PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Banjir di Jalan Sembilang disebutkan akibat tingginya debit hujan sehingga air Sungai Siak meluap ke badan jalan. Pemko Pekanbaru mengaku telah melakukan berbagai upaya. Seperti melakukan normalisasi sungai maupun parit.
Namun, normalisasi sungai dan parit yang telah dilakukan di Kecamatan Rumbai ternyata tidak memberikan jaminan bisa mengatasi banjir.
Kepala Dinas PUPR Kota Pekanbaru, Edward Riansyah mengatakan, banjir yang terjadi di beberapa wilayah di Rumbai terutama di Jalan Sembilang akibat debit hujan yang tinggi.
”Permasalahannya sekarang kan karena debit hujan yang tinggi, bukan karena normalisasi dilakukan menjadi banjir. Makanya karena debit hujan yang tinggi menyebabkan banjir,” ujar Edward Riansyah kepada Riau Pos, Selasa (13/2).
Lebih lanjut dikatakannya, pihaknya bersama dengan Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) Wilayah III bakal tetap melakukan normalisasi sungai. Tetapi yang berkaitan dengan Jalan Sembilang merupakan ranah dari Pemerintah Pusat melalui BWSS Wilayah III.
”Kami sudah komunikasikan dengan BWSS Wilayah III. Infonya mereka dari BWSS ada pekerjaan tahun ini untuk di sana, untuk yang di Parit Belanda,” terangnya.
Untuk diketahui, apabila musim hujan atau debit hujan yang tinggi di Pekanbaru, Jalan Sembilang kerap mengalami banjir. Banjir yang terjadi di Jalan Sembilang disebabkan oleh luapan air Sungai Siak yang berada tidak jauh dari jalan. Akibatnya, kendaraan roda dua atau roda empat yang hendak melintas dari Jalan Sudirman Pekanbaru menuju Rumbai terganggu.
Sebelumnya, Camat Rumbai, Vemi Herliza mengatakan, meskipun sudah dilakukan normalisasi Sungai, ternyata tidak berdampak mengurangi banjir.
”Iya sudah dilakukan normalisasi, tetapi kan tidak mengurangi terjadinya banjir disini,” ujar Vemi Herliza.(dof)
Editor : RP Arif Oktafian