Pensiun merupakan kepastian yang akan dihadapi semua orang, dan kita semua ingin pensiun sejahtera sebagai pilihan hidupnya. Pertanyaannya, setelah Anda pensiun apa yang akan Anda kerjakan? Apakah akan menerima apa adanya sesuai dengan kondisi fisiknya yang sudah terasa semakin tua atau anda akan lebih bersemangat lagi dengan membangun kehidupan baru. Silakan memilih, dan semoga Anda tidak salah pilih. Dalam kenyataannya, banyak pensiunan yang tidak siap dan tidak mempersiapkan diri sejak dini bahwa dirinya suatu saat akan memasuki masa pensiun.
Akibatnya Banyak di antara mereka yang merasakan pensiun sebagai beban berat. Penghasilan secara finansial menurun, biaya hidup meningkat, tagihan kredit tak bisa ditunda, biaya pendidikan anak pun ikut membelenggu kehidupan mereka. Perang batin pun berkecamuk pada dirinya, sehingga jika tidak disikapi dengan pemikiran yang sehat dan cemerlang melalui perubahan pola pikir, maka pensiun menjadi pemicu datangnya berbagai penyakit akibat terlalu berat beban hidup dan pikirannya. Siapa yang tidak stres menghadapi kenyataan hidup yang terbalik. Makin tua, kehidupan dirinya dan keluarganya secara finansial tidak baik-baik saja. Mau usaha tidak tahu caranya, mau melamar kerja tidak ada perusahaan yang mau menerimanya.
Secara mental, banyak pensiunan terkena gejala post power syndrome di antaranya gangguan emosi akibat kehilangan posisi, kehilangan jabatan, kehilangan kekuasaan, yang menyebabkan stabilitas emosi terganggu. Mudah tersinggung, tidak suka diatur orang lain, merasa orang lain memusuhi, ketakutan yang tidak beralasan dan depresi. Karena itu waspadalah, bahwa siapapun orangnya, apapun jabatan dan kekuasaannya semua akan memasuki masa pensiun.
Jika masa mudanya membiasakan dirinya hidup bekerja keras, maka ia akan menikmati masa tua dengan lunak alias bahagia. Sebaliknya jika masa muda hidupnya bersenang-senang dan lunak, maka masa tuanya terpaksa hidupnya serbasulit dan keras. Hidup dan kehidupan ini mengikuti hukum alam, sekuat apapun diri kita, setinggi apapun jabatan dan kekuasaan kita, suatu saat semua itu akan habis masanya. Karena itu hadapi pensiun dengan persiapan yang matang disertai dengan rasa syukur serta bahagia bahwa dirinya telah mampu mengabdi dan mewariskan generasi penerusnya untuk menjadi pribadi yang tangguh.
Sukses bukan suatu tujuan, tetapi perjalanan. Jadi nikmatilah perjalanan Anda, dengan cara yang realistis, melihat segala sesuatu di sekeliling kita secara proporsional dan sekaligus bersyukur. Perjalanan hidup setelah pensiun adalah sebuah pilihan. Apa yang mau dikembangkannya, apakah akan meningkatkan aktivitas keagamaan, meningkatkan aktivitas sosial, menjadi pemandu acara, bergabung menjadi pengurus partai politik, menekuni hobi, masuk menjadi anggota komunitas, tertarik menjadi wirausaha atau bahkan akan bekerja lagi sebagai karyawan tua.
Semuanya sebagai pilihan. Kesuksesan tidak akan datang hanya dengan berharap dan seketika menghampiri Anda, juga tidak cukup dengan membaca saja, atau mempersiapkan diri dan menunggu. Namun Anda yang harus berjuang untuk mewujudkannya, mau tetap menjadi sekarang ini atau berubah. Semua itu tergantung pada diri sendiri. Tidak ada seorang pun yang mampu memaksa Anda untuk berubah, kecuali diri Anda sendiri. Hidup itu sebuah pilihan, sukses adalah akumulasi dari pilihan yang tepat. Untuk itu dengan mempersiapkan diri menjelang masa pensiun, berarti Anda telah merencanakan kesuksesan. Pensiun adalah merencanakan kesuksesan.
Pensiun adalah kesempatan kedua untuk berkarya dan lebih berharga. Ubah mindset Anda untuk membalik semua pikiran-pikiran yang membelenggu dan cenderung berpikir sempit menuju perubahan bahwa diri Anda bisa lebih sukses lagi setelah memasuki masa pensiun dan menjadi pebisnis yang tangguh.
Apa alasan seorang pensiunan berbisnis? Motivasi paling umum adalah untuk mendapatkan tambahan penghasilan. Untuk aktualisasi diri, untuk membantu sesama (sosial), untuk mengisi waktu dan sebagainya. Bagaimana memulainya? Dan bagaimana cara meraih sukses menjadi wirausaha yang tangguh?
Pertama, harus memahami konsep peluang bisnis, menetapkan visi dan misi usaha, mengembangkan pikiran dan tindakan positif, memahami dasar manajemen dan kepemimpinan, memahami aspek keuangan dan memahami konsep pemasaran serta pelayanan. Kedua, harus belajar dari pengalaman orang lain yang telah lebih dulu sukses. Berbagi cerita dengan wirausaha sukses yang penuh kekuatan. Karena tidak ada hal yang tak mungkin, semuanya bisa menjadi mungkin dan dapat dikerjakan. Persiapkan kesempatan mengejar kesuksesan dengan bijaksana.
Ketiga, kesuksesan akan hinggap pada orang yang telah merencanakan, bertindak, berusaha dan gigih untuk meraihnya. Buatlah perencanaan strategis tentang bisnis yang akan dimasuki. Pelajari tentang peluang bisnis yang masih memiliki prospek cerah di sekitar Anda. Mulailah dari yang kecil tapi fokus. Keempat, Anda harus mempunyai harapan dan tujuan. Artinya ketika Anda sudah terjun menjadi wirausaha, tentu harus diiringi dengan harapan, karena tanpa harapan, hasilnya adalah kekosongan. Sebaliknya jika Anda memiliki harapan, namun tanpa tujuan merupakan kematian. Intinya sebagai pensiunpreneur, Anda harus memiliki tujuan yang jelas dan terukur.
Kelima, Anda harus memiliki mimpi besar. Silakan Anda bermimpi setinggi langit, namun kaki tetap menginjak bumi. Artinya, mimpi tidak dilarang sepanjang ada kemauan untuk meraih dengan realistik. Keenam, jadilah pemberani, di mana untuk menjadi pensiunpreneur sukses, Anda harus memperkuat diri dengan mental pemberani. Termasuk di dalamnya berani berutang, berani sukses, berani gagal dan berani nekat. Model nekat tapi dengan perhitungan sebagai kunci sukses dalam berbisnis. Ketujuh, Anda harus mempersiapkan diri untuk bekerja keras, bekerja cerdas, bekerja tuntas dan bekerja ikhlas. In sya Allah, Anda akan sukses.
Dukungan eksternal seperti adanya pembinaan di bidang manajemen bisnis dan permodalan juga sangat diperlukan. Sudah saatnya kepada mereka diberikan pembelajaran untuk mengubah mindset dari kebiasaan memanfaatkan kredit konsumtif diarahkan ke kredit produktif. Berikan kepada mereka pembinaan dan pelatihan bisnis praktis, motivasi bisnis, kepemimpinan diri, entrepreneur mindset, training pemasaran, serta financial management. Mengingat selama ini para pensiunan telah menjadi nasabah perbankan dalam bentuk kredit konsumtif, tentu telah berkontribusi besar terhadap keuntungan perusahaan.
Saatnya mereka menerima reward program pemberdayaan dan kemitraan berkelanjutan. Misalnya sebagai pelopor dari perbankan BRKS memberikan pendampingan kepada para nasabah yang akan memasuki masa pensiun. Jika program ini sukses, maka masyarakat Riau baru bisa memberikan pengakuan : “Inilah bedanya menjadi nasabah BRKS dibanding dengan nasabah bank lainnya:, di mana pegawai yang telah memasuki masa pensiun justru bisa bangkit mendapatkan fasilitas jauh lebih besar dibanding pada saat mereka masih aktif sebagai ASN atau swasta lainnya.
Salam sukses tahap kedua untuk para pensiunpreneur. Orang yang pensiun sebenarnya telah memiliki modal besar, yaitu: berpengalaman, menguasai keahlian tertentu, punya relasi, punya modal simpanan atau aset, punya jiwa kepemimpinan, lebih bisa dipercaya dan berkepribadian lebih matang. Namun mengapa mereka tidak mampu memanfaatkan modal besar tersebut? Entahlah. Salam sukses untuk pensiunpreneur. Semoga Anda sehat selalu dan berbahagia.***
Editor : Rindra Yasin