PEKANBARU (RIAU POS.CO) -- Di balik perjuangannya menekuni olahraga basket bersama SMAN 4 Pekanbaru (SMANFOUR), Albert Nicholas Sianipar ternyata memiliki pengalaman menarik di bidang seni. Siswa yang akrab disapa Bert tersebut pernah meraih posisi ketiga dalam Festival Digital Musikalisasi Puisi tingkat Provinsi Riau pada 23 Juni 2026.
Prestasi itu berawal dari ajakan guru seni budaya SMANFOUR, Fandi Hidayat, kepada Bert dan sejumlah siswa lainnya untuk mengikuti ajang yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan. Tanpa ragu, mereka menerima tawaran tersebut dan mulai mempersiapkan penampilan bersama.
Bert tergabung dalam kelompok yang beranggotakan enam orang. Mereka membawakan musikalisasi puisi bertema laut dengan mengandalkan kemampuan masing-masing anggota.
Baca Juga: Naufal Two Putra Jadi Penentu, Smansa Rengat Comeback atas Fivers
"Kami mulai berlatih bersama selama 1 pekan, musikalisasi puisi kami sudah sangat matang karena proses latihan yang serius," cerita Bert, Ahad, (11/10).
Pengalaman di dunia seni menjadi salah satu bagian menarik dalam perjalanan Bert sebagai siswa kelas XII. Namun, di luar prestasi tersebut, ia juga memiliki cerita panjang dalam menekuni olahraga basket bersama Fourth Basketball Team, tim basket sekolahnya.
Ketertarikan Bert terhadap basket bermula ketika ia duduk di bangku kelas III SD. Saat itu, ia melihat kakak-kakak SMP datang ke sekolahnya dan bermain basket. Pemandangan tersebut membuatnya tertarik mencoba olahraga yang akhirnya terus ia tekuni hingga SMA.
Baca Juga: Aqua DBL Dance 2026 Riau Suguhkan Kisah Malin Kundang hingga Revolusi Musik
Meski sudah mengenal basket sejak kecil, Bert awalnya hanya menjadikan olahraga tersebut sebagai hobi. Keseriusannya untuk mengembangkan kemampuan baru tumbuh ketika memasuki kelas X SMA.
"Aku mulai latihan lebih giat supaya bisa masuk ke dalam tim dan main di Honda DBL with Kopi Good Day Riau," ujar Bert.
Perjalanan Bert untuk bergabung dengan tim basket sekolah tidak selalu berjalan mulus. Pada tahun pertamanya, ia merasa kemampuan yang dimiliki masih tertinggal dibandingkan pemain lain. Akibatnya, ia belum berhasil mendapatkan tempat di tim.
Baca Juga: Delapan Famiglia Hadirkan Naga Biru Dongker, Kobarkan Semangat SMAN 8 Pekanbaru
Memasuki kelas XI, Bert semakin rutin berlatih setiap hari demi meningkatkan kemampuannya. Sayangnya, kesempatan untuk bergabung dengan tim inti Fourth Basketball Team kembali belum berhasil ia dapatkan.
"Waktu itu saya kesal, tetapi saya harus sadar kalau kesal tidak ada gunanya. Jadi, saya terus berlatih setiap pulang sekolah," ungkapnya.
Kerja keras tersebut akhirnya membuahkan hasil. Saat duduk di kelas XII, Bert mendapatkan kesempatan untuk tampil di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau. Meski hanya sekali merasakan atmosfer kompetisi tersebut, ia tetap berusaha memberikan penampilan terbaik bagi timnya.
Baca Juga: Prof Ahmad Fadli Terpilih Jadi Rektor Unri, Siapkan Pembenahan Tata Kelola dan Optimalisasi Aset
Namun, perjalanan Fourth Basketball Team harus berakhir dengan kekalahan setelah ditundukkan SMA Kalam Kudus Pekanbaru dengan skor 30-17 pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Kekalahan itu tentu sempat menghadirkan rasa sedih bagi Bert.
Meski demikian, pengalaman tersebut tidak membuatnya berhenti berkembang. Ia tetap bertekad untuk terus berlatih dan berjuang agar dapat membawa timnya meraih hasil yang lebih baik pada kesempatan berikutnya.
Di tengah perjuangannya mengejar mimpi di lapangan basket, Bert juga telah membuktikan kemampuannya bersama tim musikalisasi puisi. Dua pengalaman berbeda tersebut menjadi bagian dari prosesnya untuk terus belajar, bekerja sama, dan berani mengambil setiap kesempatan.
Editor : Rinaldi