Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Mengembalikan Pancasila ke Tengah Masyarakat

Rindra Yasin • Rabu, 1 Juni 2016 | 12:07 WIB
RIAUPOS.CO - HARI ini, 1 Juni bangsa ini memperingati hari lahirnya Pancasila, kita sepatutnya prihatin dengan apa yang belakangan dipraktikkan oleh banyak anak bangsa. Prihatin karena Pancasila seakan tidak lagi menjadi pegangan hidup dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Makin terang-terangan saja terjadi pamer perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Hari ke hari kita melihat betapa sila-sila Pancasila sudah tak tercermin lagi. Konflik antar-etnis, antar-agama, atau persoalan primordial lain dengan gampangnya muncul di mana-mana.

Bahkan, lebih memprihatinkan lagi ketika dalam pertarungan politik, seperti di tubuh partai besar seperti Partai Golkar, PPP dan beberapa partai lainnya. Masing-masing tokoh sepertinya tidak perduli dengan nilai-nilai keluhuran Pancasila, malah sebagian memunculkan sikap ego sehingga persatuan bangsa pun sering diabaikan.

Padahal ini penting, seherusnya Sila Persatuan Indonesia tidak tergerus oleh kepentingan sesaat, hendaknya semua yang terlibat dalam arus kompetisi di politik ini, tidak bergerak dengan ego masing-masing. Jangan lupakan bahwa sebenarnya ada perekat bernama Pancasila, yang membuat kita semua merasa satu bangsa.

Kita juga prihatin ketika mendapati kenyataan bahwa cita-cita berkeadilan sosial yang seharusnya dirasakan masyarakat, begitu sulit  terwujud. Justru yang terjadi adalah praktik keserakahan, di mana kemakmuran hanya menjadi monopoli para oknum pejabat dan segelintir kroninya yang rakus dengan berbagai modus korupsi tanpa batas. Mereka inilah sebenar-benar pengkhianat Pancasila. Sebab, karena ulah mereka, masyarakat yang sepantasnya menikmati keadilan itu, terampas kesempatannya. Dalam kondisi begini, pemerintah seharusnya mampu memberantas korupsi sehingga terwujud kesejahteraan rakyat yang berkeadilan.

Di sisi lain, negara juga harus mampu memberikan kepastian hukum dan menciptakan rasa keadilan kepada masyarakat. Sebagai pemegang mandat penyelenggara negara, pemerintah juga harus mampu menciptakan aparat hukum yang bersih. Memang pada akhirnya, contoh sebagai Pancasilais harus dimulai dari para pengelola negara. Terutama para pemimpin yang memberikan keteladanan bagaimana menjadi seorang manusia Indonesia yang memegang Pancasila sebagai jalan hidup. Tanpa itu, sosialisasi macam apa pun sulit mengembalikan Pancasila ke tengah masyarakat.*** Editor : Rindra Yasin