Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Satu JCH asal Pelalawan Dipulangkan, BPKH Minta Fatwa Daftar Haji Sudah seperti Berhaji

Engki Prima Putra • Senin, 27 Mei 2024 | 11:40 WIB
Haji 2024
Haji 2024

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Provinsi Riau melalui Embarkasi Haji Batam sudah memberangkatkan 11 Kelompok Terbang (Kloter) atau sebanyak 4.942 jemaah calon haji. Sembilan kloter masuk gelombang pertama dan dua kloter pada gelombang kedua. Dari jumlah tersebut, satu JCH dipulangkan karena tak memenuhi syarat.

“Sampai hari ini (kemarin, red) kita sudah memberangkatkan 4.942 jemaah, termasukjemaah Kloter BTH-13 asal Kabupaten Bengkalis dan Rokan Hulu,” ungkap Plt Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Riau, Muliardi, Ahad (26/5). “Mudah-mudahan sehat semua dan senantiasa diridai Allah SWT,” sambungnya.

Sementara itu, dari jumlah tersebut tercatat delapan JCH dirawat di Rumah Sakit (RS) Awal Bros Botania Batam dan RS Badan Pengusahaan (BP) Batam serta terdapat satu JCH dipulangkan ke daerah asal karena sakit. Jemaah yang dipulangkan tersebut atas nama Suwodo Kusnan Suro Truno (82) asal Kabupaten Pelalawan.

Berdasarkan surat Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Bidang Kesehatan Embarkasi Haji Batam 1445 H / 2024 M satu orang jemaah Provinsi Riau tersebut yang dinyatakan tidak memenuhi syarat laik terbang sehingga yang bersangkutan dibatalkan keberangkatannya. “Sedangkan jemaah yang sakit dan tertunda keberangkatannya akan ditumpangkan pada kloter berikut yang tersedia seat atau tempat duduknya,” sebut Muliardi.

Sementara itu, Asisten Administrasi Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdakab Pelalawan, H Zulkifli membenarkan salah seorang JCH Pelalawan yang batal diberangkatkan. “JCH atasn ama Suwodo ini dipastikan batal berangkat menunaikan ibadah haji karena mengalami gangguan kesehatan. Saat ini, JCH tersebut masih menjalani perawatan di RS Awal Bros Pekanbaru,” ujarnya.

Namun, tiga dari empat JCH Pelalawan yang tergabung dalam BTH Kloter 12 akhirnya diterbangkan ke Madinah. Ketiga JCH ini sebelumnya gagal berangkat bersama rombongan JCH Pelalawan Kloter 12 karena mengalami keluhan kesehatan. “Alhamdulillah, tiga JCH Pelalawan yang sempat tertunda keberangkatannya telah diterbangkan hari ini (kemarin, red) menuju Madinah,” terangnya.

Mantan Kepala Dosbudparpora Pelalawan ini menjelaskan, tertundanya keberangkatan para JCH ini karena menurunnya kesehatan mereka. Seperti JCH atasnama Jani. Dari hasil pemeriksaan petugas kesehatan Embarkasi Batam, JCH asal Kecamatan Pangkalan Lesung ini didiagnosa mengalami penurunan HD. Sehingga JCH yang didampingi istrinya ini, terpaksa dirujuk ke RS Awal Bros Pekanbaru untuk menjalani pemulihan kesehatan.

“Begitu juga JCH asal Kecamatan Kuala Kampar atasnama Suroso yang mengalami keluhan kesehatan sesak napas sehingga terpaksa harus di rawat di RS Awal Bros Pekanbaru. Alhamdulillah, setelah kondisi kesehatan ketiganya pulih dan stabil, maka mereka telah diterbangkan bersama Kloter 14 pada hari ini (kemarin, red),” paparnya.

JCH Rohil Diberangkatkan

Bupati Rokan Hilir (Rohil) Afrizal Sintong secara resmi melepas JCH Rohil yang masuk Kloter 14 BTH, Ahad (26/5) dini hari. Kloter 14 ini berjumlah 393 orang yang semuanya berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Riau.

Rinciannya, Kabupaten Rohil sebanyak 282 orang, Kota Pekanbaru sebanyak 81 orang, Indragiri Hilir sebanyak 21 orang, Bengkalis sebanyak 2 orang, dan Pelalawan sebanyak 2 orang. JCH diterbangkan melalui Bandara Internasional Hang Nadim Batam menggunakan pesawat Saudi Arabian Airlines menuju Madinah.

Dalam sambutannya, Bupati Rohil mengingatkan agar para JCH meningkatkan kebersamaan yang dinilai sangat berarti bagi seluruh jemaah. “Gunakanlah kesempatan untuk istirahat di dalam pesawat. Kondisi ini sangat membantu untuk mempersiapkan fisik yang prima dalam melaksanakan rangkaian ibadah haji,” katanya.

Dikatakannya, Pemkab Rohil juga sudah menyiapkan tenaga kesehatanuntuk memberikan bantuan jika ada JCH yang memerlukan obat atau pertolongan medis selama perjalanan dan di Tanah Suci. ‘’Harapannya semua perjalanan berikutnya berjalan lancar tanpa hambatan,’’ ujarnya.

Penginapan JCH Bengkalis 7 Km dari Masjidilharam

JCH asal Bengkalis yang tergabung dalam Kloter 13 BTH dibagi menjadi dua tempat penginapan yang berjarak sekitar 7 kilometer (km) dari Masjidilharam, di Makkah. “Alhamdulillah, jemaah kita telah sampai di penginapan yakni di Hotel Royal dan Hotel Syisyah-Syib Amir,” ujar Petugas Haji Daerah, yang juga merupakan Plt Kabag Kesra Herman Nur, Ahad (26/5).

Ia menjelaskan, di Hotel Royal, ada 200 orang. Sedangkan di Hotel Syisyah-Syib Amir sebanyak 247 jemaah. “Kloter kita ini terdiri dari 11 kelompok. Untuk kelompok 1 sampai 6 itu di Syisyah dan kelompok 7 sampai 11 di Royal. In sya Allah kita akan melaksanakan ibadah umrah yang merupakan bagian dari rukun haji,” sebutnya.

“Untuk kondisi cuaca di Makkah berada pada suhu 42 derajat celcius. Sehingga kami menghimbau agar para jemaah tetap menjaga kebugaran tubuh agar dapat menjalankan rangkaian ibadah dengan baik,” jelasnya.

Sejauh ini kata Herman, seluruh jemaah masih dalam keadaan aman, sehat dan diharapkan dapat terus semangat dalam menjalani setiap proses ibadah. “Minta doanya dari seluruh keluarga, kerabat, dan masyarakat agar jemaah kita senantiasa dalam perlindungan Allah SWT sehingga dapat mengamalkan ibadah haji dengan sempurna,” harapnya.

Sementara itu, Kementerian Agama (Kemenag) melaporkan bahwa pemberangkatan gelombang 1 jemaah haji sudah selesai. Rutenya adalah dari Indonesia menuju Madinah. Total jemaah haji gelombang pertama mencapai 88.987 orang. ’’Penyelenggaraan haji Indonesia bisa kita sebut sebagai proses mobilisasi masyarakat sipil terbesar di dunia,’’ kata juru bicara Kemenag Anna Hasbie di Jakarta kemarin.

Dia mengatakan pemberangkatan jemaah haji sangat kompleks. Apalagi sekitar 98 persen jemaah adalah orang yang baru pertama kali berhaji. Sehingga tugas dari para personel Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) menjadi tidak ringan.

Anna mengatakan dari 88 ribu orang jemaah gelombang pertama, yang belum pernah berhaji mencapai 87.673 orang. Sisanya hanya 1.314 orang atau 1,48 persen yang sudah pernah berhaji. Dari sisi pendidikan, sebanyak 26.025 berpendidikan SD. Kemudian ada 22.541 orang jenjang SMA. Lalu ada 21.593 jenjang sarjana, 10.126 jenjang SMP. Sisanya jenjang diploma, S2, S3, dan lainnya.

Mencontoh di Malaysia

Antrean haji di Indonesia semakin panjang. Rata-rata sudah mencapai 30 tahun. Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mengusulkan ada fatwa, bahwa dengan mendaftar haji saja sudah sama seperti berhaji.

Keterangan tersebut disampaikan Kepala Badan Pelaksana BPKH Fadlul Imansyah di kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di Tangerang Selatan, Banten, Ahad (26/5). ’’Kalau yang saya tahu, mazhab Ciputat luar biasa. Termasuk (kajian) fiqih yang ditelurkan,’’ katanya di depan sejumlah alumni UIN Jakarta.

Fadlul berharap para ahli fiqih, khususnya terkait haji di UIN Jakarta bisa berkontribusi melakukan kajian-kajian mengenai fiqih atau fatwa tentang haji. Dia menceritakan bahwa rerata antrian haji di Indonesia saat ini sudah 30 tahun. Bahkan telah mencapai 48 tahun di Bantaeng, Sulawesi Selatan.

’’Jadi kita lagi berpikir, apakah boleh kalau (sudah) daftar haji itu sudah dianggap sebagai haji,’’ kata Fadlul. Sementara yang terjadi sekarang, orang yang baru membayar uang setoran awal BPIH, disebut jemaah calon haji (JCH). Baru dikatakan jemaah haji ketika sudah berangkat ke Arab Saudi.

Dia lantas mencontohkan kondisi yang terjadi di Malaysia. Fadlul mengatakan antrean haji di Malaysia sudah mencapai 140 tahun. ’’Cerita sahabat saya di sana (Malaysia), mereka daftar (haji) saja sudah bagian dari haji,’’ katanya. Fadlul menanyakan apakah di Indonesia juga bisa dibuat kajian fiqih maupun fatwa seperti di Malaysia tersebut.(ilo/epp/fad/ksm)

Editor : Rindra Yasin
#sakit #provinsi riau #calon jemaah haji #embarkasi haji