Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Impian Disabilitas tanpa Batas

Redaksi • Jumat, 6 Desember 2024 | 10:15 WIB
Rieza Satifa, ASN Pekerja Sosial dan Pengurus IPSPI Riau
Rieza Satifa, ASN Pekerja Sosial dan Pengurus IPSPI Riau

RIAUPOS.CO - Profesi pekerja sosial memang masih terasa asing bagi masyarakat Riau, tapi kami tetap eksis bekerja dan berkarya di lingkungan Dinas Sosial Provinsi Riau. Saya pribadi telah menekuni profesi ini lebih dari 12 tahun, dan semenjak pertengahan tahun 2023 saya bertugas di UPT Pemberdayaan Penyandang Disabilitas Daksa (PPDD). Banyak ilmu dan pengalaman yang dapat saya ceritakan pada saat mendampingi teman-teman difabel.

Sebut namanya JR, seorang pemuda berusia 22 tahun asal Kabupaten Rokan Hilir yang mengalami amputasi kaki kiri akibat kecelakaan lalu lintas. Pada awal bertemu di UPT PPDD terlihat JR sering menyendiri dan tidak bersemangat. JR mengikuti kegiatan vokasional menjahit dan pangkas rambut. Setelah mengikuti kegiatan magang kerja di barbershop dan konveksi, saat ini JR telah bekerja sebagai karyawan tetap di salah satu garmen binaan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Kota Duri.

Lain lagi cerita gadis belia asal Kabupaten Bengkalis dengan inisial FN. Gadis berusia 21 tahun ini memiliki keterbatasan fisik jenis Achondroplasia. Tetapi ia memiliki kemampuan intelektual yang boleh diadu untuk menjajal dunia akademisi. FN menceritakan pengalamannya sebelum masuk UPT kegiatannya hanya membantu ibu mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Pada saat mengikuti kegiatan di UPT, FN selalu terlihat bersemangat dengan aktivitas bersama teman difabel lainnya. FN mengikuti kelas peminatan menjahit dan komputer.

Pada akhir tahun 2023, dengan dukungan dan kerja sama antara tim UPT PPDD dan Universitas Lancang Kuning (Unilak) FN diterima menjadi salah satu mahasiswa pada Fakultas Ilmu Komputer serta menerima beasiswa ADik Kementerian Pendidikan.

Keberhasilan FN menjajali dunia akademik ternyata menimbulkan semangat dari teman-teman difabel lain yang berada di dalam unit layanan ini. Terbukti dengan antusiasnya FW (22) asal Rokan Hilir dan LA (18) asal Pelalawan mengikuti tahap demi tahap PPDB jalur disabilitas di Unilak dan berjuang berburu beasiswa. Mereka juga mendapatkan dukungan penuh dari tim UPT PPDD dan Unilak dan pada bulan Agustus 2024 keduanya dinyatakan lulus sebagai mahasiswa dan menerima beasiswa.

Tapi kisah berbeda datang dari seorang teman rungu yang berinisial SF (20) asal Kota Pekanbaru. SF mengikuti kegiatan rehabilitasi sosial kurang lebih dua tahun dengan peminatan menjahit dan barbershop. SF juga mengikuti kegiatan magang di Dangau Barbershop selama 3 bulan. Dengan dukungan dari pihak keluarga dan instruktur saat ini SF membuka usaha pangkas mandiri dengan memanfaatkan ruang teras depan rumahnya.

UPT Pemberdayaan Penyandang Disabilitas Daksa (PPDD)

Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Sosial UPT Disabilitas Daksa merealisasikan pelayanan, pembinaan, perlindungan dan penyediaan fasilitas bagi disabilitas baik dari aspek kebutuhan hidup harian, makanan, kesehatan, pendidikan, pembinaan, rehabilitasi sosial dan rekreasional.

Program Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Daksa menyasar pada teman teman difabel muda berusia 18 sampai 35 tahun dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Riau. Program ini meliputi berbagai kegiatan seperti asesmen, pelayanan, pengasuhan dan perawatan, konseling, bimbingan mental spiritual, bimbingan fisik, bimbingan psikososial, bimbingan sosial, bimbingan vokasional, bimbingan usaha, praktek kerja lapangan/magang serta penyaluran kerja.

Kepala UPT PPDD, Ibu Ermila Roza SSos MSi sangat antusias dan mendukung berbagai kemajuan yang telah dicapai oleh teman-teman difabel yang berada di dalam UPT PPDD. Menurutnya keberhasilan dari program rehabilitasi sosial ini tidak terlepas dari kerja sama antara penerima manfaat (teman difabel), pemberi layanan, masyarakat/LSM/dunia usaha dan yang tidak kalah pentingnya dukungan anggaran dari Pemerintahan Provinsi Riau yang mumpuni untuk dapat memfasilitasi dan menjamin teman-teman difabel Riau dapat mewujudkan impiannya.

Melalui tulisan ini, pekerja sosial menyampaikan bahwa setiap orang pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Ada yang terlihat sempurna tapi punya banyak keterbatasan, tapi di sisi lain ada yang terlihat nyata memiliki keterbatasan tapi menyimpan kesempurnaan yang menakjubkan. UPT PPDD merupakan wadah nyata yang disediakan Pemerintah Provinsi Riau untuk mendukung eksistensi teman-teman difabel. Dari UPT PPDD mari kita bersama mewujudkan impian disabilitas tanpa batas.***

Oleh: Rieza Satifa, ASN Pekerja Sosial dan Pengurus IPSPI Riau

Editor : Rindra Yasin
#UPT PPDD #opini #disabilitas #dinas sosial riau