Sebelum membahas mengenai teknologi dalam bidang pendidikan lebih dalam di negeri kita ini, sebaiknya perlu mendapat pengetahuan dasar bagi kita semua masyarakat awam umumnya untuk mengenal bagaimana kurikulum sampai kepada sistem pendidikan yang dipakai pemerintah pada saat ini.
Memang sebenarnya yang sering disebutkan masyarakat dan para orang tua murid yaitu tentang dasar pelaksanaan kurikulum, mata pelajaran dan ekstrakulikuler di sekolah, bagaimana kurikulum diibaratkan resep bumbu utama dalam sebuah masakan yang akan siap disajikan lalu ikut dirasakan apakah itu enak atau tak enak.
Saat ini penggunaan teknologi di dalam kurikulum sebagai elemen utama untuk menjalankan roda sistem pendidikan di Indonesia. Komponen-komponen yang nyata dan menyangkut adanya keberadaan sebuah standar bangunan sekolah, fasilitas, guru dan pengorganisasian sekolah yang dipimpin kepala sekolah dalam melaksanakan tugas manajemen yang baik dan benar.
Dalam penerapan sistem pendidikan di Indonesia diatur Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Sistem pendidikan ini mencakup pendidikan dasar, menengah dan tinggi, dengan fokus pada pengembangan potensi siswa secara holistik. Kurikulum adalah rencana pembelajaran yang sistematis, mencakup tujuan, materi, metode dan evaluasi untuk mencapai kompetensi siswa.
Kurikulum pendidikan adalah seperangkat Rencana Pembelajaran Pedoman Dasar ada dan akan disiapkan setiap guru, pengaturan, tujuan, isi, dan bahan pelajaran mencakup materi serta metode dan evaluasi yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
Kurikulum disusun untuk mengembangkan kompetensi siswa, termasuk pengetahuan, keterampilan, dan sikapnya. Secara luas, kurikulum mencakup seluruh pengalaman belajar yang terarah dan terencana yang diperoleh siswa di bawah bimbingan sekolah, baik di dalam maupun di luar kelas.
Berikut adalah bagian-bagian paling penting mengenai kurikulum dalam pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Komponen dalam kurikulum yang mencakup tujuan pendidikan, materi ajar, metode pengajaran, dan evaluasi pembelajaran.
Fungsi kurikulum sebagai panduan utama bagi pendidik untuk mengajar, alat untuk mencapai kompetensi dan karakter siswa, serta acuan terukur dalam proses belajar mengajar. Peran dari kurikulum berfungsi untuk menyesuaikan kemampuan siswa dengan situasi kehidupan, serta mewarisi nilai-nilai budaya.
Kurikulum juga mencakup pengalaman belajar yang eksplisit (tertulis/kurikulum formal) maupun implisit. Beberapa aspek penting dalam penerapan sistem pendidikan di Indonesia merupakan kurikulum dirancang untuk mengembangkan kompetensi siswa, termasuk keterampilan abad ke-21 dan nilai-nilai karakter.
Peran guru sangat penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan, dengan program sertifikasi dan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi. Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran untuk meningkatkan akses dan kualitas digitalisasi pendidikan (nah, ini yang akan kita uraikan kemudiannya).
Pemerintah terus melakukan reformasi dan inovasi dalam sistem pendidikan untuk meningkatkan kualitas dan kesetaraan akses pendidikan bagi semua warga negara. Apa kurikulum dalam sistem pendidikan Indonesia saat ini? Kurikulum di Indonesia telah mengalami perkembangan seiring berjalannya waktu.
Indonesia saat ini menerapkan Kurikulum Merdeka, yang menandakan babak baru dalam perjalanan pendidikan nasional. Kurikulum ini menggantikan Kurikulum 2013 (K-13) yang telah digunakan selama satu dekade. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengeluarkan kebijakan ini dalam rangka melakukan pemulihan pembelajaran selama 2022-2024. Kebijakannya terkait kurikulum nasional akan dikaji ulang pada 2024 berdasarkan evaluasi selama masa pemulihan pembelajaran. Mengapa Kurikulum Merdeka menjadi kurikulum yang digunakan saat ini? Indonesia saat ini menerapkan Kurikulum Merdeka yang menjadi kurikulum nasional.
Kurikulum Merdeka diluncurkan Kemendikbudristek pada Februari 2022, sebagai salah satu Program Merdeka Belajar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Kurikulum Merdeka berfokus pada materi yang esensial dan pada pengembangan karakter profil pelajar pancasila, yang terdiri atas nilai-nilai.
Kurikulum Merdeka hadir dengan semangat baru dalam dunia pendidikan Indonesia. Di dalamnya, terdapat berbagai pilihan pembelajaran intrakurikuler yang beragam, memungkinkan siswa untuk menjelajahi minat dan bakat mereka dengan lebih leluasa. Seiring dengan adanya pergantian masa kerja menteri pendidikan yang baru terus melakukan pembaruan yang sangat cepat dipahami oleh keadaan kondisi dan situasi saat ini.
Kurikulum pembelajaran mendalam (deep learning) diterapkan secara bertahap mulai tahun ajaran 2025/2026 di Indonesia sebagai pendekatan baru dalam pembelajaran untuk kurikulum nasional, dengan target penerapan menyeluruh pada 2028-2030, bukan mengganti Kurikulum Merdeka, melainkan memperkuatnya untuk meningkatkan literasi dan kompetensi siswa melalui pemahaman kontekstual dan kolaborasi.
Detail penerapan berupaya dari tahun awal (2025/2026): Dimulai dengan pilot project dan sosialisasi di sekolah percontohan, serta penerapan diseluruh sekolah dasar dan menengah untuk mengatasi rendahnya literasi dan numerasi.
Tahun transisi (2026-2028) untuk ditargetkan menjangkau 14-80 persen sekolah di seluruh Indonesia. Dari Penerapan Menyeluruh (2028-2030) akan ditargetkan mencapai 80-100 persen sekolah di Indonesia.
Bagian terpenting dan uraian adalah bukan kurikulum baru merupakan kaitan dengan deep learning merupakan dasar pendekatan pembelajaran, bukan pengganti Kurikulum Merdeka atau K-13, namun diintegrasikan ke dalamnya. Memiliki wawasan dan tujuan dalam meningkatkan pemahaman mendalam, berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan menciptakan pembelajaran yang menyenangkan (joyful learning). Diaplikasi dalam bentuk reaksi dan fokusnya dari guru menjadi fasilitator yang menghubungkan konsep dengan konteks nyata siswa, serta memanfaatkan teknologi sebagai katalisator pembelajaran interaktif.
Dalam bulan dan minggu ini kita banyak diberitakan tentang hadirnya sebuah TV besar berupa papan layar digital yang datang ke sekolah masing-masing di Kota Pekanbaru. Pemerintah Indonesia, di bawah langsung Presiden Prabowo Subianto, mendistribusikan ratusan ribu perangkat Interactive Flat Panel (IFP) atau smartboard ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia pada 2025 sebagai bagian dari program digitalisasi pendidikan.
Alat ini bertujuan meningkatkan kualitas belajar, mengatasi kekurangan guru, dan mendukung interaksi modern. Kondisinya sekarang adalah keterkaitan dalam penyaluran Alat Media Interaktif yang telah terealisasi untuk total perangkat: Lebih dari 215.000 hingga 288.000 unit smartboard (ukuran 70-75 inci) ditargetkan terdistribusi ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia, dengan penyelesaian diharapkan pada Desember 2025.
Fungsi perangkat ini bukan smart tv biasa, fiturnya melainkan papan tulis digital layar sentuh yang dilengkapi komputer dan konten pembelajaran untuk menciptakan suasana belajar yang interaktif. Tujuannya dapat mendukung pembelajaran digital, mempermudah akses ke materi pelajaran yang berkualitas, serta memperkuat pembangunan SDM (sumber daya manusia) dan teknologi sesuai Asta Cita.
Saat implementasi dalam peluncuran dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo, dengan fokus pada penggunaan teknologi untuk mengatasi kesenjangan kualitas pendidikan, terutama di daerah terpencil. Target lanjutannya adalah setelah tahap pertama, direncanakan penambahan jumlah unit per sekolah hingga mencapai 6 kelas per sekolah nanti pada tahun 2027.
Mengenal Layar Smartboard
Dikenal sebagai papan interaktif (atau interactive whiteboard/IFP) merupakan tampilan layar sentuh digital besar yang menggabungkan fungsi komputer dan papan tulis, memungkinkan guru dan siswa untuk menampilkan, menulis, menggambar, dan berinteraborasi langsung dengan konten digital seperti video, aplikasi, dan internet secara real-time, menciptakan pembelajaran yang lebih menarik, kolaboratif dan efektif.
Alat ini berfungsi seperti tablet raksasa, menggantikan media konvensional dengan kemampuan menyimpan, berbagi dan memanipulasi materi secara digital, serta mendukung berbagai metode pembelajaran modern. Penampilan fitur utamanya ini dengan layar sentuh dapat disentuh dengan jari atau pena khusus untuk menulis, menggambar, atau mengklik, bahkan oleh beberapa orang sekaligus.
Konektivitas perangkat dengan terhubung ke internet, komputer, dan perangkat lain untuk menampilkan konten digital. Multifungsi: menampilkan video, presentasi, simulasi, dan aplikasi pembelajaran. Interaktivitas dapat memungkinkan siswa berpartisipasi aktif, menjawab kuis, dan mengerjakan tugas langsung di layar.
Penyimpanan dan berbagi: Dapat menyimpan semua catatan dan anotasi sebagai file digital (PDF, JPEG) dan membagikannya.
Manfaat dalam Pendidikan
Pembelajaran lebih menarik: visualisasi konten dan interaksi langsung meningkatkan antusiasme siswa. Kolaborasi aktif: mendorong siswa untuk berinteraksi dan berpresentasi bersama di layar.
Efisiensi: menggantikan kebutuhan kapur/spidol dan proyektor dengan satu perangkat terintegrasi. Inklusi: mmbantu penyampaian materi bagi siswa berkebutuhan khusus dengan visualisasi dan interaksi yang disesuaikan.
Pendukung faktornya dari kurikulum: mendukung pembelajaran modern seperti Kurikulum Merdeka yang menekankan kolaborasi dan eksplorasi. Penampilan Layar ini bisa berpindah tempat dengan panduan empat roda agar dapat bergeser dan berpindah tempat penggunaan biasanya di sekolah-sekolah saat ini di letakkan banyak di ruang perpustakaan sekolah tempat akhir selesai dipergunakan.
Penggunaan media pembelajaran digital interaktif di Indonesia semakin masif, didorong oleh program digitalisasi pendidikan untuk meningkatkan kualitas, motivasi, dan keterlibatan aktif siswa. Media ini mencakup game edukasi, video interaktif, Quizizz, Wordwall, serta papan interaktif yang memungkinkan siswa berinteraksi langsung dengan materi, belajar mandiri, dan meningkatkan pemahaman konsep abstrak.
Poin-poin utama penggunaan media digital interaktif di Indonesia, manfaat utama: meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan hasil belajar siswa melalui pengalaman belajar yang menyenangkan dan kolaboratif. Contoh media yang populer: Quizizz, Wordwall, Kahoot, Padlet, video YouTube, dan power point interaktif.
Sedangkan untuk media digitalisasi merupakan komponen dari alat penunjang guru dalam melakukan proses pembelajaran secara aktif dapat berupa infokus tetapi belum maksimal bagi pelayanan proses belajar siswa karena cenderung pasif hanya menerima lalu mencatat saja, bentuk komunikasi hanya satu arah saja dan pula medianya tidak merespon perilaku dan tindakan siswa, hanyalah untuk awal memperkenalkan materi dan presentasi berupa video filmnya tentang pembelajaran juga slide status saja. Media interaktif membantu guru dan siswa bersamaan.
Penerapan di dalam kelas oleh Guru menggunakan papan interaktif digital untuk eksperimen, screen mirroring dari perangkat seluler, dan kolaborasi real-time.
Konteks Kurikulum Merdeka: Integrasi teknologi ini semakin ditekankan untuk menciptakan ekosistem belajar yang kreatif, inklusif, dan relevan dengan generasi digital. Memberikan efek dampak dapat mempermudah pemahaman materi yang sulit, memberikan feedback langsung, dan memungkinkan siswa belajar sesuai kecepatan masing-masing. Pemerintah Indonesia terus mendorong transformasi ini, tidak hanya dengan menyediakan perangkat, tetapi juga melalui pelatihan guru untuk memaksimalkan potensi teknologi dalam pendidikan.
Penerapan di sekolah dalam menggunakannya masih sedang terus di eksplorasi dalam tahapan sosialisasi dari dinas pendidikan kota untuk terus mengikuti tahap pelatihan dengan alat perangkat tersebut. Buat SDM gurunya juga siap menerima dan terus belajar berlahan dan konsisten sampai bisa berinteraktif, dan memberikan efek dari pengantar bagi guru-guru di sekolah untuk dapat belajar dan berlatih dalam penggunaan interaktif bersama rekan-rekannya guru lainnya (terutama dibantu oleh guru teknologi informatika komputer) beradaptasi membantu rekan guru lainnya untuk bisa mencoba hal yang baru dan membantu proses pembelajaran secara aktif.
Beda dengan adanya alat bantu lain yang biasa dipakai keseharian di kelas yaitu infokus.hanya digital saja tidak berinteraktif dengan siswanya perbedaan utama antara media pembelajaran digitalisasi dan interaktif terletak pada tingkat interaksi yang ditawarkan: dengan media pembelajaran digitalisasi akan Lebih fokus pada penyajian konten digital yang bisa berupa teks, gambar, video, atau audio. Contohnya e-book, video pembelajaran, atau presentasi digital. Interaksi biasanya terbatas, seperti scrolling atau klik untuk melanjutkan.
Pada media pembelajaran interaktif dapat memungkinkan siswa berinteraksi langsung dengan konten, seperti menjawab pertanyaan, menyeret dan melepaskan (drag-and-drop), atau membuat pilihan yang mempengaruhi hasil. Contohnya game edukasi, simulasi, atau kuis interaktif.
Sosialisasi penggunaan smartboard sudah dilakukan terus berkelanjutan saat ini tinggal lagi tergantung kemauan dari individu guru yang bersemangat untuk tetap belajar agar mampu secara maksimal menggunakan smartboard yang sudah ada di sekolah pada waktu ini masih berjumlah 1 layar dahulu.
Jangan salah kaprah dalam penggunaan nya harus tepat guna dan tepat sasaran agar tidak sia-sia dalam penerapannya. Baik diatur waktu penggunaan dan semuanya dapat berkolaborasi pada setiap waktu jam pelajarannya untuk memberikan layanan terbaik baik peserta didik.
Menyangkut perihal menjaga dan perawatannya, sebaiknya waktu penggunaan dalam sehari bisa diterapkan dipergunakan 9 jam normalisasinya dan penempatan letaknya pas keberadaan aman dan sesuai dengan tingkat keamanan sekolah kita dapat dipergunakan sebaiknya tempat paling safety dan bisa dipindah-pindah dengan ke 4 roda normalnya.
Perawatan papan layar interaktif (smart board) penting untuk memastikan umur dipakai yang lama dan kinerja optimal. Berikut beberapa tips perawatan yaitu bersihkan layar dengan menggunakan kain lembut dan kering untuk membersihkan layar.
Hindari Cairan Kimia
Hindari sentuhan langsung menggunakan jari yang bersih untuk berinteraksi dengan layar. Atur kecerahan disesuaikan kecerahan layar sesuai kebutuhan untuk menghemat energi dan mengurangi keausan.
Update software dapat pastikan software smart board selalu up-to-date untuk fitur dan keamanan terbaru. ***
Oleh: Pendidik di SD N 143 Pekanbaru, Irfan Maaruf
Editor : Bayu Saputra