Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

PKL Marak, Pemko Pekanbaru Diminta Tegas

Tim Redaksi • Jumat, 28 Juni 2024 | 12:18 WIB
Aktivitas pedagang kaki lima yang berjualan di bahu Jalan Pattimura, Pekanbaru, Kamis (27/6/2024). Keberadaan PKL ini kerap menyebabkan kemacetan.
Aktivitas pedagang kaki lima yang berjualan di bahu Jalan Pattimura, Pekanbaru, Kamis (27/6/2024). Keberadaan PKL ini kerap menyebabkan kemacetan.

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pedagang kaki lima (PKL) masih marak berjualan di sejumlah jalan protokol di Kota Bertuah Pekanbaru. Seperti di Jalan HR Soebrantas dan Jalan Pattimura yang terpantau ramai oleh PKL di sore hari.

Pantauan Riau Pos, Kamis (27/6) di Jalan HR Soebrantas, PKL ramai berjualan di atas trotoar, di bahu jalan dan di jalur lambat jalan tersebut. Akibatnya, ruang untuk pejalan kaki menjadi tidak ada.

Tak hanya itu, tumpukan sampah dari sisa barang dagangan mereka juga kerap dibiarkan berserakan di jalan dan kadang menyebabkan saluran drainase yang ada di sekitar lokasi tersumbat.

Salah seorang pejalan kaki Kiki Safitri menyesalkan ulah PKL yang memakai ruang pejalan kaki sebagai tempat berjualan. Dirinya mengaku kesulitan saat berjalan kaki di pinggir jalan yang padat raus lalu lintas kendaraan tersebut.

Ia meminta pemerintah kota untuk serius mengurus menangani masalah PKL yang mengambil hak pejalan kaki.

”Waktu Pak Presiden datang ke Pekanbaru, Jalan HR Soebrantas bersih dari PKL. Senang lihatnya. Eh..., sekarang PKL-nya kembali lagi dan tidak ada tindakan dari pemerintah. Saya minta ada keseriusan pemerintah dalam menangani PKL ini. Kami sebagai pejalan kaki harusnya diberikan juga rasa nyaman dan aman. Bukan malah PKL dibiarkan begitu saja,” ujarnya .

Seorang pengendara mobil Samsul Bahri juga berharap pemerintah bisa mencarikan solusi agar PKL tak lagi berjualan di pinggir jalan yang bisa membahayakan jiwa PKL dan juga orang lain.

”Mungkin sebaiknya ada tindakan tegas, atau cari tempat berjualan mereka yang pas agar tidak membuat penyempitan badan jalan saja. Ini ruas jalan yang selalu padat akan arus lalulintas kalau dibiarkan seperti ini kemacetan parah akan selalu terjadi yang rugi tentu masyarakat juga,” kata Samsul Bahri.

Sementara pantauan Riau Pos di Jalan Pattimura, Rabu (26/6) sore, arus lalu lintas terpantau macet di ruas jalan tersebut.

Endi, seorang pengendara sepeda motor mengatakan, keberadaan PKL makin mempersempit jalan. Pasalnya, banyak kendaraan yang parkir di pinggir jalan untuk belanja.

”Jalannya jadi sempit akibat banyak kendaraan yang parkir di pinggir jalan untuk belanja,” ujar Endi.

Ia berharap agar PKL bisa ditertibkan sehingga kemacetan tidak bertambah parah.

Hal senada juga dikatakan, Herman seorang pengendara sepeda motor lainnya, mengatakan kalau sudah sore hari pasti saat melintas di ruas jalan tersebut ada kemacetan.

”Apalagi di sinikan di depan kampus sama sekolah. Kalau sudah sore banyak yang pulang kampus ditambah lagi dengan adanya PKL maka kerap macet,” ungkapnya.

Terkait masalah PKL ini, Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru Zulfahmi Adrian mengaku pihaknya sudah kerap kali memberikan tindakan tegas kepada para PKL. Meksi demikian, pihaknya tidak menampik jika masih banyak para pedagang yang tidak mengindahkan larangan tersebut dan bermain kucing-kucingan dengan petugas Satpol-PP yang kerap melakukan penertiban di lokasi.

”Menggunakan bahu jalan atau trotoar untuk berdagang ini jelas melanggar Peraturan Daerah (Perda). Sebab, trotoar fungsinya untuk pejalan kaki. Kalau masih saja teguran ini diabaikan, terpaksa kami ambil tindakan tegas,” ujarnya.

Di sisi lain, Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru Nurul Ikhsan percaya pemko bisa melakukannya. Apalagi dulu pemko berhasil merelokasi PKL dari Jalan HR Soebrantas. Ketika disinggung adanya beking oknum hingga PKL kembali berani membuka lapak di Jalan HR Soebrantas, Nuru Ikhsan tidak percaya.

”Kadang-kadang pedagang ini banyak yang menjual nama (aparat), tapi kita tak tahu betul-betul oknum yang disebutkan itu ada atau tidak. Sebelumnya kan bsia (ditertibkan),” kata politisi Gerindra ini.

Ia menyayangkan pemko terkesan membiarkan PKL kembali berdagang tidak pada tempatnya.

Terkait isu oknum yang melindungi PKL, Nurul Ikhsan mengatakan jika benar adanya maka harus diusut.(yls)

Editor : RP Arif Oktafian
#pkl #jalan protokol #tumpukan sampah dagangan #pekanbaru