Kritik Taktik Carrick MU Dipermalukan Como 1-4

Tim Redaksi • Dipublikasikan Jumat, 23 Oktober 2026 | 11:56 WIB
Pemain Como 1907, Nicolas Paz, saat mencetak gol ke gawang Manchester United dalam pertandingan Liga Champions UEFA di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Como, Italia, Kamis (22/10/2026). (Marco BERTORELLO/AFP)
Pemain Como 1907, Nicolas Paz, saat mencetak gol ke gawang Manchester United dalam pertandingan Liga Champions UEFA di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Como, Italia, Kamis (22/10/2026). (Marco BERTORELLO/AFP)

COMO (RIAUPOS.CO) - Jabatan Michael Carrick sebagai tactician Manchester United semakin digoyang setelah klub berjuluk The Red Devils itu gagal menang dalam tujuh laga terakhir. Bahkan, United jadi bulan-bulanan klub milik Djarum Group, Como 1907, dalam matchday ketiga fase league Liga Champions kemarin (22/10). Bruno Fernandes dkk kalah 1-4 dalam laga di Stadio Giuseppe Sinigaglia tersebut.

Kekalahan kelima Carrick musim ini juga diwarnai kritik dari Fernandes. Kapten sekaligus gelandang serang United itu mengkritik taktik Carrick di kandang Como.

“Itu keputusannya (Carrick) tidak melakukan pengawalan man-to-man dan kadang meninggalkan space di belakang karena hanya menunggu untuk mere­but bola. Memberi space kepada tim seperti Como malah membuat mereka jadi lebih percaya diri,” begitu kritikan Fernandes seperti dilansir dari The Guardian. 

Baca Juga: Ningbo Open: Petenis Filipina Alex Eala Tersingkir di 16 Besar, Rybakina Melaju ke Perempatfinal

Menurut Fernandes, melakukan pressing tinggi dan membuat tim lawan tidak nyaman malah sukses dilakukan pemain Lariani –julukan Como. “Lihatlah, bek Como menjagaku di setengah lapangan sendirian. Kita perlu memecahkan­nya secara tim. Sayangnya, kami tidak mampu melakukannya. Apakah taktik (Carrick) tepat? Dia yang harusnya menjawab, bukan aku,” beber Fernandes.

Salahkan Performa Pemain

Ketika dikonfirmasi terkait kritik Fernandes, Carrick membalasnya dengan menyebut para pemain-lah yang gagal menampilkan performa terbaik. Bukan hanya karena pilihan strateginya. “Sebenarnya kami hanya melakukan pressing man-to-man setengah-setengah di babak kedua dan kebobolan gol dari situ,” klaim Carrick.

“Sistem apa pun yang Anda mainkan, taktik apa pun yang Anda gunakan, kalau Anda tidak berlari ke depan dan ke belakang, Anda tidak akan menang,” imbuh pelatih yang pernah jadi karteker (2021) sebelum dipercaya sebagai interim per 13 Januari lalu hingga permanen pada Mei lalu.

Ruang Ganti Terbelah

Imbas dari kekalahan di Como hingga perbedaan pendapat antara Carrick dan Fernandes membuat ruang ganti United terbelah. Gelandang United Youri Tielemans mengakui situasi ruang ganti United sedang keruh. ”Kami tidak kompak sebagai tim. Kami tidak bermain dengan baik secara bersama-sama. Saat kami menguasai bola, kami tidak mampu mengambil keputusan yang tepat,” ucap Tielemans kepada MUTV. 

Baca Juga: Skor Akhir Persib Bandung 0 Madura United 1, Dimitar Mitkov Pastikan Kemenangan di Menit Akhir

Tielemans merupakan pemain yang datang di era Carrick atau musim panas lalu. Kapten timnas Belgia itu pun diklaim pro Carrick. Bukan seperti Fernandes yang sudah lama menghuni ruang ganti United atau sebelum era Carrick. 

Mini Mou di Depan Pintu

Jika sebelumnya pelatih Brighton & Hove Albion Fabian Hurzeler jadi kandidat pengganti Carrick, nama baru muncul kemarin. Media-media Inggris menyebut mantan pelatih Bayern Munchen dan timnas Jerman Julian Nagelsmann jadi favorit baru petinggi United.

Kemunculan Nagelsmann di bench Allianz Arena, Munchen, dalam laga Bayern kontra Arsenal di Liga Champions kemarin juga menyiratkan kans Nagelsmann siap melatih lagi. Mini Mou – julukan Nagelsmann– masih menganggur setelah gagal membawa Jerman lolos ke 16 besar Piala Dunia 2026. Posisi Nagelsmann sudah digantikan Jurgen Klopp.(ren/dns/gem)

Laporan JPG, Como

 

Editor : Arif Oktafian
MU vs Como manchester united Como 1907