Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Demonstran Tutup Jalan Sudirman

Redaksi • Kamis, 15 September 2011 | 07:43 WIB
Laporan TIM RIAU POS, redaksi@riaupos.com
Ratusan massa, Rabu (14/9), melakukan aksi demonstrasi di depan kantor Wali Kota Pekanbaru, tepatnya di bundaran Tugu Selais.

Massa yang tergabung dalam aksi demontrasi ini terdiri dari tiga aliansi, yakni Aliansi Masyarakat Peduli PSU Bersih (Amppuh), Koalisi Masyarakat Pekanbaru Bersatu (KMPB) dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI). Namun dalam berorasi, massa dari KMPB bergabung dengan massa KAMMI.

Massa juga memblokir Jalan Sudirman. Kendaraan yang melintas dari arah Selatan menuju Utara terpaksa dialihkan ke jalan di samping Kantor Dinas Kehutanan Provinsi Riau. Aksi unjuk rasa berlangsung cukup lama, dari pukul 10.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB.

Massa yang dimotori KMPB dan KAMMI juga sempat tersulut emosi, terutama saat ingin menerobos barisan aparat kepolisian di depan pintu masuk menuju kantor Wali Kota Pekanbaru.

Aksi saling dorong dengan aparat kepolisian tak dapat dielakkan. Namun tak sampai terjadi kerusuhan.

Tepat pukul 12.30 WIB, semua massa KMPB dan KAMMI sepakat menghentikan aksi demo untuk sementara dan melaksanakan Salat Zuhur bersama di depan pintu masuk kantor Wali Kota Pekanbaru. Sekitar pukul 13.30 WIB, aksi kembali berlanjut dan terkesan berlangsung cukup panas.

Massa KMPB dan KAMMI membakar ban dan memukul dua wartawan yang tengah meliput. Untuk mencegah kedua kubu tak saling serang, pihak kepolisian menjaga ketat dengan membuat barisan pagar betis.

Tuntutan yang disampaikan kedua kubu ini saling bertolak belakang. Kubu Amppuh minta Pemko Pekanbaru melaksanakan Pemilukada yang bersih dan aman serta menertibkan daftar pemilih tetap (DPT) yang masih bermasalah. Sehingga kedepan tak ada lagi pemilih yang kehilangan hak pilihnya.

Kubu ini juga mendesak Ketua dan Anggota KPU Pekanbaru bersikap netral terhadap kedua pasangan calon kepala daerah.

Serta menetapkan waktu pemungutan suara ulang (PSU) sehingga tercipta situasi yang aman. Pihak penegak hukum di Pekanbaru juga diminta segera menangkap dan mengadili oknum pejabat yang terbukti terlibat melakukan kecurangan saat pelaksanaan Pemilukada tahap pertama.

Sementara kubu yang dimotori KMPB mendesak Penjabat Wali Kota Pekanbaru segera melaksanakan PSU sesuai amar putusan yang disampaikan Mahkamah Konstitusi (MK), yakni dalam jangka waktu 90 hari.

KMPB berharap dapat bertemu langsung Penjabat Wali Kota Pekanbaru dan memberi penjelasan. Namun massa kecewa karena penjabat ataupun perwakilan tak ada yang menemui.

Setelah menunggu dari pukul 10.00 WIB sampai 15.00 WIB massa KMPB pun bergerak menuju kantor gubernur dengan harapan dapat bertemu Gubernur. Namun sampai di depan kantor, massa Ampuh sudah lebih dulu tiba dan menghadang.

Terjadi aksi saling ejek, saling hujat bahkan dari beberapa massa ada yang mengacungkan tinju. Namun massa aksi tetap fokus dan tak mau terhasut.

Tiba-tiba, terdengar suara petasan terbang memecah suasana aksi. Aparat kepolisian pun menyita petasan itu agar tak mengundang provokasi.

‘’Kami kecewa aksi kami tak membuahkan hasil, namun setidaknya ada respon positif dari Pj Wali Kota maupun Gubernur Rusli Zainal untuk menindaklanjuti aksi ini. Jika tidak ada respon, kami akan melakukan aksi lebih besar dari ini sampai ada keputusan,’’ ujar salah seorang massa dari KMPB.

Wartawan TV Dipukul
Saat akan mengabadikan gambar bakar ban dalam kerumunan massa demo, dua wartawan televisi, Fitra Asrirama (Metro TV) dan Ade (Zamrud TV.com) dipukul seorang massa pendemo. Aksi ini pun ditanggapi puluhan awak media yang meliput dan menilai itu sudah melanggar undang-undang.

Aksi pemukulan terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Kejadian berawal di kerumunan massa yang mengatasnamakan KMPB menuntut PSU.(lim/gus/*1/fia/izl) Editor : RP Redaksi