Misteri Kakbah Menggegerkan NASA
Rindra Yasin • Jumat, 13 April 2012 | 07:40 WIB
Lebih dari satu miliar manusia di planet Bumi, lima kali dalam setiap harinya menghadap ke Kabah. Ya, Kakbah merupakan tempat berkiblatnya umat Islam seluruh penjuru dunia, tanpa dibatasi oleh sekat-sekat suku, ras, maupun negara. Ritual ini disebut salat.
Selain menghadap ke satu tempat yang sama yaitu Kabah, dalam melakukan salat kaum muslim juga menggunakan bahasa Arab.
Selain salat, Kakbah juga dibanjiri jutaan orang untuk berziarah dan menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci setiap tahunnya.
Di dalamnya terdapat tawaf, prosesi memutari Kabah sebagai syarat sahnya. Bagaikan matahari yang dikitari planet-planet, setiap saat Kabah tak henti di-tawafi para peziarah.
Riwayat menceritakan, bahwa Kakbah pada masa itu terletak di atas buih yang keras, yaitu benda pertama yang muncul di bumi ini, Maha Benarlah Allah Swt. yang telah berfirman: Sesungguhnya rumah yang pertama dibangun di muka bumi ini adalah di Makkah. (QS. Ali Imran: 96).
Istilah Kabah adalah bahasa Al-Quran dari kata kabu yang berarti mata kaki atau tempat kaki berputar bergerak untuk melangkah.
Ayat 5/6 dalam Al-Quran menjelaskan istilah itu dengan Kabain yang berarti dua mata kaki dan ayat 5/95-96 mengandung istilah Kabah yg artinya nyata mata bumi atau sumbu bumi atau kutub putaran utara bumi.
Telah banyak bukti keagungan dan kekuasaan Allah Subhana Wa Taala yang menyebar di luar angkasa. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Makkah adalah pusat planet bumi.
Fakta tersebut juga didukung dan diteliti dalam sebuah penelitian ilmiah. Tatkala Neil Amstrong untuk waktu pertama kalinya yang melakukan perjalan ke luar angkasa dan mengambil gambar dari planet Bumi.
Dia berkata bahwa planet bumi tampak menggantung di suatu area yang sangat gelap, pertanyaannya..lalu siapakah yang menggantung planet bumi tersbut?
Setelah itu para astronot berikutnya yang kembali melakukan perjalan ke luar angkasa, menganalisa keadaan planet bumi tersebut. Merekapun berpendapat bahwa planet bumi mengeluarkan seperti radiasi yang berpusat dari kota Makkah, lebih tepatnya berasal dari Kabah.
Dengan secara resmi merekapun mengumumkan berita penemuan itu melalui media internet dalam website maupun situs- situs yang mengupas tentang teknologi, akan tetapi sangat disayangkan setelah 21 hari kemudian website maupun situs tersebut raib dan hilang dari peredaran, sepertinya ada unsur kesengajaan dan alasan yang tersembunyi di balik penghapusan website tersebut.
Yang juga cukup membuat geger para peneliti adalah bahwa radiasi yang berpusat dari Kabah tersebut, radiasi yang tampak tersebut bersifat tidak berujung (Infinite), dan hal ini lebih meyakinkan para peneliti tentang radiasi tersebut ketika mereka mengambil foto planet Mars dan radiasi tersebut tampak masih berlanjut terus menerus.
Seolah dalam hal ini, para peneliti Muslim meyakini bahwa radiasi tersebut memiliki suatu karakteristik yang menghubungkan antara kabah di planet bumi dengan kabah dari negeri akhirat (sumber: tausyah.wordpress.com/2011/09/07/).
Kemudian para peneliti tersebut melanjutkan lagi penelitian mereka, bahwa di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, terdapat suatu area yang di beri nama Zero Magnetism Area, yang berarti apabila kita menggunakan kompas pada area tersebut maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak atau berfungsi sama sekali oleh karena daya tarik antara kedua kutub tersebut (utara dan selatan) sama besar kekuatannya.
Hal ini menjadi penyebab bahwa orang-orang yang tinggal di Makkah, dipercaya bahwa mereka cenderung lebih sehat dibanding orang-orang dari Negara yang lain karena kehidupan mereka tidak banyak dipengaruhi oleh kekuatan gravitasi.
Dan kerena itulah apabila kita mengelilingi Kabah, seolah-olah kita seperti di-charge ulang oleh suatu energi misterius entah darimana asalnya dan hal ini adalah merupakan fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.
Dalam penelitian yang lain mengungkapkan bahwa batu yang bernama Hajar Aswad, adalah merupakan batu yang tertua di dunia dan mengapung apabila diletakkan di atas air.
Dalam sebuh Museum di Inggris, terdapat tiga potongan batu tersebut yang berasal dari Kabah serta pihak Museum tersebut juga mengatakan bahwa bongkahan-bongkahan batu tersebut bukan berasal dari sistem tata surya kita.
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda : Hajar Aswad itu diturunkan dari Surga, warnanya lebih putih daripada susu, dan dosa-dosa anak cucu Adam-lah yang menjadikannya hitam.
Dengan demikian telah membuktikan bahwa tidak ada keraguan lagi atas apa-apa yang Allah Taala turunkan dalam kitabnya yaitu Al Quran yang mengandung banyak pengetahuan sains dan modern, demikian pula dengan sunnah-sunnah Rasulullah yang menerangkan atas kalimat-kalimat wahyu dari Allah Subhana wa Taala Rabb sekalian alam. Wallahutaala alam.***
Rony Ardiansyah, Peminat Sains Quran/Dosen Pasca Sarjana Magister Teknik Sipil UIR Editor : Rindra Yasin