Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Riau Masuk Peralihan Musim Hujan ke Kemarau

Prapti Dwi Lestari • Selasa, 21 Mei 2024 - 12:20 WIB
Irwansyah Nasution  Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Pekanbaru
Irwansyah Nasution Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Pekanbaru

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Pekanbaru kembali mengeluarkan informasi terkait cuaca di Provinsi Riau selama sepekan ke depan, Senin (20/5). BMKG menyatakan Riau mulai memasuki periode peralihan musim hujan ke kemarau.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Pekanbaru Irwansyah Nasution menjelaskan, seperti yang sering masyarakat Riau rasakan, saat ini kondisi cuaca cukup panas pada pagi hingga siang hari, namun terjadi hujan pada sore hingga malam.

“Prakiraan cuaca seminggu ke depan dari tanggal 20 Mei hingga 26 Mei 2024, hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang diprakirakan terjadi di beberapa wilayah Riau yaitu Kabupaten Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, Pelalawan, Kepulauan Meranti, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, Kuantan Singingi serta Kampar,’’ ujarnya. ‘’Suhu udara diperkirakan berkisar antara 24 hingga 33 derajat celcius dengan kelembaban udara berkisar antara 60 persen hingga 99 persen. Untuk arah angin dominan bertiup dari arah Tenggara hingga Barat Daya dengan kecepatan 10 hingga 30 km per jam,” tambahnya.

Dijelaskan Irwansyah, berdasarkan pantauan kondisi atmosfer secara global selama sepekan ke depan indeks El Niño-Southern Oscillation (ENSO) adalah pola iklim berulang yang melibatkan perubahan suhu perairan di Samudera Pasifik tropis bagian tengah dan timur, menunjukkan nilai plus 0,41.

Di mana indeks ini menunjukkan dalam kondisi netral. Artinya tidak mempengaruhi penambahan dan pengurangan pasokan uap air. Kemudian untuk nilai Indian Ocean Dipole (IOD) sebesar + 0,22 sehingga dalam kondisi netral.

Sedangkan untuk Madden Julian Oscillation (MJO) yang merupakan gangguan awan, curah hujan, angin, dan tekanan yang bergerak ke arah timur yang melintasi planet di daerah tropis dan kembali ke titik awalnya rata-rata dalam 30 hingga 60 hari. ‘’Saat ini MJO berada pada fase 2 hingga 3. Hal ini mempengaruhi terhadap penambahan pasokan uap air di wilayah Riau,’’ ujarnya.

Kemudian kondisi pola angin menunjukkan adanya konvergensi dan belokan angin atau sirline. Kondisi ini juga dapat menambah pasokan masa udara di atas wilayah Riau, kemudian hujan sedang dengan curah hujan antara 20 mm hingga 50 mm terpantau di wilayah Kabupaten Siak, Kampar, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, Kepulauan Meranti, Pelalawan, Dumai dan Pekanbaru . Sedangkan untuk hujan lebat dengan curah hujan antara 50 hingga 100 mm terpantau berada di wilayah Pelalawan, Rokan Hulu, dan Kampar.(ayi)

Editor : Rindra Yasin
#bmkg #musim kemarau #cuaca #provinsi riau