Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Memaknai Keberagaman dengan Pendidikan Multibudaya

Rindra Yasin • Rabu, 10 Mei 2023 | 11:16 WIB
Photo
Photo

Bhinneka Tunggal Ika, semboyan bangsa Indonesia yang berasal dari Bahasa Sansekerta dan berarti berbeda-beda tetapi tetap satu juga. Bhinneka Tunggal Ika dapat dimaknai sebagai semangat untuk tetap bersatu menjadi lebih maju walaupun Indonesia merupakan bangsa yang kaya dengan beragam budaya, etnis, agama, dan adat istiadatnya.

Penanaman semangat Bhinneka Tunggal Ika tidak serta muncul dalam diri seseorang. Terlebih dahulu kita sebagai masyarakat Indonesia perlu memahami bahwa Indonesia merupakan negara yang multikultural. Multikultural disini bermakna bahwa masyarakat Indonesia memiliki karakter yang beragam, dikarenakan beragamnya etnis, ras, adat istiadat, dan agama yang ada di Indonesia.

Demi mendukung tercapainya sinergi antara kebudayaan yang beragam, maka pemaknaan multikultural perlu dilakukan sedini mungkin, salah satunya melalui pendidikan multibudaya. Pendidikan multibudaya merupakan pendidikan yang memberikan pengalaman belajar yang inklusif bagi siswa dari latar belakang budaya yang berbeda, sehingga dapat menghargai keberagaman budaya yang ada.

Dalam pendidikan multibudaya, peserta didik dikenalkan dan diajak untuk memahami perbedaan budaya yang ada, seperti kepercayaan, Bahasa, adat istiadat, dan praktik sosial lainnya yang muncul dari perbedaan latar belakang budaya. Peserta didik diajak untuk memahami bahwa perbedaan tersebut bukanlah menjadi pemicu diskriminasi ataupun konflik sosial, tetapi perbedaan tersebut haruslah dimaknai secara positif yang menjadikan Indonesia bangsa yang kaya.

Pelaksanaan pendidikan multibudaya menjadikan peserta didik sebagai pusat pembelajaran, dimana peserta didik berperan aktif, tidak hanya menerima informasi dari pendidik, tetapi juga dapat pula bertindak sebagai kontributor dalam pembelajaran. Keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran salah satunya dapat dilakukan dengan memasukkan pengalaman dan pandangan pribadi berdasarkan latar belakang budaya yang mereka miliki, sehingga pembelajaran menjadi lebih beragam, berwarna, dan kaya.

Melalui pembelajaran ini peserta didik dapat memahami dan memaknai perbedaan cara pandang dan nilai sebagai sesuatu yang perlu dihargai dalam konteks keragaman budaya di lingkungan pembelajaran.

Dalam pelaksanaannya, tentu penerapan pendidikan multibudaya tidak semudah yang terlihat. Berbagai tantangan yang dihadapi seperti ketersediaan sarana dan prasarana belajar yang belum merata, kemampuan guru untuk mengimplementasikan pendidikan multibudaya ke dalam kurikulum, dan adanya penolakan dari sebagian masyarakat yang belum siap menerima keragaman budaya, menjadi hal yang perlu diatasi. Berarti, perlu ada kolaborasi dari pemerintah, Lembaga Pendidikan dan masyarakat untuk menyukseskan pendidikan multibudaya.

Kolaborasi antara pemerintah, Lembaga Pendidikan, dan masyarakat harus menjadi satu kesatuan yang utuh dan saling mendukung satu sama lain. Dari sisi pemerintah, guna mendukung pendidikan multibudaya, pemerintah dapat memperkuat kebijakan maupun program-program yang mendukung pendidikan multibudaya, misalnya dengan memberikan akses yang lebih luas bagi siswa dari latar belakang budaya yang berbeda, menyediakan pelatihan bagi pendidik, dan mendukung pendidik untuk mengintegrasikan pendidikan multibudaya ke dalam pembelajaran. Pemerintah juga dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana yang memadai dan merata di semua tempat, sehingga pesan keragaman budaya Indonesia lebih mudah tersampaikan.

Dari sisi Lembaga Pendidikan, untuk mengimplementasikan Pendidikan multibudaya, sekolah dapat menggunakan strategi belajar ataupun memberikan program yang mendukung pendidikan multibudaya kepada peserta didik, seperti adanya kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti oleh peserta didik dari berbagai suku, memasukkan isu keberagaman budaya ke dalam pembelajaran, memfasilitasi aktivitas maupun diskusi yang dapat mengembangkan pemahaman dan sikap menghargai keragaman budaya, serta memberikan contoh penghargaan terhadap keragaman budaya dengan menunjukkan sikap terbuka dan menghargai perbedaan budaya yang ada di kelas.

Selanjutnya, masyarakat dapat mengambl peran untuk memperkuat pendidikan multibudaya yang telah diberikan di sekolah. Masyarakat disini dapat bermakna lingkungan keluarga maupun masyarakat luas. Peran yang dapat dilakukan masyarakat antara lain dengan mendukung program-program pendidikan multibudaya di sekolah, ikut mensosialisasikan keberagaman budaya Indonesia kepada peserta didik baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat, dan membiasakan sikap menghargai keberagaman dalam hidup bermasyarakat.

Pendidikan multibudaya sebaiknya juga dapat mengajarkan peserta didik untuk bisa beradaptasi dengan budaya di lingkungan dimana mereka berada. Sebagaimana pepatah “Dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung” yang bermakna bahwa kita harus dapat mengikuti atau setidaknya menghormati adat istiadat yang berlaku di daerah yang kita tinggali. Dengan memegang prinsip ini, peserta didik dapat membangun hubungan yang baik dengan orang lain, mempertahankan integritas dan kepercayaan dirinya, serta memperoleh penghargaan dari orang lain.

Pada dasarnya pendidikan multibudaya perlu mulai kita sisipkan dalam pembelajaran maupun keseharian peserta didik. Dalam pendidikan multibudaya, yang perlu dipahami adalah perbedaan budaya bukan merupakan sumber perpecahan ataupun menjadi ancaman bagi persatuan bangsa, tetapi justru menambah kekayaan budaya Indonesia. Melalui penanaman makna toleransi dan menghargai perbedaan budaya, selain mewujudkan Indonesia yang kaya, kita juga dapat membangun masyarakat yang harmonis dan inklusif.

Untuk memberikan pendidikan multibudaya yang optimal, tidak cukup dilakukan oleh Lembaga Pendidikan saja. Pemerintah, orang tua, dan masyarakat perlu terlibat secara kolaboratif dengan Lembaga pendidikan dalam membelajarkan siswa. Oleh karena itu, melalui tulisan ini penulis ingin sedikit berbagi dan mengenalkan pendidikan multibudaya di kalangan masyarakat luas. Ide mengenai topik ini penulis dapatkan saat mengambil mata kuliah Kajian Pedagogik yang diampu oleh Bapak Prof. Turmudi, M.Ed., M.Sc., Ph.D.

Penulis memberi apresiasi kepada guru, dosen, Lembaga Pemerintah, Lembaga Pendidikan, dan seluruh masyarakat yang telah terlibat dalam menyukseskan pendidikan multibudaya dan membangun karakter positif dalam diri peserta didik. Perjuangan dalam memberikan pendidikan multibudaya harus diberikan sejak dini dan secara kolaboratif. Melalui pendidikan multibudaya, diharapkan perpecahan yang terjadi dikarenakan perbedaan latar belakang budaya dapat teratasi, sehingga kita memperoleh masyarakat yang lebih solid dan memiliki semangat Bhinneka Tunggal Ika.***

Editor : Rindra Yasin