PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Memasuki pekan keempat Mei 2024, harga barang keperluaan pokok di sejumlah pasar tradisional di Kota Pekanbaru masih terpantau tinggi dan cenderung terus naik. Terutama sejumlah komoditas yang dipasok Sumatera Barat (Sumbar).
Pantauan Riau Pos, Ahad (26/5) di Pasar Dupa Kencana dan Pasar Agus Salim, cabai merah asal Bukittinggi masih berkisar Rp70.000 hingga Rp78.000 per kilogram. Ayam potong masih Rp30.000 hingga Rp35.000 per kilogram. Telur ayam Rp50.000 hingga Rp56.000 per papan (30 butir). Cabai rawit merah Rp85.000 per kg, kol Rp15.000 per kg, buncis Rp18.000 per kg, tomat Rp17.000 per kg, ikan lele Rp25.000 per kg, ikan patin Rp25.000 per kg, cumi basah Rp80.000 per kg, bawang merah Rp48.000 per kg, dan bawang putih Rp40.000 per kg.
Salah seorang pedagang di Pasar Dupa, Rosita mengaku sampai saat ini belum penurunan harga barang sembako. Bahkan menurutnya ada tren kenaikan sejak bencana alam yang terjadi di daerah penghasil komoditas pangan yaitu Provinsi Sumatera Barat.
Khususnya pasokan cabai merah dan juga telur serta ayam potong yang terus mengalami peningkatan. ”Ini saja kami susah jualnya karena banyak pembeli yang mulai mengurangi jumlah pembelian akibat harga yang masih tinggi,” ucapnya.
Citra Amanda, warga Jalan Kayu Manis berharap harga barang keperluan pokok kembali normal. Apalagi beberapa pekan ke depan umat Islam akan memasuki Hari Raya Iduladha. Jika harga barang keperluan pokok kembali meroket maka akan sangat menyulitkan masyarakat untuk mendapatkan bahan pangan yang terjangkau.
”Ya sebagai warga maunya harganya terjangkau di kantong masyarakat menengah kebawah, karena biasanya setiap mau masuk hari besar keagamaan sudah pasti harga kebutuhan pokok naik, dan itu sangat menyusahkan kami emak-emak yang harus putar otak agar bisa menghemat biaya, di zaman barang keperluan pokok yang masih tinggi seperti sekarang ini,” ucapnya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru Zulhelmi Arifin mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap pasokan bahan pokok yang masuk ke pasaran.
Hal ini dilakukan untuk memastikan agar pasokan tidak berkurang, pascabencana alam yang terjadi di Sumbar). ”Kami terus melakukan pemantauan di lapangan terhadap pasokan yang masuk ke Pekanbaru,” ucapnya.
Ia menuturkan, bencana alam yang terjadi di wilayah Sumbar berpengaruh terhadap beberapa pasokan komoditi seperti beras, bawang, cabai, dan sayur hasil pertanian. Pihaknya juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi pasokan tidak kurang serta mencukupi keperluan masyarakat.(yls)
Editor : Rindra Yasin