93 Persil Tanah Akan Dibebaskan, Pembangunan Flyover Simpang Garuda Sakti

Soleh Saputra • Dipublikasikan Kamis, 20 Juni 2024 | 10:40 WIB
Kondisi arus lalu lintas kendaraan di persimpang Jalan Garuda Sakti-Jalan HR Soebrantas-Jalan Kubang Raya, Selasa (16/4/2024). Pemerintah berencana membangun flyover
Kondisi arus lalu lintas kendaraan di persimpang Jalan Garuda Sakti-Jalan HR Soebrantas-Jalan Kubang Raya, Selasa (16/4/2024). Pemerintah berencana membangun flyover

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau telah menerima Surat Keputusan (SK) penetapan lokasi (Penlok) untuk pembangunan flyover di persimpangan Jalan Garuda Sakti-HR Soebrantas Pekanbaru. Di mana SK Penlok tersebut dikeluarkan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Permukiman Kawasan Perumahan dan Pertanahan (PUPR PKPP) Riau M Arief Setiawan melalui Kabid Bina Marga Teza Dasra mengatakan, setelah Penlok untuk pembangunan flyover terebut keluar maka pihaknya akan menjalankan tahapan pengadaan tanah.

“SK Penlok untuk pembangunan flyover di persimpangan Jalan Garuda Sakti sudah keluar, itu yang mengeluarkan pihak Pemko Pekanbaru. Saat ini kami tinggal menjalankan tahapan Pelaksanaan Pengadaan Tanah (P2T),” katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, dari hasil penlok pembangunan flyover tersebut, diketahui ada 93 persil tanah yang masuk dalam lokasi pembangunan jembatan layang tersebut. Untuk pelaksanaan pengadaan tanah tersebut, pihaknya juga menggandeng Badan Pertanahan Nasional (BPN).

“Jadi total ada 93 persil tanah di lokasi yang akan dibangun flyover tersebut, nantinya pihak BPN yang akan memberikan rekomendasi appraisal tanahnya,” sebutnya.

Dijelaskan Teza, dalam pembangunan flyover tersebut, pihaknya hanya bertugas dalam hal pengadaan tanah. Sementara untuk Detail Enginering Desain (DED) dan pembangunan fisik flyovernya akan dikerjakan oleh Kementerian PU melalui dana APBN.

“Kalau untuk progres pembangunan flyover itu sudah sampai tahapan itu, karena kami hanya bertugas dalam pembebasan lahan dan juga analisis dampak lingkungan lalu lintas. Sedangkan untuk desain dan fisik bangunnya dikerjakan oleh Kementerian PU melalui BPJN,” ujarnya.

Pj Gubernur Riau (Gubri) SF Hariyanto juga meminta dukungan masyarakat untuk pembangunan flyover tersebut. Sebab jika tidak selesai pembangunannya akan menjadi masalah besar bagi mobilitas masyarakat. Apalagi setelah jalan tol terhubung semuanya tentu mobilitas kendaraan akan semakin padat. 

“Apalagi nanti banyak kendaraan yang keluar dari pintu tol di sekitar persimpangan itu, dari Dumai, Rengat dan Sumatera Barat, tentu jalan akan padat. Maka dari itu saya harap pembebasan lahan harus selesai tahun ini,” harapnya.(gem)

Editor : RP Arif Oktafian
pupr pkpp riau pemprov riau Simpang Garuda Sakti pembangunan fly over pekanbaru