PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Tradisi petang megang meyambut puasa Ramadan di Kota Pekanbaru, kembali digelar di tepian Sungai Siak. Ribuan orang tumpah ruah mengikuti rangkaian kegiatan tradisi petang megang yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya ini.
Dimulai dengan melakukan ziarah ke makam Marhum Pekan, Pj Wako Pekanbaru Muflihun SSTP MAP menempati kursi di bawah tenda induk yang ditempatkan di samping Masjid Raya Pekanbaru. Bersama dengan kepala OPD Pemko Pekanbaru dan para undangan, mereka mendengarkan pihak pengurus masjid yang menjelaskan tentang sejarah Makam Marhum Pekan (Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah).
Setelah itu, sekitar pukul 15.27 WIB, Pj Wako bergeser memasuki komplek pemakaman tersebut. Pemakaman tersebut masih berada diselitar Masjid Raya Pekanbaru. Pj Wako memakai setelan pakaian Melayu dengan atasan baju dan bawahan celana yang berwarna putih dengan peci hitam.
Kemudian pj wako melaksanakan tabur bunga di atas pusaran makam, yang diikuti dengan yang lainnya. Sebelumnya diawali dengan pembacaan doa terlebih dahulu.
Tradisi Petang Megang tersebut diawali dengan ziarah ke makam Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah, yang dikenal juga dengan Marhum Pekan. Makam itu berada di sekitaran kompleks Masjid Raya Pekanbaru.
Marhum Pekan merupakan sultan ke-5 Kerajaan Siak Sri Indrapura (1780-1782 M). Juga pendiri Kota Pekanbaru. Petang Megang atau Petang Balimau tahun ini dipusatkan di Rumah Tuan Kadi yang ada di tepian Sungai Siak.
Setelah ziarah, Pj Wako bersama jamaah lainnya bergeser memasuki Masjid Raya Pekanbaru untuk melaksanakan salat Ashar berjamaah bersama dengan warga setempat dan rombongan Pemko. Kemudian dilanjutkan menuju tepian Sungai Siak tepatnya di pekarangan Rumah Tuan Kadi tersebut.
Ribuan warga sudah ramai menyambut orang nomor satu di Kota Bertuah di tepian Sungai Siak tersebut. Teratak dan tenda induk telah pun berdiri kokoh. Mereka menyambut Pj Wako dengan penuh gembira. Sesaat kemudian Pj Wako dipersilahkan duduk di bawah tenda dengan beralaskan karpet.
Dalam kesempatan tersebut, Pj Wako mengatakan, bahwa pelaksanaan petang megang merupakan tradisi menyambut bulan suci Ramadan yang sudah dilakukan para pandulu, dan merupakan bentuk rasa syukur dan kegembiraan menyambut puasa Ramadan.
"Setiap tahun dilaksanakan Kota Pekanbaru. Tidak terasa sudah memasuki bulan Ramadan, ini adalah bulan yang ditunggu oleh kita semua semoga. Petang beliau merupakan rasa syukur dan kegembiaraan yang dilakukan para pendahulu kita, untuk menyambut Ramadan," ujar Muflihun dalam sambutannya.
Laporan: Joko Susilo, Pekanbaru
Editor : M. Erizal