Sepertinya mustahil, bila dikatakan unta bisa masuk lubang jarum. Mari kita simak firman Allah SWT dalam Alquran berikut ini: Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan dan sombong kepada ayat-ayat kami, tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit, dan mereka tidak akan masuk surga sampai unta bisa masuk ke lubang jarum. (Q.S. Al Araat 7: 40)
Lubang Hitam (black hole) merupakan tempat di ruang angkasa yang menyedot segala sesuatu di dekatnya, cahaya dan radiasi tidak bisa memancar ke luar, sehingga gelap tak terlihat.
Bintang yang berukuran 10 kali massa matahari bila runtuh akan menjadi lubang hitam yang sangat padat dengan radius 3 km. Menurut Stephen Hawking, lubang-lubang hitam sebesar ujung jarum tersebar di penjuru alam ini.
Sedangkan di pusat-pusat galaksi ada lubang hitam super-masif berukuran sejuta massa matahari yang dengan dahsyat menyedot apa pun di sekitarnya. Teori General Relativity, Einstein mengharuskan adanya suatu tempat yang merupakan kebalikannya, dengan persamaan akar kuadrat negatif, yakni disebut Lubang Putih (white hole), dimana segala sesuatu dimuntahkan keluar.
Lokasinya tidak di alam semesta yang kita diami ini tetapi di dalam kembarannya (paralel universe). Fenomena alam kembar diisyaratkan dalam ayat, Alhamdulillahi robbil alamin, yang berarti Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan seluruh alam.
Menurut Karl Schwarzchild, pakar astrofisika, lubang hitam dan lubang putih bisa terhubung oleh lorong yang disebut Lubang Cacing (worm hole).
Sebagaimana yang terjadi di dasar lubang hitam, di lubang cacing hukum-hukum fisika juga tidak berlaku, ruang dan waktu bertukar tempat dan akhirnya melebur dalam kesatuan singularitas. Akibatnya jarak dan waktu berhenti bila diukur dengan ukuran bumi.
Kebenaran black hole ini dinyatakan dalam Al-Quran surat Al Waqiah ayat 75 (QS 56: 75) yang berbunyi: Aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang. Sebenarnya kata mawaqi lebih tepat diterjemahkan menjadi kecil dan masif bukan beredar.
Kata nujuum berarti bintang-bintang dalam pengertian jamak dari bentuk tunggalnya najm. Jadi pengertiannya adalah bintang-bintang yang sangat kecil dan massif yang dalam astrofisika dikenal sebagai bintang neutron, dan jika bintang itu lebih massif lagi ketika mati dapat menjadi black hole, ketika bintang-bintang kehabisan energi mengecil dan sangat massif.
Bintang menjadi berukuran kecil dengan massa yang sangat besar dan gaya gravitasinya menjadi sangat kuat dapat menyedot cahaya yang melaluinya.
Menurut Ir H Bambang Pranggono MBA IAI dalam bukunya: Mukjizat Sains Dalam Al-Quran menggali Inspirasi Ilmiah, halaman 18 mengatakan sebagai berikut. Walhasil, unta tidak mustahil masuk lubang jarum.
Dalam kitab Tafsir At-T habary disebut bahwa Ibnu Abbas membaca al-jamalu yang bearti unta, dengan al-jummalu yang bearti tali tambang pengikat kapal. Nah, tambang lebih tipis dari ukuran unta, lebih tidak mustahil masuk lubang jarum di black hole.
Para ahli menyebut black hole sebagai gerbang, tempat masuk. Persis istilah Al Quran dalam ayat di atas, abwabus samai, pintu gerbang langit.
Di dasar lubang hitam, ruang dan waktu berhenti menjadi singularitas, persis sebagaimana pernyataan Surat Yaasiin (36) ayat (64) yang mengatakan, ‘’Bila Kami kehendaki tentu akan Kami jadikan mereka tetap terpaku di tempatnya, tidak bisa maju tidak bisa mundur’’.
Black hole adalah bintang yang setelah proses thermonuklir-nya padam, runtuh ke dalam karena kekuatan gravitasinya sendiri. Sehingga, cahayapun tersedot, tidak bisa memancar keluar, akhirnya menjadi gelap dan hitam.
Menurut Martin Rees, dalam our cosmic habitat, ruang angkasa dilubangi oleh terbentuknya black hole. Istilah ini persis dengan isyarat Al Quran dalam Surat At-Thaariq (86) ayat 1-3, ‘’Demi langit dan yang dating pada malam hari, tahukah kamu apakah yang dating pada malam hari itu? (yaitu) bintang yang cahanya melubangi’’.
Kata tsaqib dalam bahasa Arab artinya membuat lubang kecil seperti dengan jarum atau paku. Jadi, rupanya Allah SWT. Mengungkapkan rahasia-rahasia alam ciptaanya dalam Al Quran dengan cara menarik rasa penasaran kita terhadap kalimat-kalimat tertentu.
Bila kita pasif saja, tentu tak akan menemukan hikmah lebih dalam. Islam akan bisa maju bersaing di dunia bila para ilmuan Muslim senantiasa kritis menggali ungkapan-ungkapan tersembunyi dalam ayat-ayat Al Quran.
Istilah lubang jarum (sammil-khiyath) di sini serupa dengan istilah lubang cacing (wormhole) dalam pembahasan ilmu pengetahuan mengenai black hole. Sedangkan kata abwabussamaai diartikan sebagai pintu-pintu langit yang juga adalah black hole. Di sini kembali diperlihatkan bagaimana perkembangan ilmu pengetahuan yang canggih bersesuaian dengan Al Quran. Subhanallah.***
Rony Ardiansyah, Peminat Sains Quran/Dosen Pasca Sarjana Magister Teknik Sipil UIR Editor : Rindra Yasin