Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Kasus DBD Tertinggi di Bukit Raya

Joko Susilo • Jumat, 14 Juni 2024 | 10:19 WIB
Photo
Photo

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Hingga pekan ke-22 tahun 2024 atau pertenghan Mei, jumlah kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kota Pekanbaru sudah mencapai 257 kasus. Kecamatan Bukit Raya menjadi wilayah terbanyak kasus DBD yaitu mencapai 37 kasus.

Disusul Kecamatan Rumbai dan Payung Sekaki masing-masing 30 kasus dan 27 kasus. Sementara kasus DBD terendah ada di Kecamatan Pekanbaru Kota dengan satu kasus.

Sedangkan untuk kecamatan lain, kasus DBD juga cukup banyak. Seperti di Kecamatan Binawidya dengan 23 kasus,Tuah Madani 22 kasus, dan Senapelan 20 kasus.

Kemudian Kecamatan Marpoyan Damai ada19 kasus DBD, Tenayan Raya 18 kasus, Sukajadi 15 kasus, Sail 15 kasus, dan Kulim 13 kasus.

Lalu, Kecamatan Limapuluh 9 kasus, Rumbai Barat 5 kasus, dan Rumbai Timur 2 kasus.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru Syamsimar mengatakan, kasus DBD di Kota Pekanbaru dipengaruhi oleh beberapa hal. Seperti lingkungan kurang bersih dan juga karena cuaca.

”Karena lingkungan (kotor) dan karena cuaca, misal musim hujan. Namun secara umum kasus DBD di sepanjang tahun 2024 cenderung mengalami penurunan. Hal itu menandakan lingkungan tempat tinggal sudah bersih, artinya masyarakat sudah sadar untuk mengantisipasi perkembangan nyamuk penyebab DBD dengan bersihkan lingkungan yang menjadi potensi perkembangan nyamuk,” ujarnya, Kamis (13/6).

Menurutnya, para kader yang tersebar di setiap kecamatan berperan sangat besar dalam memberantas penyebaran DBD. Mereka para kader jumantik intens turun melakukan edukasi tentang bahaya lingkungan yang kotor, DBD dan lainnya.

”Kita juga punya para kader-kader jumantik yang tersebar di setiap kecamatan. Mereka ini yang turut terlibat untuk terjun langsung ke tenga masyarakat. Bertugas untuk sosialisasi dan edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan,” terangnya.

Ia mengimbau masyarakat Kota Pekanbaru untuk bisa menjaga kebersihan lingkungan masing-masing. Sehingga dapat mengantisipasi berkembangnya nyamuk yang menjadi penyebab penyakit DBD.(ilo)

Editor : RP Arif Oktafian
#diskes pekanbaru #dbd #pekanbaru