BUKIT RAYA (RP) - Pasangan suami istri, warga Jalan Tengku Bey 2, Perumahan Villa Berkah Utama 2, Kelurahan Air Dingin, Kecamatan Bukit Raya terdeteksi mengalami penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dan dirawat di salah satu rumah sakit swasta di Kota Pekanbaru.
Namun selama sebulan lamanya setelah keluar dari rumah sakit, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Dinas Kesehatan (Diskes) belum melakukan tindakan fogging terhadap lingkungan di sekitar rumah pasien.
Menurut salah seorang pasien berinisial D kepada Riau Pos, Ahad (17/3) kasus DBD yang dialaminya sudah terjadi akhir Januari 2024 lalu. Namun selang beberapa pekan setelah ia keluar dari rumah sakit dan dinyatakan sembuh, giliran sang suami berinisial I yang mengalami kasus yang sama akibat gigitan nyamuk aedes aegypti tersebut. Selama menjalani perawatan di rumah sakit
keduanya sudah mendapatkan penanganan intensif dan pihak rumah sakit juga sudah melakukan koordinasi dengan puskesmas tempat tinggal D yaitu Puskesmas Harapan Raya untuk kemudian dilaporkan kepada Dinas kesehatan Kota Pekanbaru. Tim dari Puskesmas Harapan Raya pun sudah mendatangi rumah D. Namun lantaran dirinya sedang berada di luar rumah sehingga ia tidak berjumpa dengan tim dari Puskesmas Harapan Raya tersebut.
Meksipun begitu pihaknya mendapatkan informasi jika kasus DBD yang ia alami sudah diserahkan k pada Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru untuk kemudian dilakukan fogging di sekitar kawasan rumah pasien dengan radius 200 meter.
Tetapi kegiatan fogging itu disebutkan baru bisa dilakukan setelah Idulfitri. Sementara di kawasan permukiman D dan I, penyebaran nyamuk sudah terlalu banyak sehingga membuat masyarakat resah.
”Ya masyarakat di sini juga sudah mencoba melaporkan soal fogging ini ke puskesmas tapi tetap saja hanya Dinas Kesehatan Kota yang bisa melakukan fogging, tapi setelah Idulfitri,” jelasnya.
Dikatakan D lagi, setelah informasi dirinya mengalami kasus DBD diberitakan sejumlah awak media, tiba-tiba saja, Ahad (17/3) tim fogging dari Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru mendatangi kawasan permukimannya, sehingga dilakukan proses fogging keseluruhan kawasan kompleks perumahan tersebut.
”Aneh kan? Selamban itu penanganan dari pemerintah kota. Masa harus viral dulu baru bekerja. Padahal ini sudah sebulan terjadi, dua orang pula. Apa harus menunggu ada korban nyawa dulu baru dilakukan fogging atau sosialisasi kepada masyarakat?” tanyanya.
Sementara itu, pantauan Riau Pos di lapangan, ada sebanyak enam hingga delapan petugas fogging yang menggunakan pakaian berwarna oranye bertuliskan Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru melakukan tindakan pengasapan dengan bahan insektisida yang bertujuan untuk membunuh nyamuk khususnya pembawa (vektor) penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).
Mereka mendatangi satu per satu kawasan permukiman warga yang masuk dalam jarak radius 200 meter dari rumah pasien DBD tersebut.
Tak hanya di bagian depan rumah masyarakat saja yang dilakukan pengasapan, tetapi di bagian dalam rumah juga dilakukan pengasapan serupa sehingga nyamuk mulai berkurang di kawasan permukiman warga tersebut.
Di sisi lain, saat dikonfirmasi terkait kasus DBD yang terjadi di Kelurahan Air Dingin, Kepala Puskesmas Harapan Raya dr Wahirda mengatakan laporan hasil penyelidikan epidemiologi terhadap kasus DBD yang dialami pasutri di Kelurahan Air Dingin sudah diserahkan kepada Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru. Ia katakan, hanya tinggal menunggu Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru yang melakukan proses fogging lantaran hal itu merupakan wewenang pihak Diskes.
”Penanganan dari Puskesmas sudah dilakukan. Petugas kami turun cepat ke lapangan saat mendapatkan laporan sampel nol nya sampai lapor hasil PE ke Diskes,” ujarnya.
Lanjut dr Wahirda, sebenarnya tindakan fogging hanya membunuh nyamuk saja, tidak membunuh telur dan jentik yang ada di sekitar rumah penderita.
”Walaupun nyamuknya mati tapi telur, jentik tidak dibasmi dengan 3M, maka akan tetap berkembang menjadi nyamuk dewasa dalam 5-7 hari,” sebutnya.
Itu sebabnya, pihaknya meminta masyarakat wajib menjadi jumantik untuk rumahnya masing-masing supaya tidak ada tempat untuk nyamuk berkembang biak.
”Kami sudah turun dan edukasi kepada warga untuk melakukan 3M, gotong royong dan lainnya. Bila ada lagi warga yang demam tinggi segera ke rumah sakit dan untuk penampungan air yang besar dan sulit dibersihkan, kami menyediakan gratis abate, petugas akan menjelaskan cara pemakaiannya,” ucapnya.(ayi)
Editor : Rindra Yasin