Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Guru, Orangtua Kedua bagi kita (Refleksi Peringatan HGN dalam Islam)

Rindra Yasin • Senin, 27 November 2023 | 09:59 WIB
Photo
Photo

Agama Islam sangat menghormati kedudukan dan profesi seorang guru. Pasalnya, guru adalah orang yang memiliki banyak ilmu pengetahuan. Dan guru juga sebagai orang yang memiliki tugas mendidik serta membagikan ilmunya kepada siswa-siswanya sehingga seorang guru juga dapat disebut sebagai pendidik. Mereka mendidik anak-anak sekolah tempat dimana mereka mengajar.

“Jika manusia meninggal maka terputuslah amalnya, kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh yang mendoakan kedua orang tuanya.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dalam hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim ini, dapat kita simpulkan ada tiga amalan yang tidak akan terputus walaupun seseorang itu telah meninggal dunia. Salah satu diantaranya adalah ilmu yang bermanfaat diajarkan kepada manusia yang lain. Salah satu dari ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang diberikan seorang guru kepada murid-muridnya.

Jadi seorang guru seharusnya dapat mengarahkan para siswanya untuk mengenal Allah SWT lebih dekat melalui seluruh ciptaannya. Kewajiban lain dari seorang guru juga harus menaruh kasih sayang kepada siswanya dengan memperlakukannya seperti memperlakukan anak sendiri. Bahkan seorang guru harus dapat memberikan contoh yang baik kepada siswa-siswanya.

Dalam buku pendidikan dalam konsep Imam Al-Ghazali yang ditulis oleh Muhammad Nafi, guru atau pendidik merupakan spiritual father bagi seorang murid. Mereka memberinya santapan jiwa serta rohani dengan ilmu dan pendidikan akhlak yang baik yang dapat dicontoh oleh siswanya.

Bagaimana kedudukan serta profesi seorang guru dalam ajaran Islam? Pertama guru merupakan suatu unsur yang sangat penting dan tidak bisa diabaikan begitu saja dalam proses belajar mengajar. Karena guru juga yang menentukan berhasil atau tidaknya sebuah proses dalam belajar mengajar. 

Oleh karena itu, dalam proses pendidikan dan pengajaran perlu tersedianya guru yang qualified, artinya ialah disamping menguasai materi pelajaran, metode mengajar, juga mengerti tentang dasar-dasar pendidikan bagi anak didik. Profesi seorang guru dalam Islam dianggap begitu mulia dan sangat dihargai kedudukannya. Seorang guru memiliki tempat dan derajat yang tinggi, tidak hanya di dunia tetapi juga di akhirat kelak.

Dalam Al-Qur’an surat Al-Mujadilah ayat 11, Allah SWT berfirman: Artinya: “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS Al-Mujadilah: 11).

Profesi guru dalam Islam dianggap begitu mulia dan sangat dihargai kedudukannya. Seorang guru memiliki tempat dan derajat yang tinggi, tidak hanya di dunia tetapi juga di akhirat kelak sebagaimana dalam hadis dibawah ini.

“Hendaklah kamu semua memuliakan para ulama karena mereka itu adalah pewaris para nabi. Maka, siapa memuliakan mereka, berarti memuliakan Allah dan rasulNya (HR Al Khatib Al Baghdadi dari Jabir ra., Kitab Tanqihul Qaul). Kedua, guru atau pendidik adalah orang tua kita yang kedua setelah ibu dan ayah.

Orang tua kita di rumah adalah ayah dan ibu. Sedangkan di luar rumah orangtua kita adalah guru-guru kita. Mereka mendidik, mengajari dan membimbing serta menasehati murid-muridnya dengan ilmu yang baik agar menjadi murid atau siswa yang dapat berbakti serta berilmu kedepannya.

Kedudukan guru sama juga seperti kedudukan kedua orangtua, ketika kita atau anak dituntut untuk berbakti kepada kedua orangtua maka murid atau siswa juga dituntut untuk berbakti juga kepada guru-guru kita. Kita dilarang untuk melawan kepada orangtua begitu juga kita dilarang untuk melawan dengan guru-guru kita.

Banyak kejadian saat ini kita lihat, dengar dan kita ketahui, banyak siswa-siswa yang melawan bahkan memusuhi guru-gurunya. Ada yang sampai membuat guru terluka dan sampai melaporkan guru keranah hukum. Seyogyanya hal itu tidak musti terjadi. Pasalnya, seorang guru tentu memberi nasihat dan masukan untuk kebaikan anak-anak didiknya.

Seorang guru harus bisa menjalin ikatan batin yang kuat dengan anak didiknya. Sungguh ini penting agar seorang guru bisa berperan menjadi orangtua kedua bagi para murid supaya mereka merasa nyaman sekaligus menyenangkan belajar di sekolah.

Melalui Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2023 ini, penulis mengajak kepada kita semua untuk kembali merefleksi apa yang mesti kita lakukan baik sebagai guru maupun sebagai siswa. Pasalnya guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Gurulah yang memberi pendidikan kepada kita di luar rumah masing-masing. Sehingga guru di sebut sebagai orangtua kedua kita. Di tahun 2023 ini, Hari Guru Nasional memasuki peringatan ke-29. Adapun tema yang diangkat pada peringatan Hari Guru Nasional 2023 adalah “Bergerak Bersama Rayakan Merdeka Belajar” Semoga. ***

Sarwan Kelana, Guru PAI di SMK Masmur Pekanbaru, Ketua ICMI Muda Pekanbaru.

Editor : Rindra Yasin