Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Razia Geng Motor, 105 Sepeda Motor Diamankan

Redaksi • Senin, 30 Juli 2012 | 08:45 WIB
PEKANBARU (RP) — Ratusan anggota geng motor berlarian kocar-kacir, Sabtu (28/7) malam saat Polresta Pekanbaru menggelar operasi besar-besaran untuk memberantas geng motor di 11 titik di Kota Pekanbaru yang selama ini sudah meresahkan.

Tak tanggung-tanggung, seluruh jajaran Polsek dilibatkan dalam razia ini.

Operasi ini dilaksanakan mulai dari pukul 23.00 WIB hingga pukul 02.00 WIB. Pantuan di lapangan, anggota polisi yang diturunkan dibagi dalam beberapa tim.

Setelah menerima pengarahan langsung dari Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Drs R Adang Ginanjar, anggota yang telah ditentukan penempatannya ini langsung menyebar.

Lokasi-lokasi yang disasar malam itu adalah tempat-tempat yang biasa dijadikan arena nongkrong dan kebut-kebutan anak-anak geng motor.

Di antaranya, Jalan Tuanku Tambusai, depan Terminal AKAP, Jalan Jenderal Sudirman tepatnya dekat Purna MTQ, Jalan Diponegoro tak jauh dari taman Kota, dan beberapa lokasi lainnya.

Dalam razia ini, petugas-petugas diturunkan dengan menggunakan berbagai kendaraan sesuai fungsinya masing-masing.

Truk patroli dan motor besar yang diturunkan di Jalan Diponegoro tampak membubarkan mobil-mobil yang berjejer parkir di sepanjang Jalan Diponegoro. Dengan enggan, anak-anak muda pemilik mobil ini terpaksa menyingkir dari sana.

Di kawasan Purna MTQ dekat daerah Simpang Tiga, penertiban geng motor ini menjadi perhatian warga sekitar. Warga yang telah lama dikungkung kekhawatiran, antusias melihat jalannya penertiban ini.

Kericuhan juga sempat terjadi di sini. Anggota geng motor yang menolak ditangkap sempat menabrakkan sepeda motornya ke arah petugas. Hal ini memaksa petugas bertindak tegas untuk mengamankan mereka.

Di lokasi lainnya, anggota polisi yang menggunakan sepeda motor dan berpakaian preman, melakukan pemeriksaan terhadap kumpulan-kumpulan anak-anak muda yang nongkrong di atas kendaraannya.

Sepeda motor yang diketahui tak dilengkapi surat-surat langsung diamankan dan dibawa menggunakan truk ke Mapolresta Pekanbaru.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Drs R Adang Ginanjar ketika dikonfirmasi mengatakan, target utama dalam operasi tersebut adalah geng motor, karena sudah meresahkan masyarakat.

‘’Target malam ini adalah geng motor. Kita sudah banyak mendapat laporan dari masyarakat mengenai keberadaan mereka yang meresahkan,’’ ujar Kapolresta.

Ia melanjutkan, selain merazia geng motor, yang menjadi target dalam operasi ini juga tempat hiburan yang masih buka pada bulan Ramadan.

Karena, jika ada yang kedapatan yang masih beroperasi, maka Polresta Pekanbaru akan melaporkannya ke Pemerintah Kota Pekanbaru untuk pencabutan izinnya.

‘’Tempat hiburan yang tidak fasilitas hotel sudah kita imbau, agar tidak buka selama Ramadan sesuai dengan surat edaran wali Kota Pekanbaru. Sedangkan tempat hiburan fasilitas hotel juga dirazia berdasarkan jam operasinya,’’ ujarnya.

Lima Pengendara Pembawa Senjata Tajam Diamankan
Dalam razia terhadap ratusan geng motor yang dilakukan Polresta Pekanbaru, Sabtu (28/7) di 11 titik di Pekanbaru kemarin, polisi juga menjaring pemuda yang memiliki senjata tajam. Tak kurang, dari lima orang diamankan akibat memiliki senjata tajam.

Pantauan Riau Pos di lokasi, senjata tajam ini banyak ditemukan di bawah jok, dan pinggang pemiliknya. Salah satunya adalah Nanang (22), warga Simpang Ardath, Jalan Lobak.

Pemuda berperawakan kurus ini diamankan saat melintas di Jalan Diponegoro. Ia saat itu dibonceng menggunakan sepeda motor Honda Supra BK 5117 TA.

Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Drs R Adang Ginanjar kepada Riau Pos, melalui Kasat Reskrim, AKP Arief Fajar Satria SH SIK mengatakan, mereka yang terjaring ini akan dikenakan Undang-undang Darurat.

’’Dari hasil pemeriksaan dan penggeledahan, ada lima orang ditemukan membawa sajam. Kabanyakan mereka menyimpannya di dekat pinggang. Kini kita masih lakukan pemeriksaan lanjut untuk mendapatkan keterangan terhadap sajam yang dibawanya dan kita juga ingin mengatahui, apakah terlibat dalam pelaku kejahatan,’’ ujar AKP Arief.

Dilanjutkannya, kelima orang ini selanjutnya diamankan ke Mapolresta Pekanbaru untuk proses lebih lanjut. ‘’Mereka bisa dikenakan undang-undang darurat. Kini kita masih periksa lebih lanjut untuk mendapatkan keterangan darinya,’’ ungkapnya.(ali) Editor : RP Redaksi