Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Orangtua Berperan Penting Cegah LGBT

Redaksi • Kamis, 25 Februari 2016 | 10:14 WIB
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kejahatan seksual serta penyimpangan orientasi seksual makin marak terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Salah satu cara untuk mengantisipasinya adalah peran  orangtua dalam memberikan contoh yang baik kepada anak, serta  bekal pendidikan yang disertai kasih sayang.

Hal ini diungkapkan Agung Sugiarto atau Sinyo, Pendiri Yayasan Peduli Sahabat pada Talk Show Antisipasi Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di Rumah Sakit Awal Bros, Rabu (24/2). Acara ini diselenggarakan oleh Rumah Keluarga Indonesia Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (RKI BPKK) Pekanbaru yang diketuai Hj Aida Malikha SPsi.

Menurut Sinyo, dalam Islam sudah diajarkan agar anak dididik dengan kasih sayang secukupnya, serta dengan role model yang jelas. Terutama peranan penting ayah dalam memberikan pendidikan dan contoh kepada anak-anaknya.

Berdasarkan penelitian dan pendampingan yang diadakan Peduli Sahabat selama ini, Sinyo menyebut ada tiga pemicu seorang anak memiliki orientasi seksual menyimpang atau homoseksual. Yaitu, pemaksaan dalam mengambil role model. Misalnya anak laki-laki yang mengambil peran ibunya, yang biasanya terjadi karena ketidakharmonisan keluarga, dominasi ibu atau ayah, maupun karena kekerasan dalam rumah tangga.  Kondisi ini ditemui pada 60 persen kasus homoseksual

Penyebab lain adalah over protective atau terlalu dimanja. Biasanya terjadi pada anak bungsu, anak tunggal, atau satu-satunya jenis kelamin dalam keluarga. Berdasarkan penelitian Peduli Sahabat, kejadian ini dialami 30 persen kasus homoseksual.

Salah mengambil role model juga menjadi penyebab terjadinya homoseksual. Pada kasus ini anak terlalu dibebaskan untuk menentukan hidupnya sendiri, karena orangtua terlalu sibuk, sehingga tidak bisa memberikan contoh dan arahan yang baik kepada anak-anaknya.

 Tidak seperti dicurigai selama ini, Sinyo tidak menyebutkan trauma akibat pelecehan seksual sebagai pemicu. Namun, pelecehan yang dialami anak bisa memperparah kondisi anak yang telah mengalami penyimpangan orientasi seksual, terutama pada anak bawah tiga tahun (batita).
Editor : RP Redaksi
#lgbt