Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Khidmat HMI: Refleksi Kader di Usia 79 Tahun

Redaksi • Selasa, 10 Februari 2026 | 16:34 WIB
Syarif Hidayatullah, Ketua Bidang Digitalisasi Komunikasi dan Informasi Badko HMI Riau Kepri.
Syarif Hidayatullah, Ketua Bidang Digitalisasi Komunikasi dan Informasi Badko HMI Riau Kepri.

MILAD ke-79 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) bukan sekadar momentum seremonial, melainkan ruang kontemplasi bagi setiap kader untuk meninjau kembali arah perjuangan dan relevansi gerakan di tengah dinamika zaman. Saat ini, pola perilaku mahasiswa menjadi polemik yang terus diperbincangkan. Arus globalisasi, percepatan teknologi, serta perubahan orientasi generasi telah memengaruhi cara berpikir dan bertindak mahasiswa. Dalam situasi ini, organisasi pergerakan mahasiswa dituntut untuk tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga menjadi ruang evaluasi dan pembaruan terhadap esensi gerakan itu sendiri.

​Sebagai salah satu organisasi mahasiswa tertua dan terbesar di Indonesia, HMI telah melewati berbagai fase sejarah bangsa. Eksistensi HMI tidak dapat dipisahkan dari perjalanan Republik ini—mulai dari masa perjuangan kemerdekaan, era pembangunan, hingga reformasi. HMI hadir sebagai organisasi yang bernapaskan keislaman dan keindonesiaan, sekaligus menjadi wadah pembentukan karakter serta kawah candradimuka bagi lahirnya kader-kader progresif dan revolusioner yang mampu menjawab persoalan umat dan bangsa.

​Dalam buku Bintang Arasy dijelaskan bahwa tolok ukur kesejahteraan suatu bangsa bukan semata-mata terletak pada luas wilayah, jumlah penduduk, ataupun sistem politik yang dianut. Faktor utama yang menentukan kemajuan dan peradaban sebuah negara terletak pada kualitas sumber daya insani (SDI). Dengan demikian, tanggung jawab kader HMI tidak hanya sebatas menjalankan roda organisasi, tetapi juga mempersiapkan diri sebagai manusia unggul yang berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

​Konsep khidmat ber-HMI menjadi refleksi penting dalam konteks ini. Khidmat bukan hanya tentang loyalitas, melainkan juga kesungguhan dalam berproses—patuh terhadap norma, beretika dalam kehidupan bermasyarakat, serta taat pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi. Lebih dari itu, khidmat adalah komitmen untuk menjaga kehormatan organisasi dan menjunjung tinggi martabat negara. Nilai inilah yang dapat menjadi pemecah masalah (problem solver) di tengah berbagai tantangan internal maupun eksternal organisasi.

​Namun, khidmat tidak akan bermakna tanpa adanya kesadaran kolektif. Diperlukan semangat bersama untuk membangun ukhuwah antarkader agar barisan kaum intelektual ini tetap kokoh dalam mengemban misi keumatan dan kebangsaan. Solidaritas yang kuat akan melahirkan gerakan yang terarah, sementara perpecahan hanya akan menjauhkan organisasi dari cita-cita besarnya.

​Di sisi lain, pembangunan sumber daya manusia (SDM) harus menjadi prioritas utama. Menuju tahun 2045, Indonesia akan menghadapi bonus demografi—sebuah peluang besar sekaligus tantangan serius. Tanpa kesiapan generasi yang berkualitas, bonus tersebut dapat berubah menjadi beban. Di sinilah HMI memiliki peran strategis untuk mencetak kader yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial.

​Milad ke-79 ini seharusnya menjadi pengingat bahwa perjuangan belum usai. HMI harus tetap adaptif terhadap perubahan tanpa kehilangan jati dirinya. Kader harus mampu memadukan idealisme dengan aksi nyata, serta menjadikan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan sebagai fondasi dalam setiap langkah perjuangan.

​Akhirnya, khidmat ber-HMI adalah panggilan moral—bahwa berorganisasi bukan sekadar status, melainkan pengabdian kepada umat, bangsa, dan masa depan Indonesia. Dengan semangat itu, HMI diharapkan terus menjadi lokomotif perubahan dan penjaga harapan bagi terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridai Allah SWT.

Dirgahayu ke-79 Himpunan Mahasiswa Islam. Yakin usaha sampai.***

Oleh:Syarif Hidayatullah, Ketua Bidang Digitalisasi Komunikasi dan Informasi Badko HMI Riau Kepri

Editor : Arif Oktafian
#79 tahun #kader #opini #hmi #milad