Lebih dari sekadar keunggulan satu angka, keberhasilan Naufal mengeksekusi tembakan bebas saat pertandingan menyisakan sembilan detik menunjukkan pentingnya menjaga fokus hingga peluit akhir berbunyi.
Editor : Rinaldi