PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Persoalan harga kebutuhan pokok yang masih cukup tinggi membuat Pemerintah Kota Pekanbaru kembali melakukan kunjungan lapangan (kunlap) atau inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar tradisional di Kota Pekanbaru. Kali ini sidak bukan hanya dilakukan oleh Pemerintah Kota Pekanbaru saja, tetapi bersama TNI dan kepolisian di Kota Pekanbaru.
Setelah sempat mencapai rekor “paling pedas”, yakni Rp150 ribu per kilogram, harga cabai turun menjadi Rp100 ribu dan saat ini turun lagi hingga Rp70 ribu per kg. Hanya saja, harga-harga lainnya masih tinggi, bahkan naik. Ayam potong misalnya, malah naik menjadi Rp32 ribu per kg, dari sebelumnya Rp30 ribu per kg. Begitu juga telur, yang malah naik menjadi Rp54 ribu per papan dari sebelumnya Rp52 ribu per papan.
Pantauan Riau Pos, Sabtu (16/3) di Pasar Kodim Jalan Teratai Kecamatan Sukajadi, Pekanbaru, beberapa pejabat ikut dalam sidak itu. Sekda Kota Pekanbaru Indra Pomi Nasution didampingi Komandan Korem 031/Wirabima Brigjen TNI Dany Rakca Andalasawan bersama Komandan Kodim Pekanbaru Letkol (Inf) Sri Marantika Beruh, Kapolresta Pekanbaru Kombes Jeki Rahmat Mustika, Asisten II Setko Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut, dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pekanbaru H Maisisco. Mereka turun langsung mengecek harga kebutuhan pokok di pasar tradisional tersebut.
Mereka berdialog bersama para pedagang dan masyarakat yang berbelanja di kawasan pasar tradisional di Kota Pekanbaru itu. Menurut Sekdako Pekanbaru Indra Pomi, berdasarkan hasil sidak yang dilakukan pihaknya dengan Forkopimda Kota Pekanbaru tersebut, memang pada beberapa komoditas terjadi kenaikan harga, seperti beras, cabai, bawang, hingga daging sapi. Tapi sudah mulai mengalami penurunan harga. Apalagi langkah pengawasan dan sinergi yang dilakukan bersama antara semua pihak guna menciptakan stabilitas harga di tengah masyarakat yang sempat melambung di awal Ramadan 1445 H lalu.
‘’Kita harapkan situasinya terus menjadi stabil sehingga bisa mengkondusifkan daya beli masyarakat terhadap komoditas pangan yang ada di pasar-pasar,’’ ungkap dia.
Baca Juga: Turun Drastis, Harga Cabai Rp90 Ribu per Kg
Indra mengajak masyarakat juga tak perlu khawatir komoditas pangan akan menjadi langka yang akhirnya mendorong terjadinya aksi borong. Karena hal tersebut juga yang menurut dia pada akhirnya menyebabkan terjadinya kelangkaan ketersediaan yang berujung pada kenaikan harga.
‘’Jadi mari sama-sama kita sikapi dengan baik dan bijaksana perihal pangan ini. Pastinya, pemerintah, TNI dan Polri akan cepat merespon kondisi yang terjadi di tengah masyarakat, termasuk bila terjadi fluktuasi,’’ ujarnya.
Sementara itu, Asisten II Sekdako Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut mengungkapkan, turunnya harga komoditas pangan seperti cabai ini merupakan bentuk dari upaya pemerintah untuk melakukan stabilisasi harga.
Penurunan harga tersebut terutama terjadi untuk cabai merah Bukittinggi, di mana pada sehari sebelumnya sempat terpantau berada di kisaran Rp100 ribu per kilogram, per hari ini turun menjadi Rp70 ribu per kilogram. Ini disusul oleh cabai merah Payakumbuh dan cabai merah Aceh yang kini turun drastis berkisar Rp50 ribu per kilogram. Kemudian harga daging sapi juga mengalami penurunan dari sebelumnya sempat mencapai Rp160 ribu per kilogram menjadi Rp140 ribu per kilogram.
Meksipun begitu, masih ada sejumlah kebutuhan pokok lainnya yang hingga kini masih tinggi di antaranya ayam potong Rp32 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp30 ribu per kilogram. Harga telur Rp54 ribu dari sebelumnya Rp52 ribu per papan dan lainnya.
‘’Yang pasti ini bentuk dari intervensi yang kita lakukan agar harga komoditas, khususnya cabai bisa mencapai angka idealnya. Kalau kemarin kan memang disebabkan pasokan yang jumlahnya terbatas. Tapi hari ini kondisinya sudah berangsur normal,” tuturnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru H Maisisco. Dia mengungkapkan, penurunan harga ini bisa sedikit memberikan ketenangan bagi masyarakat untuk dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga yang masih terjangkau. Namun begitu, pihaknya tak ingin harga cabai sampai jatuh, apalagi sampai membuat petani merugi. Pemerintah Kota Pekanbaru inginkan adalah harga ideal, ketika petani tetap mendapatkan margin keuntungan, pedagang untung dan warga mendapatkan harga yang masih layak dan terjangkau.
Itu sebabnya Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Ketahanan Pangan akan terus berupaya melakukan pengawasan dan monitoring untuk memastikan harga bahan kebutuhan pokok dan pangan tetap stabil dan ketersediaannya mencukupi.
‘’Pada momen Ramadan dan Idul Fitri itu, fluktuasi harga itu pasti terjadi dikarenakan ada peningkatan permintaan. Tapi, kenaikan yang terjadi harus dalam batas kewajaran. Kalau lonjakannya terlalu tinggi juga kan efeknya masyarakat sulit menjangkau harga, dan itu menyebabkan daya beli juga menurun,’’ jelasnya .
Baca Juga: Harga Cabai Turun Jadi Rp130 Ribu per Kilogram
Sementara itu, Komandan Korem 031 Wirabima, Brigjen Dany Rakca Andalasawan mengatakan inspeksi mendadak (sidak) terhadap harga komoditas pangan di Kota Pekanbaru ini dilakukan guna memantau kondisi ketersediaan dan harga pangan yang sempat dilaporkan melambung beberapa hari lalu dengan bertanya langsung kepada pedagang di Pasar Kodim. Mulai dari pedagang cabai, telur, bawang, kentang, tomat, ikan, daging. Tak hanya itu, Danrem juga mengecek langsung respon masyarakat terkait dengan kenaikan harga yang terjadi khususnya berkenaan dengan momen awal Ramadan.
Apalagi ada beberapa komoditas yang sempat mengalami kenaikan beberapa hari lalu. Namun saat ini sudah berangsur turun seperti harga cabai yang sempat berkisar Rp120 ribu per kilogram menjadi Rp50 ribu per kilogram untuk cabai Payakumbuh. Lalu cabai merah Medan dan Aceh Rp60 ribu serta cabai merah Bukittinggi Rp70 ribu per kilogram. Harga bawang merah yang per hari ini mengalami kenaikan berkisar Rp35 ribu-40 ribu per kilogram dari sebelumnya hanya berkisar Rp30 ribu per kilogram serta sejumlah komoditas lainnya seperti harga ayam potong ikan laut basah, daging sapi, kambing, gula, dan minyak goreng.
‘’Beberapa hari lalu kan informasinya harga beberapa komoditas pangan mengalami kenaikan. Ternyata setelah kita lakukan pengecekan, sudah ada upaya yang dilakukan untuk mengendalikan gejolak harga, salah satunya cabai yang ternyata sudah jauh turun dibandingkan dengan beberapa hari lalu,’’ jelas dia.
Lanjut Danrem, harga beberapa komoditas lainnya ada yang naik, tapi kenaikan itu masih dalam batas kewajaran. Pihaknya bersama Pemerintah Kota Pekanbaru dan Polri mengingatkan kepada semua pihak, untuk bersama-sama menjaga kondusivitas harga. Jangan sampai ada praktik spekulan yang berusaha mengatur harga-harga yang bisa merugikan masyarakat. Karena sanksi hukum tetap berlaku.
‘’Kita TNI dan Polri bersama-sama mendukung pemerintah daerah untuk bagaimana menciptakan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan ini baik selama Ramadan maupun Idul Fitri,” tegasnya.(muh)
Editor : RP Bayu Saputra