DUMAI (RIAUPOS.CO) - Pemerintah Kota Dumai terus berkomitmen untuk menurunkan angka tengkes (stunting), sesuai dengan perintah dari Pemerintah RI yang menjadi arahan langsung dari Presiden Joko Widodo.
Bahkan Pemerintah Kota Dumai menargetkan angka tengkes di Kota Dumai dapat ditekan hingga di bawah 10 persen, di mana saat ini angka tengkes di Kota Dumai berada di kisaran angka 12 persen.
Tidak hanya penekan angka tengkes saja, saat ini sejumlah program seperti pengendalian jumlah penduduk melalui program keluarga berencana, siaga kependudukan dan semacamnya tetap menjadi fokus Pemko Dumai di tengah pembangunan fisik yang gencar dilakukan.
Wali Kota Dumai H Paisal mengatakan langkah Pemerintah Kota Dumai dalam menjalankan program keluarga berencana, penurunan tengkes, siaga kependudukan dan semacamnya terus dilakukan dengan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) hingga relawan di tingkat kelurahan.
"Kami menekankan betul bahwa program-program ini menjadi fokus dikerjakan oleh Pemerintah Kota Dumai, terutama terkait penurunan angka tengkes," ujar Paisal, Senin (7/8).
Hari ini (kemarin) ujar Faisal, Pemerintah Kota Dumai punya program dengan tagline "Dumai Berkhidmat" dengan program ini, kita akan terus berkhidmat dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kota Dumai, dalam berbagai hal, termasuk tentang pengendalian penduduk, keluarga berencana, penurunan angka tengkes dan sebagainya.
Tengkes harus diturunkan secara maksimal dan ini merupakan tugas bersama demi masa depan generasi penerus. Penurunan angka tengkes yang signifikan dilaksanakan dengan kerja sama dan komitmen kuat OPD.
“Khususnya Kota Dumai kami terus fokus bekerja bagaimana angka tengkes terus menurun, kepada semua OPD sudah diarahkan bagaimana upaya kita agar tengkes di Kota Dumai harus di bawah 10 persen. Pokoknya kita targetkan tengkes di Kota Dumai bisa secepatnya tuntas dan tumbuh kembang anak berjalan dengan baik,” harap Paisal.
Sebelumnya Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Riau Drs H Masrul Kasmy, dalam acara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXX tingkat Provinsi Riau tahun 2023 yang dipusatkan di Kota Dumai, Sabtu (5/8) menegaskan, Pemerintah Provinsi Riau terus berikhtiar sebagai upaya menurunkan tengkes di Provinsi Riau.
Hingga kini tengkes menjadi isu global yang perlu ditangani dengan serius, tumbuh kembang anak menjadi perhatian dasar bagi orangtua dan keluarga dengan menerapkan gaya hidup sehat dan bersih.
Masrul Kasmy memaparkan berdasarkan data hasil survei status gizi Indonesia tahun 2022, menunjukkan penurunan yang sangat signifikan, prevalensi tengkes di Riau untuk 2022 angka tengkes Provinsi Riau berada di 17 persen dan terjadi penurunan sebesar 5,3 persen dari 22,3 persen.
”Dengan melihat kondisi tengkes kabupaten/kota di Provinsi Riau dan untuk mencapai target prevalensi nasional 2024 harus dilakukan kolaborasi serta keseriusan masing-masing kepala daerah dalam bekerja sama dengan pemerintah provinsi untuk menurunkan angka tengkes ini,” pungkas Masrul Kasmy.(ade)
Laporan RPG, Dumai
Editor : Administrator