PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Upaya pencegahan terhadap kasus tengkes (stunting) di Kota Pekanbaru bukan hanya menyasar pada anak bawah lima tahun (balita) dan ibu hamil saja. Kini, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mulai menyasar pada calon pengantin (catin) yang juga memiliki risiko terhadap terjadinya kasus tengkes di Kota Pekanbaru.
Sekretaris Kota (Sekko) Pekanbaru Indra Pomi Nasution menyebutkan, angka tengkesg yang dialami orang dewasa mencapai 75.000 orang pada tahun 2022. Kemudian, angka turun ke angka 45.000 orang pada 2023. Dan angka ini kembali turun menjadi 26.000 orang pada pertengan 2024 ini.
”Pemko Pekanbaru tak hanya menyasar anak balita dalam penanganan tengkes tahun ini. Tapi juga menyasar ke calon pengantin (catin),” sebut Sekko.
Ia menjelaskan, setiap catin harus menjalani pemeriksaan kesehatan untuk melihat apakah memiliki risiko terhadap gangguan kesehatan yang akan berdampak pada perkembangan janin yang nantinya akan dikandung.
Bagi mereka yang memiliki risiko, maka pemko akan memberikan bantuan pengobatannya. Seperti memberikan calon pengantin asupan nutrisi seperti vitamin, sehingga, pasangan pengantin ini melahirkan anak-anak yang unggul.
”Kami sudah mendata warga dewasa yang berisiko stunting. Berdasarkan data, angka warga yang mengalami stunting cenderung menurun,” ungkapnya.(ayi)
Editor : RP Arif Oktafian