Tiga Menit Selamatkan Carrick 

Tim Redaksi • Dipublikasikan Kamis, 5 November 2026 | 11:24 WIB
Penyerang Manchester United Matheus Cunha menendang bola yang berbuah gol  dalam pertandingan Liga Champions UEFA melawan AS Roma di Old Trafford, Manchester, Rabu (4/11/2026). (Oli SCARFF/AFP)
Penyerang Manchester United Matheus Cunha menendang bola yang berbuah gol dalam pertandingan Liga Champions UEFA melawan AS Roma di Old Trafford, Manchester, Rabu (4/11/2026). (Oli SCARFF/AFP)

MANCHESTER (RIAUPOS.CO)Michael Carrick sekali lagi menyaksikan keajaiban Old Trafford saat Manchester United menghadapi AS Roma dalam fase league Liga Champions kemarin (4/11). United yang tertinggal dua gol pada 17 menit awal comeback dan menang 3-2 berkat brace Matheus Cunha hanya dalam rentang tiga menit (83’ dan 86’).

Situasinya sama persis seperti saat United comeback dari ketertinggalan tiga gol melawan Atalanta BC dalam fase grup Liga Champions 2021–2022. Bedanya, saat itu Carrick masih jadi asisten Ole Gunnar Solskjaer. Kini, Carrick menduduki kursi panas yang pernah dirasakan Solskjaer.

Saat itu, jabatan Ole juga ada di ujung tanduk. Sama dengan Carrick saat ini. Kemenangan atas AS Roma boleh dibilang menyelamatkan jabatan Carrick yang diklaim akan dieva­luasi saat jeda internasional atau setelah United menghadapi Aston Villa di Premier League akhir pekan ini (8/11).

Baca Juga: Mourinho Puji Bellingham sebagai Pemain  Unik setelah Real Madrid Menang Dramatis di Athena

Kemenangan atas Giallorossi –sebutan AS Roma– sekaligus mengakhiri streak sembilan laga United tanpa kemenangan. “Aku tidak memiliki bola kristal untuk mengetahui apa yang bakal terjadi selanjutnya. Kami masih punya laga di akhir pekan, laga yang sangat penting lawan Aston Villa, yang perlu dipersiapkan lebih baik lagi,” tutur Carrick kepada MUTV.

Titik Balik setelah Turun Minum

Performa United pada babak pertama saat melawan AS Roma memang buruk dan tanpa struktur permainan yang jelas. Tetapi, setelah turun minum, Bruno Fernandes dkk bermain lebih baik. The Red Devils –julukan United– jauh lebih agresif, lebih padat di lini tengah, dan lebih tajam di serangan.

“Kami sudah membahasnya ketika jeda laga dan itu hanya perlu satu momen. Para pemain memanfaatkan setiap peluang kecil dengan sebaik-baiknya dan penampilan fantastis mereka terbayar (dengan kemenangan, Red),” beber Carrick.

Baca Juga: Liverpool Menyesalkan Gol-Gol Mudah yang Ceroboh dalam Kekalahan di Fenerbahce

Gelandang Youri Tielemans menyebut, taktik Carrick yang meminta pemain bermain dengan garis pertahanan tinggi jadi kunci comeback. ”Karakter permainan seperti itulah yang dibutuhkan United ke depan,” kata kapten timnas Belgia tersebut seperti dikutip dari Manchester Evening News. 

Kecewa Penalti The Red Devils

Sementara itu, allenatore AS Roma Gian Piero Gasperini kecewa dengan hadiah penalti untuk United. Penalti pada menit ke-58 itu dieksekusi Fernandes untuk menjadi gol pertama The Red Devils. Meski, Fernandes beruntung penalti diulang setelah ada pemain AS Roma yang masuk ke kotak 16 sebelum tendangan dilakukan. Dalam kesempatan pertama, Fernandes gagal.

“Sangat menjengkelkan masih melihat hadiah penalti seperti itu diberikan di ajang seperti Liga Champions. Penalti itu memberi momentum bagi United dan kami tidak mampu mengimbanginya,” kritik Gasperini dikutip dari La Gazzetta dello Sport.(ren/dns/gem)

Laporan JPG, Manchester

 

Editor : Bayu Saputra
manchester united as roma michael carrick