Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Gerakan Politik-Ekonomi Talam Ketan Durian

Redaksi • Selasa, 23 Juni 2026 | 12:02 WIB
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho menyebutkan, perayaan HUT tahun ini bakal menghadirkan banyak hal berbeda. Salah satu agendanya adalah festival kuliner dengan sajian kue talam durian sepanjang satu kilometer. (Istimewa)
Talam Durian. (JPG)

 BERAS ketan dan daging durian, dipadu dengan santan, tepung beras, gula, dan daun pandan disiapkan sebagai adonan hingga menciptakan perpaduan rasa manis, gurih, dan wangi. Adonannya dibentuk sedemikian rupa sehingga menjadi dua lapis, di bawah ketan, di atas talam durian. Tersebutlah Talam Ketan Durian.

Makanan ini bisa dibilang tradisional, sudah dijajakan sejak lama di berbagai kabupaten/kota di Provinsi Riau, pun Pekanbaru khususnya. Sebagai jajanan pasar kala itu, berbentuk persegi panjang, dibungkus plastik bening, dengan kondisi sudah dipotong-potong, muat dalam genggaman tangan.

Seiring perkembangan, makanan ini mulai dipasarkan menggunakan kotak. Diberi merek (branding), dalam kotak kemasannya juga ada komposisi, tanggal produksi dan tanggal kedaluwarsa. Tahan tiga hari biasanya kalau di suhu luar ruang, dan tahan sepekan dalam pendingin. Hingga jadi salah satu kuliner tradisional yang dijajakan pada gerai dan pusat oleh-oleh di Pekanbaru.

Talam Ketan Durian semakin hype (dikenal luas, red), hingga beberapa gerai oleh-oleh yang bertebaran di Pekanbaru menjadikan makanan ini mengisi etalase pada bagian depan. Beserta kuliner khas Pekanbaru lainnya, ia berani bersaing dengan kuliner kekinian yang terus menjamur dan merambah Kota Bertuah.

Baca Juga: Ketika AI Menulis Tugas Bahasa Arab Siswa, Apa yang Sebenarnya Sedang Mereka Pelajari?

Talam Ketan Durian pun kian fenomenal, setelah Pemko Pekanbaru melalui inisiasi sang Wali Kota Agung Nugroho, menyajikan makanan ini di pusat kota, ruas Jalan Sudirman. Tak tanggung-tanggung, sepanjang 1 kilometer, kue ini terhidang saat momen Car Free Day (CFD), pada Ahad (21/6/2026) lalu. Dengan memanfaatkan momentum bersejarah, Perayaan Hari Jadi Ke-242 Kota Pekanbaru. Ada kue di atas meja di tengah-tengah keramaian warga pada Ahad pagi. Sudah barang tentu menjadi rebutan, bahkan sesaat setelah acara dimulai, Talam Ketan Durian ludes dalam sekejap.

Kegiatan ini pun diganjar rekor oleh Museum Rekor Indonesia (Muri). Sebagai Kue Ketan Talam Durian Terpanjang di Dunia. Waw, sudah level dunia mainnya si Talam Ketan Durian sekarang, mudah-mudahan harganya tak mengikuti harga dolar setelah menyandang gelar.

Dalam konteks kebijakan kepala daerah, sebagai gerakan politik dan ekonomi, langkah yang diambil Agung Nugroho sebagai Wali Kota Pekanbaru cukup menarik. Kenapa? Seremoni kegiatannya menghadirkan hampir seluruh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Pekanbaru. Dihadiri sekitar puluhan ribu warga (klaim Pemko Pekanbaru, red). Di panggung, juga ada legislator Senayan, Andre Rosiade, yang kita ketahui merupakan salah satu orang kepercayaan Presiden Prabowo.

Baca Juga: (SALAH) Dokumentasi “Presiden Erdogan Tidak Mau Bersalaman dengan Prabowo”

Antusiasme publik atas Ketan Talam Durian sepanjang 1 kilometer, yang dikabarkan menghabiskan 5 ribu loyang kue, 3 ribu durian, berapa kilogram pula beras ketan yang dibeli untuk menyiapkannya, serta berapa banyak telor, santan kelapa, tepung beras, bahkan berapa karung gula yang terpakai. Tentu permintaan tinggi sejak awal Juni 2026 lalu.

Dalam konteks kebijakan dan ekonomi kreatif, politik Talam Ketan Durian dinilai telah menjadikan kuliner tradisional tersebut sebagai ikon kota Bertuah. Wisatawan yang berkunjung ke Pekanbaru, memiliki alternatif oleh-oleh yang sudah dikenal luas. Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) juga dinilai bergerak bagi pelaku usaha yang menjajakan makanan ini.

Branding Kota Bertuah, Pekanbaru sebagai salah satu pusat ekonomi dan Hub Sumatera berikut destinasi MICE (Meetings, Incentives, Converences, and Exhibitions) pun semakin lengkap. Melalui insentif kebijakan dan sentuhan kegiatan oleh pemerintah daerah, diharapkan terus menumbuhkan gairah pelaku usaha kecil.

Sehingga, mencicipi kuliner tradisional lokal, salah satunya Talam Ketan Durian, bukan semata yang sepanjang 1 kilometer yang diperebutkan ramai warga saat CFD kemarin, namun ada strategi dan pertumbuhan dalam gerakan politik-ekonomi Talam Ketan Durian ini. Dengan harapan; pariwisata, kuliner, dan ekonomi kreatif lokal yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, terus mendapat manfaat dari kebijakan-kebijakan politis kepala daerah, bukan saja di Pekanbaru, namun juga di 11 daerah lainnya di Riau.***

Editor : Arif Oktafian
#talam ketan durian #kota bertuah #pekanbaru #kuliner pekanbaru