Di dalam tujuh ayat Alquran terdapat pembahasan tentang tujuh langit ini. Di antara keseluruhan interpretasi beragam yang membahas tujuh langit, berikut ini adalah interpretasi yang paling tepat.
Yaitu, maksud dari tujuh langit (samâwât sab’) adalah makna hakiki dari tujuh langit yang ada. Yaitu, yang dimaksud dengan langit di sini bukanlah planet, melainkan kumpulan dari bintang-bintang dan kosmos angkasa.
Dan maksud dari angka tujuh merupakan angka jumlah yang telah kita kenal, bukan angka yang mengindikasikan arti banyak.
Hanya saja, di dalam ayat-ayat lain Alquran ditemukan bahwa seluruh apa yang kita lihat dari bintang-bintang, planet, galaksi, dan meteor-meteor berkaitan dengan rangkaian langit pertama atau langit terdekat alias langit dunia.
Oleh karena itu, di balik kosmos agung ini, terdapat enam kosmos lain (enam langit) yang satunya lebih baik dari yang lainnya. Dan keenam kosmos ini (paling tidak hingga hari ini) berada di luar jangkauan ilmu pengetahuan manusia.
Dalam surat Ash-Shaffat (37), ayat 6 difirmankan, ”Sesungguhnya Aku telah menghiasi langit yang terdekat dengan hiasan bintang-bintang.”
Seperti disebutkan pada surat di atas, maka yang disebut langit yang dekat tersebut adalah langit dunia kita ini atau disebut juga alam semesta kita ini.
Digambarkan bahwa langit yang dekat itu dihiasi dengan bintang-bintang yang cemerlang, dan memang itulah isi yang utama dari alam semesta.
Bintang-bintang membentuk galaksi dan klaster hingga superklaster. Planet-planet sesungguhnya hanyalah pecahan dari bintang-bintang itu.
Seperti tata surya kita, matahari adalah sebuah bintang dan sembilan planet yang mengikatinya adalah pecahannya, atau pecahan bintang terdekat lainnya.
Sedangkan tokoh utama di langit pertama ini adalah kita manusia yang mendiami bumi, planet anggota tata surya.
Langit pertama ini tidak terbatas namun diperkirakan berhingga. Artinya batasan luasnya tidak diketahui tapi sudah bisa dipastikan ada ujungnya.
Diperkirakan diameter alam semesta mencapai 30 miliar tahun cahaya. Artinya jika cahaya dengan kecepatannya 300 ribu km/detik melintas dari ujung yang satu ke ujung lainnya, maka dibutuhkan waktu 30 miliar tahun untuk menempuhnya.
Hal serupa juga dinyatakan dalam Alquran surat Al-Mulk ayat 5 (QS 67:5). Kata assamaa’addunyaa bearti langit yang kita lihat sekarang ini atau langit dunia, hal ini untuk membedakan dengan langit-langit lainnya.
Perlu disimak pengertian langit dunia (langit dekat) yaitu langit pertama dari tujuh langit yang diciptakan Allah SWT. Langit yang tidak dapat kita amati.
Sebagaimana dinyatakan dalam Alquran surat An-Naba ayat 12 (QS 78: 12) yang berbunyi: “Dan Aku membangun di atas kamu tujuh (langit) yang kukuh”.
Kata sab’an syidaadaa berarti tujuh langit yang kukuh. Jadi alam semesta ini terdapat banyak (tujuh) langit. Yang pertama adalah alam semesta yang kita kenal tempat Galaksi Bima Sakti dan tata surya kita berada (menurut Umar Juoro dalam bukunya Kebenaran Al-Qur’an dalam Sains: 44) yang akan hancur pada hari kiamat. Alam semesta lainnya adalah tempat kita akan tinggal setelah kematian, dihidupkan kembali dan dihisab. Allah Maha Mengetahui.
Galaksi terdiri dari bintang, debu dan gas berkumpul karena gravitasi. Garis tengah suatu galaksi mencapai ratusan dan bahkan riabuan tahun cahaya. Galaksi di mana tata surya kita berada yaitu Bima Sakti atau Milky Way terbentuk 100 juta tahun setelah big bang, yaitu sekitar 13,6 miliar tahun yang lalu.
Bentuknya meyerupai cakram besar, seperti telur ceplok, dan berputar dengan kecepatan yang sangat tinggi sekitar 650.000 km per jam, luar biasa cepatnya untuk ukuran kita.
Matahari dan semua planetnya berada di dalam Galaksi Bima Sakti. Kalau Bumi dan seluruh planet di tata surya bergerak mengelilingi Matahari, maka Matahari dan seluruh sistem di dalamnya bergerak mengelilingi pusat Galaksi Bima Sakti yang selama ini jadi rumahnya.
Di dalam Galaksi Bima Sakti, Matahari berada di salah satu lengan spiralnya pada jarak 26.000 tahun cahaya dari pusat Bima Sakti. Dan pusat Galaksi Bima Sakti merupakan sebuah lubang hitam supermasif. Galaksi Bima Sakti ini mempunyai garis tengah 100.000 tahun cahaya dan terdiri dari 200 miliar bintang.
Matahari berada di pusat tata surya dengan diameter 1.390.000 km, sekitar 109 kali diameter Bumi, artinya Matahari masih bisa memuat 1 (satu) juta Bumi dicencang-cencang dimasukkan ke bola Matahari, dan Matahari merupakan 99,9 persen dari massa sistem tata surya dan 0,1 persen sisanya adalah massa planet-planet (termasuk Bumi), asteroid, meteor, komet, dan debu yang beredar di sekeliling Matahari.
Matahari bergerak mengelilingi pusat Galaksi Bima Sakti dalam orbit yang hampir lingkaran dengan kecepatan 782.000 km/jam. Waktu yang dibutuhkan oleh Matahari untuk menyelesaikan satu putaran mengelilingi pusat Bima Sakti adalah 226 juta tahun dan semenjak pertama kali terbentuk 4,6 milyar tahun lalu Matahari baru 20,4 kali mengelilingi pusat Bima Sakti.
Matahari akan terus berputar mengelilingi pusat Bima Sakti. Ia masih akan melakukan 31 putaran lagi sampai ia kehabisan bahan bakar hidrogn di inti dan masuk tahap evolusi berikutnya sekitar 7 milyar tahun dari sekarang.
Jarak terdekat dari tata surya kita adalah Proxima Centaury yang jaraknya 4,2 tahun cahaya. Ini berarti cahaya membutuhkan waktu 4,2 tahun dari Proxima Centaury untuk sampai ke Bumi.
Dengan kata lain cahaya yang kita amati di Bumi sebenarnya adalah sudah 4,2 tahun yang lalu meninggalkan bintang Proxima Centaury. Jika kita mempergunakan pesawat ruang angkasa, maka kita membutuhkan waktu sekitar sepuluh ribu tahun untuk mencapai bintang terdekat ini.
Galaksi lain yang tergolong besar di alam raya (alam dunia) ini adalah Andromeda dengan garis tengah 200.000 tahun cahaya (dua kali garis tengah Bima Sakti) dan berjarak 2,5 juta tahun cahaya dari tata surya kita.
Jarak antara galaksi Bima Sakti dengan Andromeda mendekat dengan kecepatan 500.000 km per jam. Dalam waktu 3 miliar tahun (lama sebelum matahari menjadi raksasa merah yaitu tahapan matahari sebelum mengalami kematian) dua galaksi ini akan bertabrakan.
Alam semesta (langit dunia) ini terdiri dari miliaran galaksi, baik yang tampak maupun yang tidak tampak. Coba bayangkan besarnya alam dunia yang tidak berbatas ini. Subhanallah..***
Rony Ardiansyah, Peminat Sains Quran/Dosen Pascasarjana Magister Teknik Sipil UIR. Editor : Rindra Yasin