Pasar Wisata atau yang biasa dikenal dengan Pasar Bawah menjadi salah satu tempat yang sering didatangi wisatawan. Namun saat ini, kondisi bangunan pasar mulai terlihat usang. Pedagang pun mengeluhkan sepi pengunjung.
Laporan PRAPTI DWI LESTARI, Senapelan
SENAPELAN (RIAUPOS.CO) - KOTOR dan tak terawat. Begitulah kondisi Pasar Bawah saat Riau Pos mendatanginya, Kamis (2/3). Bangunan pasar yang bertingkat empat tersebut, dari luar kondisinya terlihat sudah tidak terawat. Hampir seluruh bagian plafon bangunan sudah hilang dan hanya menyisakan lubang besar di sisi kiri serta kanan bangunan.
Tak hanya itu, sejumlah eskalator yang ada di dalam pasar juga tak berfungsi dengan baik. Bahkan keramik yang ada di tangga lantai dua juga terlihat sudah terlepas sebagian.
Sebagian pedagang yang masih berjualan mengandalkan cahaya matahari yang masuk ke dalam kios karena aliran listrik yang ada di pasar tersebut banyak yang tidak berfungsi.
Belum lagi, puluhan kios pedagang yang ada di pasar itu juga tampak tutup karena kondisi pasar yang sepi pengunjung.
Salah seorang pedagang pakaian yang enggan disebutkan namanya mengaku pasrah dengan kondisi Pasar Bawah yang kini tak jelas pengelolaannya. Bahkan ia sebagai pedagang mengaku merasa malu dengan kondisi pasar yang tak terawat. Padahal kawasan ini sudah banyak dikunjungi oleh para pesohor baik itu artis dalam negeri hingga pejabat negara seperti presiden saat berkunjung ke Pekanbaru.
Ia dan pedagang lainnya berharap pemerintah segera mencarikan solusinya terkait pembangunan Pasar Bawah agar para pedagang bisa kembali mendapat keuntungan selama berjualan di pasar wisata tersebut.
''Jangankan keuntungan, sekarang ini bisa ramai saja pengunjung yang datang sudah bersyukur kami. Ini lihatlah kondisi pasar tak terawat, kotor. Malu kami lihat tempat berjualan seperti ini. Yang katanya pasar wisata itu tak lebih kurangnya dengan pasar tradisional biasa yang ada di Pekanbaru. Malah pengunjung lebih suka berkunjung ke Pasar Kodim yang sekarang sudah mulai terawat. Semoga pemerintah bisa menyelesaikan permasalah ini,'' harapnya.
Hal senada juga diungkapkan salah seorang pedagang suvenir pernikahan yang juga enggan disebutkan namanya. Menurutnya saat ini kondisi Pasar Bawah cukup memprihatinkan. Apalagi jika hujan lebat, pasar di bagian bawah kebanjiran. Ia mengaku omzet pedagang kerap menyusut karena sepinya pembeli.
Ia berharap pemerintah bisa segera menyelesaikan permasalahan pengelolaan Pasar Bawah tersebut dan mencarikan pihak pengelola yang benar-benar mendukung para pedagang dengan meningkatkan kualitas pelayanan dan fasilitas yang ada di pasar wisata tersebut.
''Kalau bisa segera carikan kami pengelola yang benar-benar pro terhadap nasib pedagang pasar ini, dan jadikan Pasar Bawah ini seperti julukannya yaitu pasar wisata sehingga dapat meningkatkan daya tarik wisata ke Pekanbaru dan berbelanja di pasar bawah ini,'' harapnya.
Sementara itu, terkait nasib Pasar Bawah yang hingga kini tak jelas pengelolaannya pasca-lelang, Kepala Disperindag Pekanbaru Zulhelmi Arifin mengatakan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Riau telah batal me-review hasil lelang Pasar Bawah.
Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) sudah melakukan pengajuan review ini sejak tanggal 7 Januari lalu. Dan seharusnya hasil audit ini yang akan menjadi dasar sikap Disperindag terhadap permasalahan yang terjadi saat ini.
''BPKP Riau membatalkan surat tugas terkait review lelang Pasar Bawah. Pembatalan sudah disampaikan kepada kami,'' ujarnya.
Lanjut Zulhelmi, karena pembatalan tersebut Disperindag akan menunggu arahan dari pimpinan terkait sikap yang akan diambil. ''Karena kita ingin ada kepastian dan kejelasan terkait Pasar Bawah ini. Kalau semakin lama, maka pihak ketiga dan pedagang juga tak ada kepastian. Kita menunggu arahan pimpinan,'' sebutnya.(bersambung)
Editor : Koran Riau Pos